Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Satu raga dua jiwa


__ADS_3

Zain berlutut dilantai dan kepalanya tertunduk kebawah. Dia juga baru menyadari jika ternyata dia tidak memiliki dirinya sepenuhnya. Ada jiwa orang lain yang mengisi separo jiwanya.


Dan orang itu tidak lain adalah suami Tara, Raka Hakim atau jelmaan raksasa.


Pantas saja aku sering bermimpi tentang raksasa beberapa hari terakhir ini. Dan juga kukuku tiba-tiba memanjang mirip binatang buas. Lalu sihir? Sihir yang sebelumnya aku tidak pernah bisa melakukanya, tiba-tiba saja aku bisa melakukanya.


"Zayn!?" Tara menyebut nama temanya dari dunia masa depan.


"Kau berubah jadi raksasa? Dan bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Tara kebingungan.


Saat Zayn berubah menjadi raksasa itulah, dia lupa jika dia adalah Zayn, melainkan Raja Hakim yang bersemayam didalam jiwanya yang mengendalikan raganya.


"Aku pikir kau adalah Raja Hakim, suamiku." Kata Tara dengan sedih karena dia pikir suaminya hidup kembali.


"Saat menjadi raksasa, suami mu lah yang memiliki raga ini. Dan saat kembali ke masa depan, aku adalah Zayn." Kata Zayn lalu membersihkan pakaiannya dari noda tanah.


Permaisuri mendekati putrinya dan memeluknya.


"Bagaimanapun, kau harus berterimakasih pada temanku itu. Karena berkat bantuanya akhirnya kita bisa tahu jika bibimu sangat jahat. Dan kau memiliki kerajaanmu kembali."


Permaisuri lalu mengajak Zayn masuk kedalam istana dan menjamunya dengan makanan dan minuman yang enak.


Zayn lalu mengambil lauk dan makan dengan lahap karena ternyata masakan kerajaan ini sangat lezat.

__ADS_1


Tapi kemudian Zayn teringat sesuatu. " Aku seperti pernah makan, makanan seperti ini." Kata Zayn dan menatap Tara.


Tara lalu tersenyum karena dialah yang mendatangkan makanan itu dengan sihirnya.


"Apakah ini makanan yang sama?" Tanya Zayn.


Tara tersenyum dan mengangguk.


"Pantas saja, rasanya sama persis dengan yang aku makan waktu itu."


"Enak bukan?"


"Ya...sangat lezat..." Kata Zayn lalu bersandar pad kursi dan teringat sesuatu.


Namun belum sempat dia menjawab, panglima kumbang datang menghadap Ratu Tara yang saat ini resmi menjadi ratu kembali dan duduk di singgasana nya.


"Hamba menghadap, ratu. Hamba sudah menangkap semua pengikut Kaliya dan memenjarakannya." Kata Panglima kumbang.


"Terimakasih Panglima. Dan....bagaimana dengan Silsila?"


"Dia melarikan diri dari istana Ratu." Kata Panglima kumbang.


"Ya sudah, kau tidak perlu mengejarnya. Biarkan saja dia pergi dari istana ini." Kata Ratu Tara.

__ADS_1


"Sepertinya dia pergi dengan menggunakan sihir dari Kaliya dan hamba sudah mencarinya keseluruh pelosok desa tapi tidak menemukannya." Kata Panglima kumbang.


Panglima kumbang kemudian pamit kepada Ratu Tara dan juga permaisuri.


***


Malam ini Zayn tidur dikamar Raja. Dan Zayn menatap setiap hiasan dan pajangan di setiap sudut kamar.


"Seperti inikah kamar raja?" Kata Zayn pada lukisan Raja Hakim didinding kamarnya.


Tiba-tiba lukisan itu tersenyum dan Zayn kaget dan hampir saja dia lari. Tapi dia segera sadar jika dikerajaan ini banyak sekali ilusi.


"Ohh, hampir saja aku tertipu oleh ilusi lukisan itu. Sial! Aku hampir saja lari karena kaget."


"Kau lumayan tampan juga, dan sekarang kau ada di tubuhku. Dan saat aku berubah menjadi raksasa. Maka kaulah pemilik raga ini." Kata Zayn pada lukisan Raja Hakim.


Zayn lalu mengambil sebuah buku dan dia hampir saja membukanya. Tapi dia ingat jika dia harus mengajak Tara kembali untukenikah dengan Bara.


"Menikah dengan Bara? Artinya kita tidak akan sedekat ini lagi." Tiba-tiba ada perasaan lain dirasakan oleh Zayn.


Ada rasa seperti tidak rela menyerahkan Tara untuk menikah dengan Bara.


Apalagi setelah tahu jika didalam dirinya bersemayam jiwa Raja Hakim. Yang tidak lain adalah suami Tara.

__ADS_1


__ADS_2