Rahasia Hati

Rahasia Hati
18


__ADS_3

"Gimana kerjaan lo?" Tanya tiara saat menyantap makan siang di kantin.


Julia berhenti mengunyah siomay kesukaanya dengan ekspresi wajah seperti sedang berpikir.


"Emm. Lumayan melelahkan sih" Jawab nya.


"Ck. Lo gimana sih dimana mana orang kerja ya capek lah" Ujar tiara menggelengkan kepalanya.


Julia tertawa kecil. Mungkin merasa konyol dengan jawaban nya tadi.


"Raskal gimana?" Pertanyaan tiara kali ini membuat julia menatap nya.


"Raskal?" Tanya julia seperti orang ling lung.


"Iya raskal" Jawab tiara menatap julia.


"Ya gimana yah,, gue nggak tau" Kata julia bingung sendiri.


"Lagian lo kenapa tiba tiba nanyain dia ke gue sih?" Kata julia lagi.


Tiara menatap julia yang tampak kebingungan. Seulas senyum terukir di bibir tiara melihat ekspresi julia.


"Nggak. Gue cuma sedikit keppo aja" Katanya sambil menyedot orange jus nya.


Julia terdiam. Cewek itu melirik sekilas tiara yang kembali melahap baksonya.


Sejujur nya banyak sekali cerita tentang kebaikan raskal padanya. Hanya saja julia malu untuk menceritakan nya pada tiara.


Raskal?


Cowok itu sangat baik kemarin. Beberapa kali dia nolongin gue. Nganterin gue mondar mandir membawa pesanan bunga. Tidak terlihat sedikitpun ekpresi keberatan di wajah nya.


Tapi tentang ini gue rasa cukup gue saja yang tau untuk sekarang. Ada saat nya nanti gue cerita sama tiara.


"Hey"


Suara natalie membuat julia dan tiara berhenti melahap makan siang nya. Kedua cewek itu terdiam kemudian saling menatap satu sama lain saat natalie berdiri di depan keduanya.


"Gue boleh gabung nggak?"


Julia dan tiara masih terdiam saat natalie bertanya.


Tiara menatap natalie dengan pandangan tidak sukanya. Setahunya natalie bukan lah cewek yang suka berteman dengan adik kelas. Jangan kan berteman, menyapa saja tidak pernah. Tetapi hal itu tidak berlaku pada raskal. Tiara sering melihat cewek berkaca mata itu menyapa bahkan mengajak raskal berbincang terlebih dulu.


"Kok pada diem sih? nggak boleh yah?" Kembali natalie bertanya.


"Oh, boleh kok duduk kak" Jawab julia tersenyum kaku.


Natalie tersenyum manis dan segera mengambil posisi tepat di depan julia.


Tiara yang melihat nya memutar kedua bola matanya jengah. Tiara tau jika natalie mempunyai maksud dan tujuan tertentu mendekati julia.

__ADS_1


"Oh iya. Kita belum kenalan. Gue natalie" Ujar natalie tersenyum dan mengulurkan tangan nya pada julia.


Sejenak julia terdiam. Julia melirik tiara yang tampak sangat tidak perduli dengan kehadiran natalie.


"Gue julia" Kata julia menyambut uluran tangan natalie.


___


"Gue nggak suka sama kak natalie" Kata tiara menyenderkan punggung nya.


Cewek itu meletakan alat tulis nya malas.


Mendengar itu julia menoleh. Julia berhenti menulis materi pelajaran yang sedang berlangsung dan menatap tiara dengan ekpresi wajah sedang berpikir.


"Gue juga ngrasa aneh sih" Katanya.


"Gue yakin tuh cewek punya tujuan nggak baik" Kata tiara ber asumsi.


"Hah? Maksud lo?" Bingung julia.


"Ya lo coba pikir aja. Selama ini kan kak natalie nggak pernah nyapa kita. Papasan aja kaya mayat hidup dia mah. Masa tiba tiba nggak ada angin nggak ada hujan dia deketin kita" Jelas tiara.


Julia tidak menjawab. Apa yang di katakan tiara memang benar. Selama sekolah disitu natalie memang tidak pernah sekalipun tersenyum atau menyapa padanya juga tiara.


"Iya juga sih" Kata julia menyetujui.


"Makanya kan?"


"Sudah selesai kalian berdua?!"


"Siapa sih?" Tanya tiara berbisik.


Cewek itu celingukan mencari siapa yang di maksud oleh bu sosana begitu juga dengan julia.


"Julia, Tiara !!"


____


Julia melangkahkan kakinya buru buru. Sesekali cewek itu melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.


Julia tidak mau terlambat masuk kerja. Hari ini hari kedua julia bekerja dengan oma raskal. Julia tidak ingin membuat kesan tidak baik pada oma raskal.


TINTINNNNN !!


Suara klakson mobil membuat julia berhenti melangkah. Julia menolehkan kepalanya dan mendapati mobil avanza milik tiara berhenti tepat di depanya.


"Elo ra" Ujar julia menghela nafas.


"Bareng aja yuk?" Ajak tiara menatap julia.


"Nggak usah deh ra" Balas julia menolak.

__ADS_1


"Udah nggak usah nolak. Lagian kita searah kok. Gue tau dimana toko bunga tempat lo kerja"


Julia tidak bisa menolak. Cewek itu menerima ajakan tiara dan segera masuk ke dalam mobil tiara.


__


Di sisi lain raskal tampak terdiam di meja belajar nya. Cowok itu menatap selembaran kertas berisi pengumuman tes biasiswa yang tidak sengaja ia temukan di ruang ganti di dalam toko bunga omanya kemarin.


Raskal tau itu milik julia karna tidak ada orang lain di toko selain omanya dan julia.


Sampai sekarang gue masih bertanya tanya dengan selembar kertas pengumuman tes beasiswa yang gue temuin di ruang ganti kemarin.


Gue yakin kertas itu milik julia.


Siapa lagi?


Gue jadi semakin penasaran dengan julia. Cewek itu begitu sangat tidak bisa gue tebak. Sikap nya yang selalu tenang membuat gue seringkali bingung.


Raskal menghela nafas.


Di bukanya laci meja di depanya. Cowok itu meraih beberapa buku tebal dan menaruh nya di atas meja.


Raskal meraih laptop nya hingga akhirnya fokus dengan benda itu. Kedua tangan nya menari nari dengan begitu lincah di atas keyboard.


__


"Julia, raskal belum datang?" Tanya oma raskal menghampiri julia yang sedang menata bunga anggrek monyet berwarna pink.


"Belum oma" Jawab julia menggelengkan kepalanya.


Oma raskal menghela nafas kemudian tersenyum menatap julia.


Oma raskal mengira cucunya akan datang dan membantu julia seperti kemarin.


"Ya sudah oma masuk yah" Kata oma raskal.


Julia menganggukan kepala sembari tersenyum dan kembali merapikan bunga bunga di depan nya.


Mungkin dia memang nggak akan datang


Julia menghembuskan nafas nya kasar.


Hari ini raskal memang tidak terlihat. Cowok itu seperti menghilang di telan bumi. Saat istirahat pun raskal sama sekali tidak menampakan batang hidung nya.


Ingin sekali rasanya julia bertanya pada oma raskal. Tapi julia mengurungkan itu. Julia tidak ingin membuat oma raskal salah paham tentang nya dan raskal.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu.


Hari sudah mulai petang. Julia baru saja keluar dari toko bunga tempat nya bekerja.


Raskal benar benar tidak datang hari ini.

__ADS_1


"Hhh sudahlah nggak papa juga kok" Gumam nya.


Julia melangkahkan kakinya pelan. Sesekali cewek itu menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Jalanan di tempat itu memang sepi. Sangat jarang ada kendaraan berlalu lalang. Meskipun begitu ternyata tidak sedikit pelanggan oma raskal. Itu juga yang membuat julia sering mondar mandir untuk mengantarkan pesanan bunga. Dan hari ini julia benar benar merasa sangat lelah. Entah kenapa rasa semangat nya tidak bergelora seperti kemarin seperti saat bersama raskal.


__ADS_2