
Ratu tersenyum mendengar jika Silsila diusir oleh Raja.
Tidak lama kemudian Raja memberikan perintah pada panglima untuk memanggil Ratunya kekamarnya.
"Siapkan hidangan yang lezat. Aku akan sarapan." Kata Raja.
"Baik yang mulia."
Tidak lama kemudian Ratu mengetuk pintu kamar Raja, karena Raja memanggilnya.
"Apakah Raja memanggil saya?" Tanya Ratu dengan senyum diwajahnya.
Meskipun mereka sering bertengkar, namun kadang mereka juga saling merindukan.
Mereka berdua terlalu angkuh untuk mengakui rasa rindu yang kadang tidak bisa diatur waktunya.
"Duduklah Ratu." Kata Raja yang sedang ingin ditemani oleh seseorang
Tadi malam mereka bertengkar, tapi Raja mulai mengingat sesuatu.
Dan Raja harus menanyakanya pada Ratunya.
"Aku dengar kau mengusir Silsila tadi malam?" Tanya Ratu.
"Aku mengundangmu bukan untuk membicarakannya."
Ahk, dia mulai mengajakku bertengkar, gumam Ratu.
"Aku masih terganggu dengan apa yang terjadi tadi malam. Aku bahkan bermimpi jika aku berubah menjadi raksasa." Kata Raja.
Sontak saja Ratu menjadi kaget. Apakah Raja bisa mengingat apa yang dia alami saat berubah wujud menjadi raksasa?
Pertanyaan itu membuat Ratu terdiam.
"Hhh, mungkin Raja sedang bermimpi."
"Tapi tadi malam, mimpi itu serasa sangat nyata. Keringat dingin bahkan membuat bajuku basah."
Apakah sekarang wujud raksasa dalam diri raja akan sering muncul?
__ADS_1
Kekhawatiran mulai menyelimuti hati Ratu Tarra.
"Mimpi adalah bunga tidur, dan mimpi seperti itu sebaiknya tidak perlu dianggap serius."
"Kau benar. Meskipun mimpi itu terasa sangat nyata. Tapi itu hanyalah mimpi." Kata Raja mengangguk-angguk.
Tiba-tiba, Silsila tanpa perintah Raja sudah berdiri dipintu dengan riasan lengkap dan baju yang indah.
Ratu kaget saat melihat Silsila ada disana.
Lancang sekali dia!
Kata Ratu Tara dalam hati dengan tatapan tajam tepat kewajah Silsila.
"Maafkan kelancangan hamba yang mulia. Hamba tidak tahu jika Raja sedang bersama Ratu." Kata Silsila yang tadi sudah mencoba dihalangi oleh pengawal Raja didepan untuk tidak masuk kedalam.
Tapi Silsila mengancam kedua prajurit itu jika tidak memberikannya ijin masuk.
Prajurit ketakutan karena tahu jika saat ini Silsila sedang menjadi kesayangan Raja.
"Maaf Paduka, Pelayan Silsila tetap memaksa masuk meskipun kami sudah melarangnya." Kata kedua prajurit itu.
"Baiklah prajurit, biarkan saja dia masuk. Kalian boleh pergi." Kata Raja dengan tenang.
"Awas karena kalian sudah memanggilku sebagai pelayan. Aku adalah seorang putri! Bukan pelayan! Kalian akan aku pecat pertama kali jika aku menjadi Ratu!" Bisik Silsila ketelinga kedua prajurit itu.
"He, dia sedang bermimpi rupanya. Pelayan ingin menjadi Ratu. Itu tidak akan terjadi!" Kata salah seorang prajurit kepada temannya.
"Sudah, ayo kita tinggalkan saja dia disini." Kata prajurit yang lainnya.
"Ampun paduka, hamba mohon diri, hamba sudah mengganggu paduka dan Ratu." Kata Silsila.
"Kemarilah!" Panggil Raja.
Sontak saja Ratu yang sedang makan langsung menaruh makananya dan terkejut.
"Duduklah bersama kami. Kita akan berbincang-bincang." Kata Raja pada Silsila.
Harga diri Ratu langsung terluka, saat dia harus duduk bersama seorang pelayan seperti Silsila.
__ADS_1
"Saya akan segera pergi, ada beberapa hal yang ingin saya kerjakan." Kata Ratu lalu bangkit dari duduknya.
Raja kaget dan tertegun menatapnya.
"Duduklah sebentar lagi."
"Tidak Raja, maaf..." Ratu langsung meninggalkan tempat itu dan membiarkan Raja bersama pelayan Silsila itu.
Ratu kemudian menemui pemimpin istana Putri.
Dia sedang duduk sambil menyulam kain.
"Ampun Ratu, kenapa Ratu harus repot-repot datang kemari? Biarkan hamba yang datang ke istana Ratu." Kata Salma.
"Salma, sudah lama aku tidak berkunjung ke istana Putri ini. Aku ingin melihat-lihat. Apakah kau bisa menemaniku berjalan-jalan ditaman?" Tanya Ratu pada Salma.
"Mari Ratu." Kata Salma.
Dalam perjalanan mengelilingi taman, mereka berbincang-bincang dan Ratu mulai menanyakan tentang Silsila.
"Apakah dia menyulitkan pekerjaanmu?" Tanya Ratu.
"Dia paling susah diatur diantara semua putri." Kata Salma.
"Dia terlihat sangat pemberani. Kau harus lebih memperhatikannya." Kata Ratu.
"Maksud Ratu?"
"Terus awasi dia, dia sedikit berbahaya. Laporkan padaku jika dia membuat masalah." Kata Ratu.
"Baik Ratu." Kata Salma dengan puas.
Akhirnya aku akan membalas perbuatanmu Silsila.
Aku akan membuatmu dibuang ketengah samudra!
Kau akan tenggelam dan mati dimakan ikan besar!
Melalui Ratu, aku akan membuat perhitungan padamu! Kau begitu sombong!
__ADS_1
Kata Salma yang akhirnya menjadi mata-mata untuk terus mengawasi Silsila.