Rahasia Hati

Rahasia Hati
21


__ADS_3

Gue nggak tau apa tanggapan julia tentang buku itu. Tapi gue berharap itu bisa membantunya untuk belajar. Gue berharap julia bisa lulus tes untuk mendapat beasiswa itu.


Raskal menghentikan motor nya. Cowok itu melepaskan helm nya kemudian turun dari motor nya. Raskal menyibak rambut coklat nya yang mulai panjang sampai menutupi sebagian dahi nya.


Raskal membuka pintu utama rumah nya. Cowok itu menutup kembali pintu tersebut sebelum melangkah masuk ke dalam.


"Raskal"


Raskal memutar tubuh nya dan mendapati sang oma sedang duduk santai di ruang tamu dengan sebuah majalah di tangan nya.


"Eh oma" Senyum raskal menyapa.


Oma raskal menepuk sofa yang di dudukinya. Wanita baya itu menyuruh untuk raskal duduk di samping nya dengan memberi kode.


Raskal mengerti dan segera melangkah menghampiri dan duduk di samping sang oma.


"Oma sudah makan?" Tanya raskal perhatian.


"Sudah. Kamu?" Jawab oma raskal dan bertanya balik.


"Sudah kok oma" Kata raskal menjawab.


Oma raskal tersenyum mendengar nya. Wanita baya itu meletakan majalah nya di atas meja kemudian meraih tangan raskal dan menggenggam nya.


"Menurut kamu julia bagaimana?" Tanya oma raskal serius.


Raskal terkejut mendengar pertanyaan omanya. Bagaimana tidak? omanya tiba tiba saja menanyakan tentang julia kepadanya.


"loh kenapa tiba tiba nanya julia" Kata raskal gugup.


"Tidak apa. Hanya saja oma merasa julia begitu polos. Dia juga unik" Senyum oma raskal.


Raskal terdiam. Jauh dari dalam lubuk hatinya raskal menyetujui apa kata omanya.


"Tadi siang saat kamu mengantar pesanan bunga ada hal yang membuat oma semakin kagum pada julia" Raskal mengangkat sebelah alis mendengar nya.


"Apa itu?" Tanya raskal penasaran.

__ADS_1


"Kamu penasaran??" Tanya balik oma raskal.


Saat itu juga wajah raskal mendadak memerah sampai ketelinga nya. Rasa panas cowok itu rasakan di sekitar wajah juga telinganya saat sang oma menatap nya. Raskal merasa oksigen di sekitar nya menipis yang juga berpengaruh pada kinerja jantung nya yang semakin berdetak cepat.


"Oh, enggak kok. Ya udah oma raskal mandi dulu" Kata raskal menjawab dengan gugup.


Cowok itu langsung menghindari bertatap muka dengan sang oma. Dengan cepat dia melepaskan genggaman tangan omanya dan berlalu menuju kamar nya yang berada di lantai 2.


"Dasar anak muda jaman sekarang" Batin oma raskal menggelengkan kepala.


____


Julia masuk ke dalam kamar nya setelah membersihkan diri. Julia masih memikirkan tentang anya. Seingat nya anya tidak pernah menangis seperti itu meskipun julia mengusilinya. Tapi tadi tiba tiba saja anya menangis dan menghindari kontak fisik dengan nya. Di tambah ucapan nia yang mengatakan jika anya membencinya. Julia benar benar tidak habis pikir.


Julia meletakan handuk kecil yang di gunakan untuk mengeringkan rambut nya. Cewek itu menghela nafas kemudian mendudukan dirinya di tepi ranjang. Pikiranya masih di penuhi dengan pertanyaan nya tentang anya.


Tanpa sengaja pandangan julia tertuju pada bingkisan yang tadi di berikan raskal padanya. Julia bangkit kemudian melangkah menuju meja kecil di sudut ruangan dimana ia meletakan bingkisan tersebut.


Julia meraih bingkisan itu dan membukanya. Sebelah alis nya terangkat saat melihat apa yang ada di dalam nya.


Julia membolak balikan benda itu bingung sekaligus penasaran.


Dengan pelan julia pun merobek balutan kertas kado itu.


Yang petama julia lihat saat merobek nya adalah kertas berisi pengumuman tes penerimaan beasiswa yang di ambil nya saat itu.


"Ya tuhan. Gue hampir melupakan ini" Batin julia menepok jidat nya sendiri.


Julia mengambil kertas pengumuman tersebut. Kembali sebelah alis nya terangkat saat mengetahui benda di balik balutan kertas kado itu ternyata adalah sebuah buku catatan.


Semoga berhasil :)


Silahkan tanya kan langsung kalau ada yang tidak faham ;)


Julia tersenyum saat melihat tulisan di sampul buku tebal itu.


Julia membawa buku tebal tersebut ke ranjang nya. Cewek itu kembali mendudukan dirinya di atas tempat tidur. Tanganya mulai membuka buku tersebut.

__ADS_1


Julia terdiam saat melihat isi di balik buku itu. Semuanya adalah ringkasan materi pelajaran lengkap yang di tulis sedemikian rapi.


Julia terus membuka nya dengan teliti. Hingga pada halaman tengah julia menemukan selembar kertas kecil bertuliskan "Semangat belajar nya".


Julia tidak bisa tidak tersenyum membacanya. Raskal tidak hanya baik padanya. Raskal juga memperhatikan nya.


Gue nggak tau harus berkata apa besok pada raskal. Ucapan terima kasih tidak akan mungkin cukup untuk semua yang sudah dia lakukan. Gue nggak pernah berpikir jika raskal akan sebaik ini sama gue.


Gue harus bagaimana?


"Julia"


Suara rendy membuat julia sedikit tersentak. Julia menoleh dan mendapati sang ayah sudah berdiri di ambang pintu kamar nya. Julia tersenyum. Julia menutup buku pemberian raskal dan meletakan di pangkuan nya.


"Boleh ayah masuk" Julia menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan rendy.


Sedikit menggeser duduk nya saat rendy menghampiri.


Rendy duduk di samping julia. Pria itu menghela nafas dengan tatapan lurus ke depan.


"Capek?" Tanya nya menoleh dan menatap julia dengan tatapan lembut nya.


"Lumayan" Senyum julia menjawab.


"Akhir nya kita sama sama berjuang yah? Ayah merasa ini seperti mimpi" Kata rendy melengos untuk menghindari tatapan putri sulung nya.


Julia hanya diam. Dia menunggu ayah nya meneruskan ucapan nya.


"Ayah tidak bisa berbuat banyak. Tapi ayah akan selalu berusaha semampu ayah. Ayah harap kamu selalu semangat dan optimis" Katanya lagi.


"Ayah yang terhebat untuk julia. Dan julia akan melakukan yang terbaik" Balas julia memamerkan senyuman di bibir nya.


Rendy menoleh menatap julia. Senyum manis julia menular kepada pria itu.


"Semangat !!" Ujar rendy mengangkat sebelah tanganya ke udara.


Julia tertawa melihat itu namun tetap menganggukan kepala nya menyetujui.

__ADS_1


__ADS_2