Rahasia Hati

Rahasia Hati
15


__ADS_3

"Tiara !!"


Tiara memutar kepalanya setengah lingkaran ketika mendengar pekikan keras julia. Cewek berwajah imut itu mengangkat sebelah alis nya bingung melihat julia yang sedang melambai kepadanya. Julia tampak begitu sangat bersemangat. Senyum cewek itu sangat lebar menandakan dia sedang bahagia. Namun bukan itu yang membuat tiara bingung. Tiara bingung karna di samping julia berdiri sosok raskal yang juga sedang tersenyum ke arah nya.


Tiara segera mengangkat tangan kanan nya kemudian menggoyangkan nya memberi kode agar julia menunggu sebentar.


Julia mengangguk cepat setelah mengerti. Sedang tiara kembali berbincang dengan salah seorang siswi yang julia tidak tau siapa. Wajar saja julia baru genap satu bulan bersekolah di sana.


Tidak berselang lama tiara selesai dengan siswi itu. Cewek itu segera bergegas menghampiri julia dan raskal yang masih berdiri di tempat nya menunggu.


"Hey" Sapa tiara setelah sampai di depan julia dan raskal.


"Sorry yah lama tadi" Kata tiara dengan cengiran khas nya.


Julia mengangguk masih dengan senyuman di bibir nya.


"Nggak apa apa kok" Jawab nya.


"Tumben pagi pagi udah barengan" Tiara melirik raskal dan julia secara bergantian. Cewek itu bermaksud menggoda julia yang sepertinya gagal faham dengan maksud tiara. Buktinya julia sama sekali tidak menunjukan ekspresi tersipu nya.


"Eem gue duluan yah, sampai nanti" Raskal tersenyum sebelum berlalu meninggalkan kedua cewek itu.


Setelah raskal berlalu julia dengan segera menggapai lengan tiara menarik nya dengan langkah cepat menuju kelas mereka.


"Aduh jul pelan pelan dong" Keluh tiara yang sedikit kewalahan menyeimbangi langkah julia.


"Gue mau cerita sama lo" Balas julia terus menyeret tiara.


"Iya tapi pelan pelan"


Mungkin karna terlalu senang julia sampai tidak mendengarkan keluhan tiara. Cewek itu terus saja menyeret tiara. Julia sepertinya sangat tidak sabar untuk berbagi cerita tentang pekerjaan nya juga izin dari ayah nya.


Sesampai nya di kelas julia langsung mendudukan tiara di susul dirinya yang langsung menghadap pada teman nya itu.


"Lo harus tau ra? ayah gue ngizinin gue kerja" Tanpa basa basi julia langsung menceritakan nya pada tiara.

__ADS_1


Ekspresi bahagia cewek itu jelas sekali tergambar di wajah manis nya. Mungkin saking bahagia nya lagi lagi julia tidak memperhatikan ekpresi tiara.


"Dan lagi. Ra ternyata baby siter yang di maksud raskal bukan pengasuh bayi atau anak kecil atau nenek nenek." Sambung julia terus nyerocos tanpa menyadari bagaimana tiara yang sedang ngos ngosan berusaha menstabilkan deru nafas nya.


"Gue nggak beneran jadi baby siter ra. Gue cuma bantuin omanya raskal buat jaga toko bunga nya" Senang julia menatap tiara.


Seketika julia terdiam melihat tiara yang masih berusaha bernafas dengan baik. Tiara beberapa kali menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskanya perlahan.


"Lo kenapa ra? Lo sakit?" Tanya julia khawatir.


Julia menyentuh pundak tiara yang masih naik turun.


"Sakit pala lo !! Lo nggak nyadar apa nyeret gue dengan begitu kejam nya?!" Pekik tiara sebal.


Julia meringis mendengar pekikan tiara. Cewek itu menggaruk tengkuk nya merasa konyol juga bersalah pada tiara.


Julia sungguh tidak sadar telah berbuat sedemikian kejam nya pada tiara.


"Hehehee maaf maaf" Ujar julia salah tingkah.


Saking seneng nya gue sampe bikin tiara kaya orang asma


Bel masuk bergema di seluruh sudut penjuru sekolah. Julia masih berusaha menenangkan tiara yang masih kewalahan mengatur nafas nya saat beberapa murid mulai belalu lalang memasuki kelas karna sebentar lagi jam pelajaran akan di mulai.


____


"Jujur gue sempet ngebayangin lo jadi pengasuh bayi beneran loh. Eh nggak tau nya baby siter nya bunga" Ujar tiara menggelengkan kepalanya tidak menyangka.


"Gue juga sempet mikir gitu. Tapi buat ngebayangin nya gue sama sekali nggak berani" Balas julia sedikit tertawa.


"Lagian raskal aneh aneh aja sih. Mana ada bunga di cariin baby siter. Nggak jelas banget" Kata tiara lagi.


Julia hanya tertawa kecil.


Kedua cewek itu melangkahkan kakinya di koridor di antara murid lain yang juga sedang mempunyai tujuan dan maksud yang sama. Yaitu pulang.

__ADS_1


"Ya udah ra. Gue duluan yah. Mau kerja nih. hehehee" Tawa julia sedikit menyombongkan dirinya.


"Dih, songong lo. Ya udah sana. Baik baik lo kerja nya" Balas tiara.


Julia terkikik melihat picingan mata belo tiara. Cewek itu melambai kemudian segera berlalu dengan berlari kecil meninggalkan tiara.


"Semangat julia !!" Teriak tiara saat sudah sedikit berjarak dengan julia.


Julia membalikan badanya kemudian mengedipkan sebelah matanya dengan mengacungkan jempolnya pada tiara.


Syukurlah lo udah bisa lakuin apa yang lo mau jul. Gue ikut seneng liat lo seneng.


Langkah julia terhenti saat sampai di depan gerbang. Cewek itu mengerutkan keningnya melihat raskal yang berada tidak jauh darinya. Cowok itu tampak duduk santai di motor nya seperti sedang menunggu seseorang.


Bayangan wajah natalie tiba tiba saja melintasi pandangan julia. Julia hampir saja melupakan kedekatan raskal dengan cewek berkaca mata itu.


Menggelengkan kepalanya julia kembali melangkah. Julia tidak ingin memikir suatu hal yang tidak terlalu penting untuk nya.


Gue nggak perduli.


"Lagi nunggu siapa?"


Suara natalie membuat raskal menolehkan kepalanya. Cowok ganteng itu tersenyum melihat natalie sudah berdiri di samping motor nya.


"Eh kak. Lagi nunggu temen" Jawab raskal dengan senyum manis nya.


Natalie menganggukan kepalanya mengerti.


"Eh duluan ya kak" Kata raskal buru buru menstater motor nya.


"Okay" Balas natalie yang mungkin tidak di dengar oleh raskal karna berlalu begitu saja dengan motor nya.


Natalie terus menatap raskal yang berlalu meninggalkan nya. Kedua matanya memicing saat melihat raskal menghentikan motor nya tepat di depan julia.


Natalie terus memperhatikan raskal dan julia yang tampak sedikit berbincang hingga akhir nya julia naik ke boncengan raskal.

__ADS_1


Anak baru itu ternyata.


__ADS_2