
Putri Tara sedang duduk bersama Pangeran Hakim disebuah taman ilusi.
Rupa-rupanya seiring berjalannya waktu mereka semakin dekat dan jatuh cinta. Padahal Dayang Kaliya sudah memperingatkan mereka agar tidak terlalu dekat, tapi namanya juga hati, kadang dia tidak bisa dikendalikan oleh akal.
"Sebaiknya malam ini kita tidur disini." Kata Raja pada Ratunya.
Ratu menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya. Dia menatap langit ilusi yang sangat indah.
Raja Hakim kemudian mengucapkan sebuah mantra tanpa disadari oleh Ratu Tara. Dan memang aneh karena hingga saat ini mereka belum pernah berbulan madu.
Dan itu sangat menyakitkan bagi Raja Hakim yang menunggu sekian lama.
Namun lagi-lagi dia harus kecewa karena begitu banyak alasan dari Ratunya.
Padahal Pangeran Hakim tidak tahu, jika Ratu Tara sengaja menjaga kesuciannya karena dalam semedinya waktu itu, dia tidak boleh berhubungan dengan Raja Hakim.
Tapi Raja tidak tahu alasan dibalik semua itu, dan karena sudah tidak sabar lagi, maka dia menggunakan mantra agar bisa membuat Ratunya tidak sadarkan diri.
Dan benar saja, setelah mencium aroma wangi semerbak dari botol kecil yang dikeluarkan Raja Hakim dari sakunya, Ratu Tara segera tidak sadarkan diri.
Saat itulah, Raja meminta haknya sebagai suaminya. Dan Ratu tanpa sadar membuka matanya, dan dia sangat terkejut saat Raja sudah berada diatas tubuhnya.
Namun setelah itu Ratu pingsan lagi dan Raja telah selesai melakukan misinya. Ratu Tara terbangun dan merasakan badannya sakit dan juga pegal-pegal.
Dia melihat Raja tertidur pulas disampingnya. Ratu tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya. Namun saat akan berjalan tiba-tiba dia merasakan sesuatu diantara kedua kakinya nyeri dan sakit saat berjalan.
"Apa yang terjadi? Kenapa nyeri sekali?" Ratu yang belum pernah melakukan hubungan itu tidak tahu jika sesuatu telah terjadi padanya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Raja dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.
Dia benar-benar merasa nikmat dan puas setelah melakukan apa yang dia dambakan selama ini.
"Ya, tapi kenapa tiba-tiba nyeri sekali saat akan berjalan." Kata Ratu.
__ADS_1
Merasa tidak enak karena sudah memperdaya istrinya, akhirnya Raja mengaku jika sudah melakukan hubungan suami istri saat dia sedang tidur.
"Maafkan aku. Aku tidak tahan saat melihatmu tertidur pulas disampingku." Kata Raja dan sontak saja Ratu sangat marah padanya.
"Kenapa kau lakukan itu tanpa ijin dariku? Kenapa kau lancang sekali!?" Kata Ratu sangat marah dan langsung keluar dari ilusi itu.
Saat ini Ratu sudah berada dikamarnya. Dan Raja mengejarnya dengan sihir yang dia punya.
"Maafkan aku. Kenapa kau harus marah. Kita adalah suami istri, dan sejak kita menikah, kau belum melakukan kewajibanmu."
"Tapi seharusnya kau minta ijin dariku dulu."
"Aku terus menginginkannya dan memberimu isyarat, tapi kau selalu saja beralasan dan aku muak dengan alasan-alasanmu itu." Kata Raja yang memang temperamen dan cepat marah.
"Kau pasti menikah hanya demi kepuasan sematan!"
"Jaga ucapanmu. Kalimat itu tidak pantas keluar dari bibir seorang Ratu. Bagaimana kalau terdengar oleh prajurit atau rakyat?"
"Mereka tidak akan mendengarnya. Tapi katakan dengan jujur, kau menikah demi tubuhku bukan?" Kata Ratu kesal.
"Aku bilang tunggu saat yang tepat. Aku belum siap!"
"Sudahlah! Untuk apa kita bertengkar, semuanya sudah terjadi dan aku sudah melakukanya. Jadi kau maafkan saja aku dan utusan ini selesai. Lagian apa bedanya sekarang atau nanti. Kita ini suami istri, apa kau tidak ingin punya keturunan untuk kerajaan ini?"
"Kau tidak mengerti akibat dari yang kita lakukan." Kata Ratu dengan berurai air mata.
"Akibatnya semua orang juga tahu. Jika setalah melakukan hubungan itu maka kita akan punya anak!" Kata Raja.
"Bukan hanya itu. Ada masalah yang lebih besar lagi." Kata Ratu Tara.
"Masalah apa?"
"Sudahlah! Aku lelah, aku akan mandi, sekarang sebaiknya kau keluar." Kata Ratu Tara pada Raja yang masih sangat muda itu.
__ADS_1
Usia mereka baru 21 tahun, tapi mereka harus menjadi Raja dan Ratu diusia uang semuda itu. Hingga kadang emosi lebih mereka kedepankan daripada sikap bijaksana sebagai seorang Raja dan Ratu.
Hal itu tentu saja membuat panik beberapa tetua dikerjakan itu. Karena kadang mereka membuat keputusan yang tidak masuk akal dan begitu cepat mengubah sesuatu yang sudah dijalankan bertahun-tahun.
Bahkan mereka tiba-tiba mengangkat prajurit dan tiba-tiba memecat prajurit tanpa pikir panjang.
Berita tentang Raja yang kadang labil itupun dimanfaatkan oleh para pejabat kerajaan untuk memperkaya diri.
Beberapa kebijaksanaan Raja kadang lebih mengutamakan kepentingan pejabat daripada Rakyat.
Alih-alih demi Rakyat, para pejabat itu menggunakan wewenangnya untuk memperkaya diri mereka sendiri.
Apalagi saat ini Ratu Mayang tidak ada lagi kabar beritanya, sekarang para pejabat mulai berani bersuara bahkan berkata lantang saat rapat tentang pemilihan pimpinan anggota para pejabat.
Raja keluar dari kamarnya dengan kesal setelah bertengkar dengan Ratunya.
Dia ingat jika ada pertemuan hari ini dengan beberapa pejabat tinggi. Dan ada pengusaha dan pedagang juga yang menunggu keputusanya soal ketersediaan makanan pokok yang sudah mulai menipis.
"Sebaiknya kita salurkan semua barang yang tersedia digudang. Kasihan rakyat miskin. Dan kita bangun hutan-hutan menjadi ladang untuk bercocok tanam." Kata seorang Pejabat pada Rajanya.
"Apakah ada lagi yang punya pendapat lain?"
"Sebaiknya kita tahan dulu yang mulia, karena jika stok habis dan kita belum panen, maka nanti semua orang akan kelaparan, dan bagaimana jika makanan itu tidak tersalurkan semua kepada rakyat. Tapi malah diborong oleh orang kaya dan diperjual belikan kembali kepada rakyat dengan harga yang mahal atau dua kali lipat? Tentu ini akan merugikan rakyat. Dan akan membuat rakyat semakin menderita."
"Ya pendapat yang kedua ada benarnya juga."
"Yang kaya akan semakin kaya dan uang miskin akan semakin miskin." Dia menambahkan lagi pendapatnya.
"Bagaimana kalau kita mendatangkan bahan makanan dari kerajaan lain yang mulia? Tentu hal ini untuk menjaga ketersediaan stok bahan pangan untuk rakyat kita."
"Baiklah, nanti akan saya pertimbangkan semuanya. Dan saya akan memberikan kabar pada kalian besok hari. Sekarang rapat dibubarkan." Kata Raja lalu pergi ke kamarnya.
Dilihatnya Ratu masih sedih dan muram akibat perbuatannya.
__ADS_1
Raja pun lalu duduk disampingnya dan minta maaf padanya.
"Jangan khawatir, apa yang kau khawatir kan? Katakan padaku, kita akan menghadapinya bersama-sama. Sudah, jangan sedih dan khawatir lagi. Semuanya akan baik-baik saja."