Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Di penginapan


__ADS_3

Pangeran Hakim menyimpan baju pangerannya dan memasukannya kedalam kantong yang terbuat dari kain tebal.


"Apakah kita akan melanjutkan perjalanan kita Pangeran?" Tanya Pangeran Haris.


"Kau masih saja memanggilku Pangeran." Kata Pangeran Hakim.


"Ohhhh Iya Jumong. Aku lupa." Kata Haris yang tidak mengubah namanya. Karena dia tidak seterkenal dan sepopuler Pangeran Hakim. Sehingga tidak akan ada yang akan mengenalinya.


"Lebih baik malam ini kita beristirahat disini saja." Kata Jumong.


"Baiklah jika begitu, aku akan menyiapkan tenda untuk kita beristirahat malam ini." Kata Haris dan sudah mulai mematok kayu untuk menancapkan dan mengikat kaki tendanya.


Haris membuat dua tenda ukuran kecil untuk mereka beristirahat.


Didalam tenda Pangeran Hakim sedang bersemedi dan berbicara pada Ratu Mayang dalam semedinya.


Ratu Mayang menanyakan keadaan Pangeran Hakim. Dan Pangeran Hakim mengatakan jika saat ini mereka sedang ada diperbatasan kerajaan.


Kemudian Pangeran Hakim bangun dari semedinya dan keluar untuk berjalan-jalan disekitar tenda.


Dilihatnya Haris juga sedang duduk didepan api unggun yang dia buat dengan beberapa ranting dari pohon disekitar tenda.


"Udara sangat dingin." Kata Haris.


"Iya. Aku berfikir akan membuat api unggun namun kau sudah membuatnya." Kata Pangeran Hakim.


"Diamlah disitu Haris. Jangan bergerak. Atau panahku bisa melukaimu. Kata Pangeran Hakim dan melesatkan anak panah kearah kelinci yang kebetulan lewat dibelakang Pangeran Haris.


"Aku pikir kau akan membunuhku." Kata Haris.


"Ada kelinci dibelakangmu. Bisa untuk makan malam kita." Kata Pangeran Hakim.


Pangeran Haris kemudian menoleh kebelakang dan tersenyum melihat seekor kelinci yang sudah mati dan akan mereka makan untuk makan malam.


"Hahaha kau sangat tepat dalam memanah." Kata Haris.


"Tentu saja aku menyukai berburu sejak masih kecil. Bahkan saat kau sering menangis ditengah hutan karena ketakutan dikejar rusa. Siapa yang menyelamatkanmu?" Kata Pangeran Hakim.


"Ya aku masih ingat. Sekarang tidak lagi. Aku sudah tidak taku berburu di hutan." Kata Haris.


"Baguslah. Jadi kau tidak akan merepotkan aku." Kata Pangeran Hakim.


Kemudian mereka membakar kelinci itu dan memberinya garam.


Setelah matang mereka bagi dua dan mereka santap dengan sangat lahap.

__ADS_1


"Perasaanku lebih enak sekarang. Aku merasa lebih hangat dan tidak kedinginan lagi." Kata pangeran Hakim.


"Ya mungkin karena kita lapar, jadi kita mudah kedinginan." Kata Haris.


"Istirahatlah. Besok kita lanjutkan perjalanan." Kata Pangeran Hakim.


Kemudian Pangeran Hakim masuk kembali kedalam tendanya setelah perutnya kenyang. Sementara Haris mematikan api unggun dan menyusul masuk kedalam tendanya yang ada disamping tenda pangeran Hakim.


Pagi-pagi sekali Pangeran Haris sudah bangun dan membongkar tendanya. Kemudian menyimpanya dipunggung kuda. Begitu juga dengan Pangeran Hakim yang membongkar tendanya kemudian melipat dan menyimpanya dipunggung kuda.


"Kita berangkat sekarang?" Tanya Pangeran Hakim.


"Baiklah." Kata Haris.


Mereka kemudian menyusuri hutan dan melewati pinggir sungai yang airnya bening. "Aku akan mengisi botol minumanku dulu." Kata Pangeran Hakim.


"Ya. Aku juga akan mengisi botol minumanku." Kata Haris.


Kemudian mereka berdua turun dari kudanya dan mencuci mukanya di air jernih yang mengalir sepanjang sungai. Dan disana ada sebuah mata air kecil. Kemudian mereka memenuhi botolnya dengan air dari mata air yang jernih.


"Ayo kita jalan lagi." Kata Pangeran Hakim.


"Baiklah." Mereka kemudian menaiki kuda dan sampai di Kerajaan Muria sebelah Utara.


"Hari sudah sore. Sepertinya kita harus mencari penginapan." Kata Pangeran Hakim.


"Tapi tempat itu terlalu ramai bagaimana kalau ada yang mengenali kita?" Kata Haris kepada Pangeran Hakim.


"Tidak mungkin, selama kau tidak memanggilku Pangeran. Maka tidak ada yang akan mencurigai kita." kata Pangeran Hakim.


"Baiklah jika begitu mari kita kesana."


Kemudian Pangeran Hakim dan Haris masuk ke dalam penginapan itu yang menjadi satu dengan tempat orang yang makan dan juga minum.


"Kami pesan makanan dan minuman untuk 2 orang." Kata Pangeran Haris mendekati seorang pelayan.


"Ini makanannya tuan." Kata pelayan itu sambil menghindarkan makanan kepada tamunya.


"Apakah kami bisa menginap di sini?" Tanya Pangeran Haris kepada pelayan itu sebelum dia pergi.


"Bisa Tuan, masih ada beberapa kamar yang kosong."


"Berapakah kamar yang dibutuhkan oleh Tuan."


"1 kamar dengan 2 tempat tidur." Kata Pangeran Haris.

__ADS_1


"Baiklah Tuan akan saya siapkan." Kata pelayan itu kemudian berbicara kepada majikannya.


Setelah dilihat bahwa 2 orang yang memesan kamar itu sudah selesai makan, maka pelayan itu menghampiri mereka, untuk diantar ke tempat peristirahatannya karena kedai itu sebentar lagi tutup.


"Mari Tuan saya tunjukkan kamar tuan." kata pelayan itu berjalan dan diikuti oleh pangeran Hakim juga pangeran Haris.


Pangeran Hakim dan Haris kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mereka menaruh barang-barang bawaannya setelah itu mereka beristirahat di tempat tidur masing-masing.


Saat malam hari tiba-tiba terdengar keributan di depan penginapan itu.


Pangeran Hakim dan juga haris yang kaget karena suara ribut-ribut kemudian keluar dari kamar mereka.


Sekelompok orang bersenjata ada di depan pintu dan mereka memaksa untuk masuk ke dalam.


Kemudian salah satu dari mereka menunjukkan sebuah gambar tentang pemuda yang dia cari.


"Apakah kalian melihat pemuda ini dan apakah dia menginap di sini karena kami kehilangan jejaknya di tempat ini?" Kata salah seorang pemimpin mereka.


Pemilik kedai itu pun gemetaran karena mereka semua membawa golok juga pedang.


"Periksa tempat ini siapa tahu dia sembunyi di tempat ini!"


Empat orang sekawanan itu kemudian berhamburan masuk kedalam dan memeriksa setiap kamar.


Pangeran Haris tadinya akan maju dan melawan mereka, namun Pangeran Hakim mencegahnya.


"Sabar Haris. Biarkan saja. Jangan berusrusan dengan mereka. Kita lihat saja. Jangan membuat keributan." Kata Pangeran Hakim berbisik kepada Pangeran Haris.


"Aku tidak sabar ingin menghajar mereka yang membuat keributan malam-malam begini. Mengganggu tidurku saja." Kata pangeran Haris.


"Tidak sekarang. Saat ini kita harus menemukan gadis bercadar itu dalam penyamaran." Kata Pangeran Hakim.


Kemudian keempat anak buah itu berkumpul didepan pintu setelah memeriksa setiap kamar penginapan tanpa hasil apapun. Mereka tidak menemukan orang yang mereka cari.


"Ayo kita pergi dari sini. Kita menyebar dan kita cari lelaki itu sampai ketemu." Kata pemimpin pasukan berbaju hitam itu.


Kemudian semua tamu yang menginap kembali kekamar masing-masing untuk melanjutkan istirahatnya.


Pangeran Hakim dan Pangeran Haris kemudian juga masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.


Tiba-tiba seorang prajurit bersembunyi dilangit-langit kamar mereka.


Pangeran Haris langsung mengarahkan ujung pedang padanya.


"Siapa kau?"

__ADS_1


"Aku adalah salah satu Prajurit Istana Muria. Para Perampok itu mengejar ku tanpa sebab. Sehingga aku ketakutan dan bersembunyi dilangit-langit kamar kalian. Mohon ampuni hamba." Kata orang itu.


__ADS_2