Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Siapa wanita tercantik didunia


__ADS_3

20 tahun kemudian


permaisuri Andini genap berusia 40 tahun. sedangkan Putri Tara saat ini berusia 19 tahun. Putri Tara tumbuh menjadi gadis yang cantik dan anggun. Putri Tara banyak mempelajari ilmu beladiri dari Raja Muria serta ilmu sihir dari ibunya permaisuri Andini. Putri Tara juga pandai dalam bermain pedang dan sering ikut berperang melawan musuh kerajaan. Raja Muria dan Putri Andini sudah melarangnya untuk pergi berperang namun Putri Tara selalu menyelinap dan berpakaian seperti laki-laki kemudian ikut berperang bersama panglima dan para prajurit.


Kehadiran Putri Tara sangat membantu dalam memenangkan setiap peperangan terlebih selain menguasai ilmu bela diri dia juga menguasai ilmu sihir. Raja Muria saat ini sudah merebut banyak kerajaan kecil yang tadinya di bawah kekuasaan Ratu Mayang. Hampir separuh dari kerajaan di dunia telah dikuasai oleh raja Muria dan separuhnya lagi dikuasai oleh Ratu Mayang. Berita dari kerajaan-kerajaan kecil yang sudah dikuasai oleh Raja Muria pun sampai ke telinga Ratu Mayang.


Ratu Mayang sangat murka dan kesal yang saat itu sedang berbicara pada putranya Pangeran Hakim yang berusia 18 tahun. Meskipun berusia 18 tahun badan Pangeran Hakim sangat besar dan kekar juga tinggi. jika dilihat dari badannya yang kekar dan tinggi usia Pangeran Hakim seperti laki-laki yang dewasa yang sudah berusia 25 tahun. Pangeran Hakim selalu bersama sahabatnya Pangeran Haris kemanapun mereka pergi mereka selalu tampak berdua seperti seorang kakak dan seorang adik.


Mereka belajar ilmu bela diri dari Panglima dan ilmu sihir dari ratu Mayang secara bersama-sama. Ilmu beladiri dan ilmu sihir mereka hampir seimbang. Saat ini Pangeran Hakim dan Pangeran Harry akan naik kuda mereka masing-masing untuk keluar dari istana dan berkeliling ke perkampungan.


Rakyat yang melihat kedua pangeran tampan itu pun mengangguk hormat dan berharap bahwa mereka bisa merubah nasib mereka. Namun ternyata Pangeran Hakim sama kejamnya dengan ibunya Ratu Mayang. Ratu Mayang mendidik Pangeran Hakim menjadi orang yang kejam dan tidak berhati dan tidak mempercayai adanya cinta sejati. Ratu Mayang membuat Pangeran Hakim seperti seorang yang hanya percaya pada dirinya sendiri dan tidak mempercayai siapapun dalam hidupnya.


Berkat didikan dari ibunya itu Pangeran Hakim tumbuh menjadi lelaki yang berhati dingin.


"Pangeran jangan bawa putri saya dia adalah putri saya satu-satunya." kata salah seorang ibu karena melihat Pangeran Hakim yang langsung menggendong putrinya yang saat itu sedang menjemur baju di depan rumah kemudian menaikkannya di atas kuda dan setelah itu tanpa menghiraukan teriakan dan tangisan ibunya Pangeran Hakim membawanya ke istana dan menyerahkannya kepada ibunya Ratu Mayang.


"Salam Ibu. Pangeran Hakim menghadap." Kata Pangeran Hakim yang menggendong wanita itu yang terus meronta-ronta ke hadapan ibunya.


"Letakkan dia di situ dan ikat tangan dan kakinya kemudian tutup matanya kata Ratu Mayang.


"Baiklah ibu."


"Pangeran Harris hanya menatap dari kejauhan."


"Jika kau sudah selesai mengikatnya maka tinggalkan kami berdua dan panggil guru duma untuk kemari." Kata Ratu Mayang.


"Baik Ibunda."


Pangeran Hakim kemudian pergi setelah mengikat wanita itu di atas meja kemudian diikuti oleh pangeran Harris mereka menuju kediaman Guru Duma.


"Salam Guru Duma, ibunda memanggil guru doma untuk ke ruangan pribadinya, sudah ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah siap untuk dijadikan tumbal." kata Pangeran Hakim kepada Guru Duma.


"Baiklah aku akan segera kesana." Kata guru di rumahnya.


Kemudian guru Duma berjalan dengan tongkatnya menuju kediaman Ratu Mayang.


Di dalam ruangan yang gelap itu Ratu Mayang sudah menunggu kedatangan Guru Duma.


Apakah kita bisa mulai ritualnya sekarang Guru Duma?" tanya Ratu Mayang.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menyiapkan beberapa sesaji untuk melakukan ritual malam ini juga."


"Baik guru kata Ratu Mayang yang sudah duduk bersila disamping perempuan itu.


Perempuan yang diikat tangan dan kakinya lalu ditutup matanya itu pun menangis ketakutan. Mulutnya juga dilakban sehingga dia tidak bisa mengeluarkan suara.


Kemudian Guru Duma duduk bersila di dekat Ratu Mayang dan di depannya sudah ada kemenyan dan semua persiapan untuk memanggil raksasa itu datang dan menghirup energi dari gadis yang ada dihadapannya itu.


"Kita akan menunggu sampai bulan benar-benar purnama sempurna kata Guru Duma."


"Sekarang sepertinya sudah purnama Guru."


Baiklah jika begitu kau hisap dulu energinya setelah itu baru kita akan memanggil raksasa itu." Kata Guru Duma.


"Baiklah guru."


Perempuan itu pun semakin ketakutan dan seluruh badannya menjadi gemetar dan dingin. Perempuan itu berpikir bahwa dia pasti akan tiada oleh dua manusia kejam yang saat ini ada di dekatnya. Tapi siapa yang bisa melepaskannya dan menolongnya saat ini karena tidak ada satupun orang yang berani melawan Ratu Mayang dan guru Duma.


"Katakan permintaan terakhir mu." kata Ratu Mayang."


"Tolong lepaskan saya yang mulia Ratu, Ibu saya sudah tua saya kasihan dengannya biarkan saya pulang ke rumah." Kata gadis yang masih perawan itu setelah lakban yang menutupi mulutnya dibuka oleh Ratu Mayang tapi matanya tetap ditutup.


"Hanya itu keinginan terakhir saya yang mulia Ratu biarkan saya kembali kepada ibu saya." Kata wanita itu memohon.


"Baiklah kalau itu permintaanmu maka aku akan membawamu tapi bukan kepada ibumu tapi ke dunia lain." Kata Ratu Mayang.


"Ampun Ratu ampuni saya Ratu." Kata wanita itu.


Namun permintaannya tidak dihiraukan oleh Ratu Mayang yang kemudian melakukan mulutnya kembali dan mulai membaca mantra.


Kemudian sebuah asap keluar dari gadis itu dan masuk ke dalam tubuh Ratu Mayang dan gadis itu sudah tiada.


Tidak lama setelah itu raksasa itu datang dan tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha di mana dia makananku." Kata raksasa itu.


"Dia ada di hadapanku Hai raksasa." Kata Ratu Mayang.


"Kau yakin dia masih perawan hai Ratu Mayang" Kata raksasa itu.

__ADS_1


"Aku yakin hai Raksasa, putraku sendiri Pangeran Hakim yang sudah membawanya."


"Hahaha baiklah jika begitu aku akan membawanya." Baiklah bawalah dia.


"Hahaha." Raksasa itu tertawa kemudian membawa gadis itu menghilang dan membawa ke dalam goa di mana dia tinggal.


Guru Duma yang melihat raksasa yang besar dengan muka yang menyeramkan itu pun bergidik dan merinding.


Ratu Mayang kemudian membuka matanya dan sebuah sinar keluar dari wajahnya juga ubun-ubunnya. Sinar itu melingkupi seluruh badan Ratu Mayang dari bawah hingga ke atas seperti berputar. Setelah itu sinar itu pun menghilang dan wajah Ratu Mayang menjadi bersinar cantik dan sangat mempesona.


"Sudah Ratu, lihatlah efek dari gadis perawan itu sudah membuatmu menjadi Abadi dengan kecantikan yang tiada tandingan." Kata Guru Duma.


"Hahaha." Ratu Mayang tertawa terbahak-bahak.


Kemudian Ratu Mayang menghilang dari tempat itu dan sudah kembali ke kamarnya dan saat ini dia sedang duduk di depan cermin.


"Wahai cermin ajaib katakan siapakah yang paling cantik di dunia ini." Kata Ratu Mayang kepada cermin ajaib.


"Putri Tara Ratu, Dia adalah wanita tercantik di dunia ini."


Wajah Ratu Mayang pun menjadi merah padam karena marah kepada cermin itu.


"Hai cermin ajaib katakan sekali lagi siapakah wanita tercantik di dunia."


"Putri Tara, Dia adalah wanita tercantik di dunia ini.


"Kurang ajar hai cermin bodoh!" Teriak yang mulia Ratu Mayang karena selama ini yang dikatakan cermin itu selalu benar dan hanya dirinyalah yang paling cantik di dunia ini.


Karena sangat marah kemudian Ratu Mayang menghancurkan cermin itu. "hai cermin yang tidak berguna.kau lupa siapa tuanmu maka jika kau tidak patuh kepada perintahku maka aku akan menghancurkanmu." Kata Ratu Mayang.


dengan tangannya kemudian Ratu Mayang menghancurkan cermin itu bukan cermin itu langsung hancur berkeping-keping.


"dasar cermin yang tidak berguna kata Ratu Mayang."


Ratu Mayang kemudian memanggil kedua putranya yaitu Pangeran Hakim dan Putra angkatnya Pangeran Haris.


"Wahai putra ku katakan siapakah yang paling cantik di dunia ini?"


Mereka kemudian menjawab "Ibunda Ratu adalah wanita tercantik di dunia ini dan Abadi" kata kedua Putra Ratu Mayang.

__ADS_1


__ADS_2