
Keesokan harinya Ratu sudah ada didalam kereta dan diiringi oleh para prajurit yang dipimpin oleh panglima kumbang.
Seharian dalam perjalanan akhirnya Ratu bertemu keluarganya yang sudah membesarkannya.
Permaisuri Andini menjemput Ratu Tara dan kaget saat panglima kumbang ikut bersamanya.
"Permaisuri?" Tanya Panglima kumbang saat melihat permaisuri Andini.
Permaisuri juga nampak terkejut karena Ratu Tara diantarkan oleh panglima kumbang yang dulu juga mengabdi pada kerajaannya.
"Panglima?"
"Permaisuri tinggal disini?"
Permaisuri mengangguk dan tersenyum pada panglima kumbang.
"Dan Ratu adalah putri Raja Mayapada?"
"Kau benar, dia adalah putriku dan pewaris dari kerajaan Maya. Tapi Ratu Mayang sudah merebut hak miliknya."
"Artinya sebenarnya Ratu adalah putri permaisuri?"
"Kau benar panglima. Aku sengaja merahasiakan identitasnya, agar bisa merebut kembali kerajaan Maya." Kata Permaisuri Andini.
"Masuklah panglima, mari kita berbicara secara pribadi."
Kata permaisuri Andini dan Ratu Tara menemui ayah angkatnya, sementara permaisuri berbicara dengan panglima kumbang.
__ADS_1
"Dia adalah keturunan raksasa. Dan itu berbahaya bagi putriku jika terus bersamanya." Kata Permaisuri.
"Apa?"
"Ya. Itu adalah kebenaranya panglima. Jadi sebaiknya Ratu Mayang dan keturunannya harus disingkirkan dari muka bumi ini. Suatu saat sifat raksasanya akan keluar dan kehidupan rakyatku akan terancam. Apalagi dia punya kekuasaan dan seorang Raja."
"Tapi, bagaimana mungkin itu bisa terjadi."
"Semua ini adalah perjanjian Ratu Mayang dan raksasa yang merupakan suaminya. Suatu saat naluri kemanusiaannya akan hilang dan dia akan membawa sifat Angkara murka." Kata permaisuri memperingatkan panglima kumbang agar terus menjaga putrinya.
"Aku tahu putriku mulai jatuh cinta pada Raja muda itu. Tapi ini tidak boleh terjadi. Kau harus menjauhkan putriku dari Raja yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi raksasa."
Kata Permaisuri dengan cemas dan khawatir akan putrinya yang mulai dikendalikan oleh perasaanya.
"Baiklah, jika hamba tahu dari awal, maka hamba lebih mudah untuk menyingkirkan Raja dan Ratu Tara lah yang akan berkuasa.
"Putriku terlalu mengedepankan perasaanya, seharusnya dia menjadi Ratu dan melenyapkan suaminya. Tapi dia tidak melakukanya." Kata Permaisuri pada panglima kumbang.
"Hamba mohon diri," Kata panglima kumbang dan pergi meninggalkan ibu dan anak untuk saling berbincang dan bercengkerama.
"Apa yang ibunda katakan pada panglima?"
"Aku mengatakan untuk menjagamu dengan baik. Ibu mencemaskanmu."
"Ibu harusnya tidak perlu mencemaskanmu. Aku sekarang adalah seorang Ratu."
"Seharusnya kau memang menjadi seorang Ratu dan tidak perlu ada Raja disampingmu. Kenapa kau tidak menyingkirkannya?" Tanya Permaisuri pada putrinya.
__ADS_1
"Karena dia bukanlah raksasa. Hamba tidak ingin membunuh orang yang tidak berdosa."
"Dia adalah titisan raksasa dan Ratu Mayang yang kejam. Dia juga seharusnya kau singkirkan meskipun dia adalah suamimu." kata permaisuri.
"Ibunda, hamba tidak ingin membuat kesalahan hingga hamba yakin jika dia adalah raksasa. Sifatnya jauh berbeda dengan ibunya." kata Ratu Andini.
"Kau mulai dikuasai oleh perasaan. Nanti saat kau tahu jika dia adalah raksasa, maka kau akan menyesalinya karena sudah terlambat." Kata Permaisuri.
"Tidak ibunda, ibunya memang jahat, tapi Raja sebenarnya tidak jahat, dia hanya....."
"Hanya apa? Apakah dia menyakitimu?"
"Tidak!" Jawab Putri Tara berbohong karena tidak ingin ibundanya cemas.
Aku tidak bisa membunuhnya. Ada benihnya didalam rahimku. Jika aku membunuh suamiku, maka anaku suatu saat akan membunuhku demi balas dendam.
Aku tidak mau itu terjadi. Anakku akan membenciku jika aku menghabisi ayahnya.
Tapi aku harus merahasiakan semua ini. Ibunda tidak boleh tahu jika aku hamil.
"Wajahmu nampak pucat. Apa kau sakit?" Tanya Permaisuri pada putrinya yang sedikit pucat.
Sudah biasa bagi seorang wanita saat mengalami hamil muda maka akan lebih mudah merasa lelah dan wajahnya menjadi pucat dan tidak seperti biasanya.
"Sebaiknya kau istirahat." Kata Permaisuri.
Putrinya lalu mengangguk dan berbaring karena tiba-tiba kepalanya pusing.
__ADS_1
"Apakah kau mau makan dulu?" Tanya Permaisuri.
"Tidak, nanti saja ibunda." Kata Ratu Tara yang tiba-tiba selera makanya menjadi hilang dan tidak ingin makan apapun.