
Julia terperanjat kaget mendengar suara benturan yang begitu keras. Di tambah cewek itu sempat mendengar seseorang menyerukan namanya.
"Ya tuhan.." Lirih julia melihat mobil natalie menabrak pohon yang berada di samping jalan yang berada tidak jauh darinya.
Julia turun dari sepedanya buru buru. Dia menengok ke kanan dan ke kiri sebelum menyeberang untuk menghampiri mobil natalie. Kebetulan jalanan tersebut memang sangat sepi. Tidak ada seorang pun disana kecuali julia.
"Kak natalie !! Kak buka pintu nya kak !!"
Julia berteriak berusaha untuk membangunkan natalie. Karna natalie tidak menunjukan pergerakan apa apa, julia berjalan mengitari bagian belakang mobil menuju tasya yang juga terlihat tidak sadarkan diri.
"Kak tasya.. Kak..!!"
Julia terus berusaha menggedor kaca mobil natalie namun baik tasya maupun natalie keduanya sama sama tidak beraksi apa apa.
Mereka berdua tidak sadarkan diri dengan luka di wajah, kepala, juga lengan.
"Ya tuhan bagaimana ini.." Lirih julia dengan suara bergetar.
Julia berlari ke arah jalan. Cewek itu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari kendaraan yang lewat namun nihil. Jalanan itu sangat sepi.
"Tolong..!!! Tolong..!! Ada kecelakaan.." Teriak julia dengan tangis nya.
Sampai berkali kali julia berteriak minta tolong namun tidak ada seorang pun yang datang. Nafas cewek itu terengah engah dengan air mata yang bercucuran saking takut nya.
"Nggak. Gue nggak boleh diam saja. Gue harus berusaha buat ngluarin kak natalie dan kak tasya dari mobil nya."
__ADS_1
Dengan tekad nya yang sudah bulat julia kembali berlari. Kedua mata julia membulat sempurna ketika melihat bagian depan mobil natalie sudah mulai berasap. Julia ketar ketir sendiri. Karna tidak bisa lagi berpikir panjang, julia pun meraih sebuah batu berukuran sedang dan langsung memecahkan kaca mobil di bagian kemudi.
Ya tuhan.. bantu hamba.. Selamatkan kak natalie dan kak tasya tuhan..
Setelah kaca mobil natalie hancur julia segera membuka kunci nya hingga akhir nya berhasil mengeluarkan natalie dan tasya dari dalam mobil.
Dan tidak lama setelah kedua cewek itu berhasil di keluarkan, mobil mewah milik natalie meledak menyebabkan bunyi dentuman yang cukup keras.
Julia memejamkan matanya. Kedua lengan nya terluka karna goresan kaca mobil natalie saat berusaha membuka kunci mobil cewek itu. Cewek itu meringis. Julia menatap penuh syukur pada kedua kakak kelas nya yang terkapar di pinggir jalan dengan luka luka yang berada di bagian lengan, wajah, dan kepala.
"Ada kebakaran..!!"
Dentuman keras yang di sebabkan oleh ledakan mobil natalie ternyata berhasil membuat para warga di gang yang tadi julia mengantar baju berbondong bondong datang. Julia menangis melihat para warga yang berlari ke arah nya.
"Ya tuhan.. Neng, neng nggak papa?"
Julia tidak bisa berkata apa apa. Cewek itu hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan warga. Julia menurut saat seorang warga menuntun nya menjauh dari mobil natalie yang sudah di selimuti api yang begitu besar.
"Tolong teman saya pak." Kata julia pada orang orang yang membopong tubuh tidak berdaya natalie dan tasya.
Para warga langsung dengan gesit memanggil ambulans yang membawa natalie dan tasya ke rumah sakit terdekat. Mereka juga membawa julia karna melihat luka di lengan cewek itu.
Tidak membutuhkan waktu lama ambulans sampai di depan gedung rumah sakit yang cukup mewah. Julia menolak saat di tuntun oleh petugas untuk ikut turun agar segera di obati.
"Kenapa dek?" Tanya petugas laki laki menatap heran pada julia yang menolak nya.
__ADS_1
"Saya. Saya bisa mengobatinya nanti di rumah saja." Jawab julia lirih.
Petugas yang laki laki itu tersenyum. Luka di lengan julia memang tidak serius. Tetapi jika di biarkan terlalu lama juga akan berakibat fatal nanti.
"Kamu sudah sampai di rumah sakit. Mengobati sendiri di rumah akan membutuhkan waktu lama. Sedangkan luka kamu harus segera di bersihkan. Dan juga kami khawatir jika ada percikan pecahan kaca di lengan kamu." Kata petugas tersebut panjang lebar.
Julia terdiam. Cewek itu menatap lenganya yang terus mengeluarkan darah. Apa yang di katakan petugas itu memang benar. Tapi jika julia mengobati luka nya di rumah sakit itu, julia pasti akan membuat ayah dan bunda nya mengeluarkan uang. Sedangkan mereka saja sudah sangat pas pasan.
"Ayo.." Senyum petugas itu mengulurkan tanganya pada julia.
Julia tetap menundukan kepalanya.
Cewek itu menatap ragu tangan petugas yang terulur padanya. Julia bukan tidak mau di obati. Tapi julia tidak mau membuat ayah dan bunda nya susah karna nya.
"Julia !!"
Julia mendongak cepat ketika mendengar suara raskal. Cewek itu kembali meneteskan air mata melihat cowok ganteng itu berlari dengan wajah khawatir ke arah nya.
"Apa yang terjadi julia? Kenapa bisa seperti ini?" Tanya raskal menatap julia khawatir.
Julia tidak bisa menjawab. Cewek itu hanya diam dalam tangis nya. Sejujur nya julia juga tidak tau apa yang terjadi karna tiba tiba mendengar suara keras mobil natalie yang menabrak pohon besar di tepi jalan.
"Oke, nanti aja lo jelasin. Mendingan sekarang lo obatin dulu luka lo." Kata raskal.
Raskal segera menggendong julia dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit. Julia tidak bisa menolak karna untuk sekedar berkata saja lidah nya terasa kelu.
__ADS_1