
Malam ini Zayn sedang duduk diteras dilantai dua rumahnya. Dia tiba-tiba teringat pada Harun dan wangi rambut Tara. Tanpa sadar dia menghirup udara sebanyak-banyaknya, seakan dia sedang mencium aroma rambut Tara.
"Gadis aneh!" Dia berbicara sambil tersenyum manis seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Sudah menjadi kebiasaan jika orang yang sedang jatuh cinta akan terus berkata dan bergumam sendirian. Kadang mereka tertawa sendiri kadang mereka juga tersenyum sendiri.
Beruntung tidak ada orang yang melihatnya, karena jika ada yang melihat dia tersenyum sendirian seperti ini bisa dipastikan jika orang akan beranggapan bahwa Zayn, artis paling ganteng, sudah mulai tidak waras sejak bangun dari koma.
"Koma? ya....sejak aku koma, tanda ini muncul. Aku penasaran. Kata Tara, di kerajaanya, siapapun yang punya tanda seperti ini bisa menggunakan sihir. Apakah aku juga bisa menggunakanya?"
"......"
Zayn berfikir sejenak.
"Sebaiknya aku mencobanya sekali lagi. Jika malam hari mungkin berhasil." Kata Zayn.
Zayn menutup matanya dan duduk bersila. Dia mulai menarik nafas dan menahanya sambil mengucapkan mantra.
Lalu dia menggerakkan ujung jari telunjuknya dan membuka matanya.
"Ahk, shiittt, gagal lagi!"
"Aku coba sekali lagi. Dan sekarang aku akan mencoba sihir melayang di udara. Siapa tahu kali ini bisa."
Tidak lama kemudian setelah mengucapkan mantranya tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi. Zayn bisa terangkat dari permukaan lantai dan dia melayang di udara.
Memang belum terlalu tinggi, hanya 20 sentu dari tanah. Namun itu sudah membuatnya sangat senang seakan dia baru saja mendapatkan hadiah yang banyak.
"Horeeeee...."
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa melayang!"
"Ops...!" Zayn segera sadar jika dia berbicara terlalu keras.
Zayn lalu berusaha kembali menapak tanah tapi dia lupa tidak menanyakanya pada Tara, hingga dia membaca mantra asal-asalan dan dia terlempar dan kepentok lantai. Dahinya memar karena dia dalam kondisi tidak siap tadi.
"Oohh, sial! Dahiku...." Kata Zayn memegang dagunya yang memar.
"Aku harus segera mengompresnya, besok aku ada syuting. Jika tidak, wajah tampanku akan terlihat aneh."
Akhirnya Zayn masuk kedalam dan mengompres dahinya agar memarnya berkurang.
***
Tara sedang duduk bersama Bara dan berbicara tentang rencana pernikahan yang akan didaftarkan besok siang.
"Kita akan mendaftarkan besok siang." Kata Barra lalu mengambil sebuah novel dari tas kecilnya.
"Ini adalah novel legenda kuno tentang raksasa dan Ratu yang terusir dari istana."
Tara mengernyitkan dahinya dan melihat cover novel itu.
"Sepertinya ceritanya menarik." Kata Tara sambil membuka bab demi bab secara cepat.
"Bagaimana jika sebelum kita menikah, kita membuat film pendek dengan alur mengikuti kisah dinovel ini? Disini banyak unsur supranatural nya. Sepertinya akan sangat cocok untukmu."
Kata Bara sambil menatap dan tidak sabar dengan jawaban Tara.
"Boleh juga. Apakah aku akan dibayar?"
__ADS_1
"Tentu saja. Kau pemeran utamanya, kau akan dibayar mahal untuk film ini. Jika kemarin kau hanya menjadi peran pembantu saja. Kali ini kaulah yang akan menjadi daya tarik dari film itu."
Tara nampak mengangguk-angguk.
"Apakah aku akan berakting dengan Zayn?" Tanya Tara.
"Sepertinya kali ini tidak. Kau akan berakting dengan aktor yang lain." Jawab Barra.
Entah kenapa Tara merasa ada aneh saat Barra mengatakan jika dia tidak akan berakting dengan Zayn.
Zayn adalah orang yang pertama kali dia temui dan juga yang sudah menyelamatkannya.
Meskipun dia sedikit sombong dan cuek, tapi entak kenapa hatinya terus ingin berada didekatnya dan melihat wajahnya.
"Zayn akan membintangi film yang berbeda, dia sudah kontrak untuk film itu. Jadi dia tidak bisa bermain untuk dua film dalam waktu bersamaan, hasilnya tidak akan bagus." Kata Barra lalu menyimpan buku itu didalam tasnya lagi.
"Bagaimana? Apakah kau mau?" Tanya Barra.
"Baiklah." Kata Tara yang membutuhkan uang untuk dirinya sendiri. Meskipun ada Bara atau Zayn, tapi tidak selamanya dia bisa mengandalkan mereka.
Dia tetap harus punya uang sendiri meskipun dia akan menikah dengan Barra.
"Ayo kita tidur, hari sudah semakin larut." Kata Barra lalu menggandeng tangan Tara.
Saat itulah Tara sadar, jika tangan Bara tidak sehangat tangan Zayn.
Dan genggamanya tidak membuat hatinya dan jantungnya bergetar seperti saat Zayn menyentuhnya.
"Siapakah Zayn? Mana mungkin aku bisa merasakan hal semacam ini pada manusia modern seperti dirinya? Siapakah dia sesungguhnya?" Gumam Tara saat Bara pergi dari kamarnya.
__ADS_1
Tara mencoba mengingat tanda ditangan Zayn dan berfikir jika Zayn pasti mempunyai suatu rahasia.
Aku harus mencari tahu tentang dirinya. Aku sangat penasaran dengan tanda di telapak tanganya.