
Dokter masuk kedalam ruangan dan akan memeriksa Raka, namun Dokter terkejut saat bayi itu tidak ada disana. Dokter melihat Silsila masih tertidur disofa, namun anaknya tidak ada disana.
Dokter lalu membangunkan Silsila pelan-pelan. Silsila perlahan-lahan membuka matanya dan melihat jika ranjang Raka sudah kosong.
"Dok, dimana anak saya?" Tanya Silsila.
"Justru itu yang ingin saya tanyakan. Kenapa dia tidak ada disini?" Tanya dokter.
Silsila lalu mencarinya keseluruh ruangan dirumah sakit itu.
Sementara dokter juga menbantunya mencari dan menanyakan pada beberapa dokter juga suster yang sudah pernah melihat wajahnya.
Bara baru saja datang dan akan menggantikan Silsila. Tapi dia lihat kamar itu kosong. Baik Silsila maupun Raka tidak ada disana. Bara pun mencarinya kesana-kemari.
Hingga saat sampai diparkiran rumah sakit Bara dan Silsila saling bertabrakan dan terkejut.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Bara.
"Raka! Raka menghilang! Dia tidak ada dikamarnya!" Kata Silsila mulai panik.
"Itu tidak mungkin. Kau menjaganya dan kau ada disana. Bagaimana mungkin dia bisa keluar begitu saja. Dan kau tidak melihatnya." Kata Bara tidak percaya Raka bisaenghilang begitu saja.
"Dokter yang melihat pertama kali saat akan memeriksanya dan dia tidak ada."
"Apa yang kau lakukan disana hingga kau tidak tahu jika dia menghilang?" Bara malah menyalahkan Silsila.
"Aku kelelahan, sehingga aku tidur d Ngan lelap dan tidak mendengar apapun, tapi rasanya tidak mungkin dia pergi sementara ada aku disana."
"Buktinya dia tidak ada dikamarnya."
"Itulah yang membuatku bingung. Dia kalau akan pergi pasti selalu mengajakku dan tidak akan pergi sendiri. Kau tahukan kalau dia sangat bergantung padaku?"
__ADS_1
"Tara....." Tiba-tiba Bara menyebut nama Tara. "Dia pasti pelakunya!" Kata Bara yang menduga jika ini adalah perbuatan Tara. Bagaimana pun Tara adalah ibunya. Jadi bisa saja dengan sihirnya dia menculik Raka yang sedang tidur. Itu yang Bara pikirkan mengingat usia Raka yang masih kecil.
"Tara? Apakah menurutmu dia yang menculik Raka?"
"Hanya dia yang terobsesi dengan Raka."
"Jika begitu, ayo kita kesana."
Mereka lalu pergi kerumah Zayn. Tara sedang tidur saat itu, begitu juga Zayn.
Bara mengetuk pintu. Dan setelah beberapa saat menunggu akhirnya Zayn membukakan pintunya.
"Kenapa malam-malam begini mengganggu orang tidur?" Tanya Zayn sambil mengucek matanya.
"Dimana Tara?" Tanya Bara dan Silsila bersamaan.
"Kami ingin bertemu dengannya." Kata Bara sambil melayangkan matanya kedalam.
"Tara! Keluarlah!" Silsila langsung menerobos masuk kedalam dan bahunya menyenggol bahu Zayn, hingga Zayn terdorong mundur kebelakang.
Dia benar-benar yakin jika Tara sudah menyembunyikan anaknya.
"Tara keluarlah! Ayo kita bicara! Kita adu kekuatan!" Kata Silsila menantangnya.
"Silsila! Berhenti! Kenapa kau seenaknya menerobos masuk kerumah orang sembarangan?" Zayn terus berteriak hingga Tara terbangun karena mendengar keributan diluar kamarnya.
Tara keluar dan kaget saat melihat Silsila didepan pintu rumahnya.
"Ayo ngaku? Kau sembunyikan dimana Raka? Kau kan yang sudah menculiknya?" Tanya Silsila penuh emosi dan kemarahan.
"Raka diculik!? Dan kau menuduhku yang melakukanya? Jadi Raka hilang?" Tara l nih terkejut lagi mendengar apa yang baru saja dikatakan Silsila jika Raka diculik dan hilang.
__ADS_1
"Anakku hilang?"
"Sudah! Ngga usah pura-pura!? Cepat katakan dimana Raka?"
Tara menatap Silsila dengan kesal dan khawatir.
"Aku tidak menculiknya! Dan jika putraku tidak bersamamu, artinya dia bersama orang lain?"
Tara langsung menabrak Silsila dan menarik tangan Zayn.
"Zayn! Ayo kita cari Raka! Dia bilang, Raka diculik. Ayo Zayn! Kita harus segera menemukannya." Kata Tara lalu keluar dan tidak peduli pada teriakan Silsila yang menyusulnya dari belakang.
Tara dan Zayn datang kerumah sakit dan kebeberapa tempat untuk mencari Raka.
Tara juga pergi kerumah Bara dan siapa tahu Raka sudah pulang. Tapi Tara tidak berhasil menemukan putranya.
Hingga terdengar suara menggelegar dari arah kota.
Bahkan asap mengepul di udara. Tara menjadi semakin khawatir dan mengajak Zayn untuk pergi kearah asap itu.
Sepertinya kekacauan terjadi ditengah kota.
Tiba-tiba Mario datang dengan muka lebam dan babak belur. Mario lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi. Beberapa orang tiba-tiba datang dan meminta ramuan padanya.
Tapi mereka mengambil ramuan yang salah. Sehingga kekacauan terjadi dan tidak bisa dia cegah.
"Apa!" Tara dan Zayn serta Silsila dan Bara melongo.
Tanpa berpikir lagi mereka langsung meluncur kearah adab tebal itu.
Yang terjadi adalah Mario ditangkap oleh orang tidak dikenal dan disuruh mengatakan dimana bayi ajaib itu.
__ADS_1
Mereka mengangapnya bayi ajaib karena ibunya yang bisa melakukan sihir dan berfikir jika bayi itu juga bisa melakukanya. Mereka ternyata sudah mengincar Tara dan bayinya sejak melihat syuting yang dilakukan Tara.
Dan mereka baru mendapatkan kesempatan sekarang saat bayi itu sudah menjadi bocah dan sedang dirawat dirumah sakit. Begitu Silsila lengah, mereka memberikan obat tidur agar mudah membawanya dan melakukan percobaan dengan ramuan yang dibuat Mario.