
"Teresia renaldy, putri amelia, kirana larasti, dan jhonatan putra."
Julia memejamkan kedua matanya mendengar setiap nama nama yang di sebutkan oleh kepala sekolah. Dari sekian banyak nama yang di sebut, namanya sama sekali tidak tersebut.
Dan itu artinya dirinya gagal mendapatkan beasiswa itu.
Julia merasakan kedua matanya memanas. Julia benar benar ingin menangis sekarang. Usahanya sia sia. Dan lagi julia juga merasa sangat bersalah karna telah mengecewakan orang orang yang sudah mendukung dan selalu menyemangati nya.
Usapan lembut tiara di bahunya membuat julia kembali membuka kedua matanya. Julia menoleh dan menemukan tiara sedang tersenyum menatap nya.
"Nggak papa. Se enggak nya lo udah berusaha." Kata tiara tersenyum padanya.
Air mata julia menetes mendengar apa yang di katakan tiara. Julia benar benar merasa sangat kecewa dengan dirinya sendiri.
"Gue gagal ra. Gue udah ngecewain lo dan raskal."
Tiara menggelengkan kepalanya. Cewek bermata belo itu mengusap air mata yang membasahi pipi julia.
"Lo salah jul. Justru kita berdua bangga sama lo karna lo udah mau berusaha."
Dari kejauhan raskal menghela nafas. Raskal sudah berusaha mengajarkan apa yang dia tau pada julia. Raskal pikir dengan begitu julia bisa masuk daftar siswa yang mendapat beasiswa. Tapi ternyata raskal salah. Julia tidak mendapatkan nya.
Sorry jul. Gue gagal ngajarin lo.
"Dan berikut ini adalah daftar nama nama siswa dengan nilai terbaik dalam tes beasiswa kemarin."
Julia menoleh kembali pada kepala sekolah yang berdiri dengan memegang selembar kertas berisi daftar nama nama siswa yang berhasil lolos dari tes beasiswa tersebut.
Julia menghela nafas.
Cewek itu hendak melangkah berlalu namun langsung di tahan oleh tiara.
"Lo mau kemana?" Tanya tiara pelan
"Gue mau ke kelas." jawab julia tanpa menatap tiara.
__ADS_1
"jul..."
"Gue duluan yah.." Sela julia kemudian berlalu dan keluar dari barisan.
Julia melangkah cepat.
Entah kenapa julia merasa jarak koridor saat ini sangatlah jauh. Julia benar benar tidak sanggup mendengar nama nama yang berhasil lolos sedangkan dirinya gagal.
"Saya akan membacakan dari bawah nama nama siswa siswi yang mendapat nilai terbaik."
Julia memejamkan matanya. Suara kepala sekolah begitu jelas terdengar di telinga nya.
"Juara ke 3 dalam tes adalah mariana susanti dari kelas 11A dengan nilai 8,9."
Julia menutup kedua telinganya. Mendengar nama para peserta yang lolos membuat julia semakin merasa gagal.
"Juara ke 2 adalah juliana rosita dari kelas 11G dengan nilai 9,0."
Langkah julia langsung terhenti. Julia menahan nafas nya.
"Yuhuuu... yeee.. Jul lo menang jul..!!" Pekik tiara tanpa merasa malu sedikit pun.
Julia langsung membalikan tubuh nya. Cewek itu kembali meneteskan air matanya. Namun kali ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia karna ternyata dirinya benar benar berhasil mendapatkan beasiswa itu. Apa lagi namanya masuk 3 besar peserta dengan nilai terbaik.
Tidak jauh berbeda dan tiara raskal pun ikut merasa senang dengan keberhasilan julia. Cowok ganteng itu langsung keluar dari barisan nya dan melangkah menghampiri julia yang sudah berada di tepi halaman luas sekolah mereka.
"Mau kemana lo kal?"
Raskal tidak menghiraukan pertanyaan radit. Cowok itu tetap melangkah menghampiri julia.
"Kal gue.. gue berhasil.." Lirih julia begitu raskal sudah berada tepat di depan nya.
"Ya lo berhasil. Dan lo hebat. Lo bisa ngalahin mereka dengan nilai terbaik. Gue bangga sama lo." Balas raskal tersenyum menatap julia.
Julia tersenyum. Air matanya kembali menetes. Rasanya julia seperti terangkat dari curamnya jurang yang hampir saja membuat nya mati.
__ADS_1
"Kya..!!! Julia...!! Lo hebat banget. Lo the best." Pekik tiara langsung berhambur memeluk julia.
Julia membalas pelukan tiara erat. Julia tidak tau apa yang akan terjadi padanya jika tidak ada tiara dan raskal yang selalu menyemangati nya.
"Gue bangga sama lo jul. Dari awal gue udah yakin lo pasti bisa." Kata tiara di balik punggung julia.
"Thank's lo udah percaya sama gue." Balas julia tersenyum haru.
"Untuk semua para peserta yang lolos di harap segera maju ke depan."
Tiara melepaskan pelukan nya. Cewek itu langsung memggandeng tangan julia.
"Ayo. Gue temenin." Katanya.
Julia menoleh pada raskal yang sedari tadi hanya diam di samping nya. Anggukan juga senyuman manis di bibir tipis nya membuat julia tersenyum.
Julia mengikuti tiara yang membawa nya menuju barisan para peserta yang berhasil lolos dan mendapatkan beasiswa.
"Tunggu tunggu." Kata tiara menghentikan langkah julia.
Julia menurut saja saat tiara merapikan baju juga dasinya. Julia merasa sangat beruntung karna mempunyai teman seperti tiara.
"Lo harus rapi jul. Lo tuh anak pinter jadi harus bisa jadi teladan buat yang lain." Lanjut tiara.
Raskal yang berada di belakang julia hanya terkekeh saja. Tiara memang sangat konyol dan selalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu.
Dasar cewek konyol
"Nah.. udah.. Ayo.."
Tiara kembali menggandeng tangan julia dan membawanya ke barisan para siswa siswi yang berhasil lulus tes beasiswa.
Tiara terlihat sangat bersemangat bahkan saat menempatkan julia di barisan kedua di belakang juara pertama nilai terbaik.
Julia menahan nafas nya sejenak kemudian menghembuskan nya. Julia benar benar tidak menyangka jika dirinya ternyata berhasil. Padahal cewek itu sudah sangat merasa gagal karna namanya tidak kunjung di sebut oleh kepala sekolah tadi.
__ADS_1
Terimakasih tuhan.. Terimakasih untuk semuanya. Kau memberihan hamba teman yang baik juga orang orang yang selalu perduli dan menyayangi hamba dengan tulus.