Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Kesepakatan bibi Kaliya dan Silsila


__ADS_3

Silsila tidak kuasa menahan airmatanya karena sedih dan cemburu.


Bibi Kaliya melihat apa yang terjadi pada Silsila dari kejauhan.


Bibi Kaliya lalu mendekatinya dan mengajaknya kembali keistana Ratu.


Diperjalanan sebelum sampai diistana Ratu, bibi Kaliya mengatakan sesuatu yang tidak terduga.


"Apakah kau sangat mencintai yang mulia Raja?"


Tanya bibi Kaliya.


"Tapi sepertinya kau telah dicampakkan oleh Raja karena Ratu sedang hamil." Kata bibi Kaliya yang juga mendengar gosip itu.


"Jika kau hanya datang untuk mengatakan itu, sebaiknya menjauhkan dariku! Kau tidak tahu betapa berbahayanya orang yang sedang terbakar cemburu."


"Hahahaha...Ini yang aku suka darimu. Cemburu yang membakar."


"Diamlah. Jika kau hanya ingin mengejeku, sebaiknya kau pergi dari hadapanku!"


"Kau bahkan berani mengusir pengasuh raja! Kau benar-benar bisa diandalkan! Mari kita bekerja sama dan membuat kesepakatan." Kata Bibi Kaliya.


"Maksudmu? Kesepakatan? Bukankah kau selama ini berpihak pada Ratu!?"


"Aku berpihak pada semua orang yang menguntungkan diriku. Aku juga bisa berpihak padamu."


Sekarang Silsila baru mengerti jika ternyata Bibi Kaliya juga bermain belakang demi ambisinya sendiri.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Silsila.


"Gugurkan kandungan Ratu!" Kata Bibi Kaliya.


"Apa!?" Silsila nampak kaget dan terkejut.


"Jika kau berani melakukanya maka kau akan mendapatkan Raja sepenuhnya. Ratu akan bersedih dan merana, sementara Raja akan menyalahkanya karena tidak bisa menjaga kandunganya." Kata Bibi Kaliya.


"Mungkin Raja akan mengusirnya dari istananya." Kata Bibi Kaliya.

__ADS_1


"Benarkah? Jika itu kulakukan aku akan menjadi kesayangan raja kembali?"


"Tentu saja! Ratu dan bayinya adalah penghalang bagimu."


"Baiklah. Aku setuju denganmu. Mari kita bekerja sama." Kata Silsila.


Bibi Kaliya lalu mengeluarkan ramuan dari sakunya.


"Gunakan ini, kau bisa membuatnya keguguran dengan ramuan ini." Kata Bibi Kaliya.


"Apa isi dari ramuan ini?"


"Jangan banyak bertanya, kau hanya harus memastikan jika kau bisa mendekati ratu dan membuatnya meminumnya."


"Itu agak sulit. Bagaimana aku bisa mendekati Ratu?"


"Gunakan akalmu! Dan berfikir lah!" hardik bibi Kaliya.


"Tapi ngomong-ngomong, kenapa tidak kau lakukan sendiri saja. Bukankah kau sering bertemu Ratu dan kau juga bekerja didapur?"


"Jika aku bisa melakukanya sendiri, untuk apa aku minta bantuanmu! bod*h!" Kata Bibi Kaliya.


"Ramuan itu akan membuat bayinya meninggal didalam kandungan."


Kata Bibi Kaliya.


"Jadi tidak akan ada yang mencurigaimu." Kata Bibi Kaliya lalu pergi meninggalkan Silsila.


Sementara Salma yang melihat Silsila begitu akrab dengan bibi Kaliya mulai curiga.


"Kenapa mereka terlihat akrab sekali? Pasti ada yang tidak beres. Dari awal, wanita itu mencurigakan dan bermulut manis pada semua orang. Tapi aku tidak mempercayainya." Kata Salma.


Ratu bahkan sudah masuk dalam perangkapnya. Raja berhutang budi padanya. Dia ahli dalam bermain peran. Dia juga ratu sandiwara yang licik.


Aku dan pangeran Haris tidak pernah bisa membuktikan kecurigaan kami. Dan malah sekarang pangeran Haris tinggal jauh dari istana ini.


Dan itu pasti atas usul dari bibi Kaliya, hingga ratu memutuskan untuk menjauhkan Pangeran Haris dari istananya.

__ADS_1


Sebaiknya aku mengirim surat pada pangeran Haris, gumam Salma.


Didalam kamar Raja.


"Makanlah yang banyak, kau sedang mengandung. Dan aku tidak mau calon anak kita kekurangan nutrisi." Kata Raja.


"Aku sudah sangat kenyang Raja. Dan mataku mulai mengantuk."


Kata Ratu dan berusaha menahan matanya yang mengantuk sekali setelah makan terlalu banyak.


Dan itu biasa terjadi saat mereka sedang hamil. Rasa malas yang berkepanjangan dan rasa mengantuk yang berlebihan.


Setiap wanita hamil mengalami gejala yang berbeda-beda. Tergantung bawaan si jabang bayi tersebut.


"Aku akan mengantarmu kekamarmu." Kata Raja lalu bangun dan mengulurkan tanganya untuk ratunya.


Ratu yang mulai luluhpun sekarang sudah jarang bertengkar dengan Raja.


Ratu berfikir, jika dia terus bertengkar dengan raja maka, dia malah tidak bisa mengawasi raja jika sewaktu-waktu raja berubah wujud menjadi raksasa.


Sementara Raja sangat senang dengan sikap manis dan menurut dari ratunya. Dia tidak bawel dan cerewet seperti sebelumnya.


Raja juga merasakan perubahan itu.


Sesampainya dikamar Ratu.


"Aku akan tidur disini malam ini." Kata Raja.


"Tapi...."


"Ini demi anak kita. Dia mungkin juga merindukan ayahnya." Kata Raja tersenyum manis pada Ratunya.


Ratu mengangguk, dan ini pertama kalinya Raja bermalam dikamarnya setelah berbulan-bulan lamanya.


Raja lalu menaruh tangannya diperut Ratu dan mulai membelai dan mengelus perutnya yang semakin membesar.


Ratu merasa nyaman saat Raja melakukan itu. Dan Ratu juga tidak menolaknya saat Raja mencium keningnya dan punggung tangannya.

__ADS_1


Mereka mulai berbaring dalam satu ranjang. Ada rasa yang tidak biasa malam ini. Kerinduan selama berbulan-bulan terpisah, membuat malam ini menjadi malam yang hangat dan terasa panjang.


__ADS_2