Rahasia Hati

Rahasia Hati
24


__ADS_3

Julia menguap beberapa kali. Sebenar nya cewek itu sudah sangat mengantuk. Namun keinginan nya membuat julia mengesampingkan rasa kantuk nya itu. Julia terus berkutat dengan buku tebal pemberian raskal.


"Gue harus bisa" Gumam nya.


Julia meraih segelas air putih yang berada di dekat nya. Julia menenggaknya hingga habis berharap rasa kantuk nya menghilang. Namun tetap saja rasa kantuk menyerang nya karna malam memang sudah sangat larut.


°°°


"Lo udah baikan jul?" Tanya tiara yang melangkah di samping julia.


"Udah kok.. hoamm.." Jawab julia. Cewek itu sudah beberapa kali menguap pagi ini. Mungkin karna waktu istirahat nya berkurang. Di tambah sudah 2 malam ini julia terus tidur larut untuk belajar.


"Serius?" Tanya tiara tidak percaya.


Julia hanya mengangguk mengiyakan. Cewek itu menutup mulut dengan tanganya karna kembali menguap.


"Kalo lo ngantuk gue bisa kok mintain izin buat lo istirahat" Kata tiara lagi.


Julia menghentikan langkah nya. Cewek itu menatap tiara kemudian tersenyum. Tidak pernah julia mendapatkan teman seperti tiara di sekolah nya dulu.


"Lo tenang aja. Gue nggak papa. Gue kan harus semangat belajar. Gue nggak mau ketinggalan satu pelajaran pun" Ujar julia menepuk pelan pundak tiara.


"Huft.. oke, gue percaya. Tapi kalo lo butuh apa apa lo harus bilang gue. Jangan kaya kemaren" Kata tiara akhir nya.


"Iya iyaa" Senyum julia dengan menganggukan kepala nya beberapa kali.


"Ya udah yuk" Tiara mengangguk menerima ajakan julia.


Kedua cewek itu kembali melangkahkan kakinya di koridor menuju kelas mereka.


Tiara, gue bener bener nggak nyangka bisa punya temen sebaik lo. Lo sangat berbeda dengan temen temen gue dulu. Lo begitu baik juga tulus. Lo selalu ada buat gue. Lo juga selalu bantuin gue.


Gue bersyukur bisa bertemu dan berteman sama lo.


Sepanjang melangkah di koridor julia merasa aneh dengan siswa siswi yang terus menatap nya. Bahkan ada yang berbisik bisik sambil menatap tidak suka padanya.


Tiara yang juga menyadari itu menghentikan langkah nya. Tiara menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri menatap setiap siswa siswi yang menatap julia.


"Mereka kenapa natap lo terus ya jul?" Bisik tiara pada julia yang juga berhenti melangkah.


"Gue juga nggak tau" Balas julia bingung.


Sekali lagi tiara menolehkan kepalanya ke kiri. Kali ini tiara memergoki 2 cewek yang menatap remeh pada julia.


"Apa lo liat liat ?!" Tantang tiara mendelik.

__ADS_1


Kedua cewek itu balas mendelik pada tiara sebelum berlalu dengan mulut komat kamit tidak jelas.


"Ada yang nggak beres nih" Gumam tiara.


Julia hanya menghela nafas. Cewek itu kembali melangkahkan kakinya mencoba mengabaikan setiap tatapan yang tertuju padanya.


___


Natalie mendudukan dirinya di samping tasya yang tampak sedang berbincang dengan seorang cowok berambut kriting.


Saat menyadari keberadaan natalie, tasya pun menyudahi obrolan nya dan beralih pada natalie.


"Gue kesana aja deh" Kata cowok berambut kriting itu pada tasya sebelum berlalu. Tasya pun menganggukan kepala setuju.


"Lo kenapa kusut gitu mukanya?" Tanya tasya menatap natalie.


"Ck. BT gue" Jawab natalie berdecak.


Tasya mengerutkan kening mendengar nya. Biasanya natalie tidak seperti ini.


"Karna si julia itu?" Tanya tasya mencoba menebak nebak.


"Nggak usah nyebutin nama nya juga kali. Mual gue" Ujar natalie memutar bola matanya.


"Ck. Emang nya lo nggak denger apa? Dari kemaren tuh seluruh sekolah lagi ngegosipin raskal sama dia" Jawab natalie kesal.


"Oh itu. Denger sih. Cuma ya,, gue pikir lo nggak bakal kepancing sama gosip begitu. Lagian nih ya, Harus nya lo maklum dong. Raskal tuh emang terlihat deket sama tuh cewek. Lo juga tau raskal siapa kan? dia tuh peringkat pertama seluruh angkatan kelas 12. Di tambah lagi dia tuh ganteng, kaya, siapa coba yang nggak suka?"


"Termasuk lo?" Tanya natalie menatap tasya sebal.


"Emm,, Gue akuin iya" Jawab tasya jujur.


Natalie semakin terlihat sebal mendengar pengakuan jujur tasya. Raskal memang siswa favorit. Raskal juga sangat terkenal di kalangan cewek. Dari adik kelas sampai kakak kelas.


"Udah nggak usah BT terus. Yuk ganti baju. Bentar lagi pak sam masuk" Ujar tasya mengambil baju olah raga dari dalam tas nya.


Pagi ini memang jam pelajaran pertama kelas mereka adalah mata pelajaran olah raga.


"Eh tunggu. Emang pak sam udah masuk lagi?" Tanya natalie saat meraih tas slempang nya.


"Udah. Hari ini pertama masuk" Kata tasya menjawab.


___


Raskal membuka pintu kecil loker nya. Cowok itu menghela nafas saat melihat tumpukan amplop warna pink di dalam loker nya.

__ADS_1


Terkadang raskal merasa risih karna hampir setiap hari mendapat kanya. Yang memberinya pun sepertinya tidak malu karna berani mencantumkan nama panjang serta kelas mereka. Bahkan ada juga yang pernah menggambarkan ciri cirinya sendiri.


Raskal meraih tumpukan amplop pink itu. Cowok itu bermaksud untuk membawanya pulang. Meskipun tidak suka, tetapi raskal tidak tega jika harus membuang nya di sekitar sekolah. Raskal tidak ingin membuat si pengirim amplop kecewa melihat amplop nya berada di tempat sampah.


"Hay"


Raskal hampir saja melompat ketika suara julia mengagetkan nya. Entah dari mana datang nya tiba tiba saja julia muncul saat raskal menutup loker nya.


"Ya tuhan jul. Lo niat banget ya mau buat gue jantungan?" Tatap raskal pada julia.


Julia tertawa melihat ekspresi raskal yang menurut nya lucu.


"Hehe sorry deh" Kata cewek itu.


Raskal menggelengkan kepala nya masih merasa sedikit sebal dengan cewek itu.


"Oh iya. Lo udah nggak marah lagi kan?" Pertanyaan julia membuat raskal mengeryit. Raskal menatap julia yang terlihat begitu mungil saat bersamanya. Raskal tidak tau harus menjawab apa.


"Jadi lo nyamperin gue cuma mau nanya itu?" Tanya balik raskal untuk menghindari menjawab pertanyaan julia.


"Eh. Nggak cuma itu sih. Gue, gue ada yang nggak ngerti sama materi pelajaran di buku itu" Jawab julia sambil memainkan kedua jari telunjuk nya. Mungkin itu cara julia untuk mengatasi kegugupan nya.


Raskal tersenyum mendengar nya. Raskal tidak menyangka julia akan benar benar menanyakan padanya secara langsung.


"Ya udah, nanti pulang sekolah gue bantu" Senyum raskal menatap julia.


"Okay. Kalo gitu gue duluan yah" Ujar julia tersenyum kemudian berlalu setelah raskal menganggukan kepalanya.


Raskal menatap julia yang semakin jauh. Cowok itu masih mempertahankan senyum nya. Raskal tidak pernah mengira julia akan menghampirinya. Yang membuat nya lucu adalah julia yang menanyakan perihal kemarahan nya kemaren.


"Oh juliaa"


Raskal menolehkan kepalanya.


Raskal mendelik saat mendapati radit yang tampak sedang berpose konyol dengan satu tangan terangkat serta satu kakinya berlutut. Radit bahkan menyebut nama julia dengan nada seperti orang yang sedang membaca puisi.


"Ck. Apaan sih lo dit?" Sebal raskal menghela nafas.


Radit tertawa kemudian segera membenarkan posisi berdirinya.


"Abis nya lo segitunya banget liatin julia" Kata radit.


"Ck. Lo nya aja yang terlalu lebay" Ujar raskal sebelum berlalu meninggalkan radit.


"Yee,, Gue di tinggal" Ucap radit menatap punggung raskal yang meninggalkanya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2