Rahasia Hati

Rahasia Hati
50


__ADS_3

Julia terus menggoes sepeda nya dengan senyuman manis yang tidak pernah luntur dari bibir nya. Cewek itu memberikan satu persatu bungkusan plastik berisi baju baju tetangga yang sudah di cuci oleh nia sesuai dengan alamat dan nama yang tertera di kertas yang menempel pada plastik tersebut.


"Tinggal 1 lagi nih. Huh, gue harus semangat." Gumam nya.


Julia semakin mempercepat laju sepedanya di jalanan kampung yang cukup sepi itu. Di sana hanya ada beberapa anak kecil yang berlalu lalang berlarian di setiap gang yang julia masuki.


"Bu, ini bajunya." Ujar julia membuat 3 orang ibu ibu yang sedang asik bercanda menoleh padanya.


Salah satu dari ke 3 ibu ibu tersebut bangkit dari duduk nya dan menghampiri julia.


"Oh iya. Saya tunggu tunggu loh dari tadi neng. Makasih ya?" Balas ibu berbadan gempal tersebut.


"Sama sama bu. Maaf atas keterlambatan nya." Senyum julia mengangguk sopan.


"Kamu pegawai barunya mbak nia ya?" Tanya ibu tersebut menatap julia penasaran.


"Oh bukan bu. Saya anak nya."


Ibu berbadan gempal itu mengangguk anggukan kepalanya mengerti mendengar jawaban julia.


"Kalo begitu saya permisi ya bu." Pamit julia.


"Oh iya. Makasih neng sekali lagi."


Julia hanya tersenyum dan mengangguk menjawab nya. Julia kembali menggoes sepedanya berniat pulang karna semua baju yang harus di antar nya telah sampai dengan selamat di alamat yang tepat.


"Eh ibu ibu itu anak nya mbak nia. Tukang buruh cuci setrika baju yang cantik itu."

__ADS_1


Meskipun samar tapi julia masih bisa mendengar apa yang di katakan ibu berbadan gempal tadi pada ke 2 teman nya.


"Oh yang rumah nya di depan sana kan? tetangga baru kita?" Tanya ibu yang lain nya.


"Iya. Denger denger katanya dulu dia orang kaya. Liat tuh anak nya aja cantik begitu."


Julia menggelengkan kepalanya. Cewek itu mencoba untuk tidak memperdulikan obrolan ibu ibu tersebut tentang keluarganya. Julia segera menggoes cepat sepedanya tidak mau lagi mendengar ucapan ibu ibu tersebut tentang bundanya.


Gue nggak harus dengerin apa kata orang lain. Yang terpenting sekarang keluarga gue masih utuh. Toh. Kami tidak menyusahkan mereka.


Julia berhenti di pinggir jalan. Ucapan ibu berbadan gempal tadi kembali mengiang di telinganya. Julia sangat berharap semoga tidak ada obrolan yang menjatuhkan nama baik ayah dan bunda nya.


Julia berdecak.


Roda kehidupan nya berputar ketitik rendah dimana keluarganya harus berjuang meniti semuanya dari nol.


"nat itu julia bukan?"


Natalie mengikuti arah pandang tasya yang berada di samping nya. Cewek itu tersenyum miring ketika mendapati julia yang sedang berdiri di pinggir jalan dengan sepedanya.


"Iya. itu julia." Balas natalie.


"Ngapain tuh anak di sana ngelamun sendirian." Geleng tasya melihat julia.


"Cari mati dia."


Tasya mengeryit mendengar nya. Cewek itu menoleh ke arah natalie yang terus menatap julia dengan senyuman miring serta wajah sinis nya.

__ADS_1


"Nat lo mau ngapain?" Tanya tasya panik.


Natalie tidak menjawab. Cewek itu malah semakin menambah kecepatan laju mobil nya ke arah julia.


"Nat lo jangan gila. Bahaya nat." Panik tasya mencoba mengingatkan natalie.


"Lo brisik banget sih." Kesal natalie tanpa menoleh pada tasya yang ketar ketir di tempat nya.


"Nat please lo jangan gila. Bahaya nat. Nanti kalo julia sampe kenapa napa gimana?!" Teriak tasya merasa sangat kesal sekaligus panik.


"Gue nggak perduli."


Karna natalie tetap tidak mau mendengarkan nya. Tasya mencoba untuk menghentikan nya dengan cara ikut memegang stir mobil natalie. Tasya membelokan mobil natalie agar tidak menabrak julia.


"Sya. lepasin nggak?" Kesal natalie memukul tangan tasya.


"Nggak nat. Yang lo lakuin ini nggak bener. Bahaya nat." Balas tasya masih berusaha mengingatkan natalie.


"Lo nggak usah ceramahin gue!" Bentak natalie kesal.


Natalie menghempaskan kasar tangan tasya membuat tasya terdorong ke belakang.


Senyum sinis natalie kembali terukir ketika posisi julia sudah semakin dia dekati.


"****** lo julia." Gumam nya dengan tatapan tajam penuh kebencian.


"Natalie jangannn...!!" Teriak tasya.

__ADS_1


Dan BRAKKK !!


__ADS_2