
Putri Tara terus memacu kudanya semakin jauh dari istana Ratu Mayang.
Dipintu gerbang Kerajaan Muria kemudian mereka berhenti.
"Berhentilah dulu Reksa. Aku sangat lelah. Aku mau jalan-jalan dipasar dulu." Kata Putri Tara.
Kemudian Putri Tara turun dari kudanya dan mengikat kudanya pada sebuah pohon yang besar dan rindang.
Reksa juga melakukan hal yang sama. Dia mengikat kudanya didekat pohon yang besar. Reksa yang gendut itu kemudian melihat keatas pohon tidak jauh dari tempat Putri Tara berdiri.
"Putri, hamba akan kesana dulu." Kata Reksa sambil berjalan mendekati sebuah pohon mangga yang sedang berbuah sangat lebat. Buahnya juga ranum dan sebagian sudah matang. Lalu Reksa mendekati buah itu kemudian menggoyangkan pohonya dengan menggunakan sihirnya.
Ajaib
Buah itupun berguguran dan berjatuhan ketanah diatas rerumputan.
Kemudian Reksa menunduk dan memunguti semua buah dan membawanya kehadapan Putri Tara.
"Dari mana kau mendapatkan buah sebanyak ini Reksa?" Kata Putri Tara yang melihat buah yang sangat banyak ada tangan Reksa.
"Dari sana Putri."
Kemudian Reksa dengan cepat memakan semua buah ituembgunakan belati yang ada di sepatu sandalnya.
"Makanlah Putri. Buahnya sangat lezat." Kata Reksa uang makan seperti orang kelaparan.
Maklum, memang dari pagi Reksa tidakemakan apapun. Karena dia terlalu takut untykenyantap hidangan yang disediakan Ratu Mayang di acara Sayembara itu.
Reksa takut jika yang dia makan sudah tercampur sihir jahat atau racun. Sehingga dia memilih untuk menahan rasa laparnya.
Biji buah mangga yang sudah dia makan pun berserakan dimana-mana.
Putri Tara hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang menghabiskan buah itu dan hanya sisa beberapa saja.
"Aku sangat kenyang. Sebaiknya aku istirahat disini." Kata Reksa sambil mengambil daun kering sebagai alas tidurnya. Setelaherasa kenyang kemudian Reksa merebahkan dirinya diatas rumput yang sudah diberikan alas daun yang kering.
Rasa ngantuk mulai menyerangnya karena makan dalam jumlah yang banyak.
Putri Tara kemudian juga mengambil satu buah Mangga itu dan mengupasnya menggunakan belatinya. Sedikit demi sedikit putri Tara merasakan lezatnya buah mangga itu yang matang di pohon.
Putri Tara mengunyah daging mangga itu sambil melihat dikejauhan. Entah kenapa tiba-tiba dia seperti melihat bayangan pangeran Hakim dikejauhan.
Tidak tahu sebabnya tiba-tiba wajah Pangeran Hakim yang dingin itu terlintas dalam matanya.
deg
Hal itu membuat Putri Tara kaget dan mengucek matanya berulangkali. Dan ternyata tidak ada siapapun disana. Berarti yang tadi dilihatnya hanyalah ilusinya saja.
Putri Tara kemudian bangun dari tempat duduknya dan berjalan berkeliling disekitar tempat itu.
__ADS_1
Dihirupnya udara yang sangat lembut dan hangat karena sinar matahari yang tidak terlalu terik.
Akhirnya Putri Tara membangunkan Reksa saat didengarnya derap kaki kuda yang berlari mendekat.
"Reksa bangunlah." Kata Putri Tara.
"Ada apa Putri." Tanya Reksa yang kaget karena dibangunkan oleh Putri Tara.
"Sepertinya ada yang datang kearah kita."
"Ayo kita sembunyi." Kata Putri Tara pada Reksa.
Kemudian mereka sembunyi dibalik semak-semak dan melihat siapa yang datang.
"Mereka sepertinya bukan dari kerajaan Muria." Kata Reksa.
"Siapakah mereka menurutmu Reksa?"
"Hamba juga tidak tahu Putri, tapi dilihat dari gelagatnya sepertinya mereka seorang mata-mata." Kata Reksa.
"Haruskah kita menangkapnya?" Tanya Putri Tara.
"Jangan putri, kita tidak bisa menangkap orang tanpa bukti kejahatan." Kata Reksa sambil terus mencoba mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Kita harus menyelidiki dulu. Setelah itu baru kita menangkap mereka, jika mereka terbukti melakukan pemberontakan." Kata Reksa.
"Mereka sepertinya pergi ke suatu tempat Reksa."
Kemudian Putri Tara mengikuti langkah mereka yang mulai turun dari kuda dan berjalan kaki menuju suatu tempat.
Mereka sepertinya menuju kesebuah hutan dipinggir hutan larangan.
"Pelan-pelan Reksa, jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kita. Kita tidak tahu kekuatan mereka. Jadi sebaiknya kita tetap sembunyi."
"Baik Putri...." Kata Reksa dibalik semak-semak.
Kemudian Putri Tara menutup matanya dan dengan kekuatan sihirnya menciptakan sebuah burung Pipit kecil.
Burung itu berwarna hijau dan kemudian terbang di dahan yang kecil dekat tempat orang yang sedang berbicara.
Krosak!
Terdengar ranting yang patah seperti terinjak oleh seseorang.
"Siapa disana?" Tanya salah seorang dari mereka yang langsung menoleh ketempat persembunyian Putri Tara.
Ternyata tidak sengaja Reksa menginjak sebuah ranting kayu dan hampir saja jatuh. Untung dengan cepat Putri Tara menangkapnya.
"Diam Reksa, mereka sepertinya mencurigai kita. Kamu harus siap." Kata Putri Tara pada Reksa.
__ADS_1
"Ya Putri." Jawab Reksa sambil menyiapkan kuda-kuda untuk menghajar mereka.
Salah seorang dari mereka terus berjalan mendekati semak-semak dimana Putri Tara dan Reksa bersembunyi.
"Siapa disana? Keluarlah. Aku tahu kau bersembunyi disana." Pancing salah sekarang dari mereka.
Kemudian saat salah seorang hampir saja membuka daun semak-semak itu, tiba-tiba seekor kucing menerjangnya dari balik semak-semak.
ngeong!
Dan langsung melompat kedada salah satu dari mereka. Kemudian mereka saling berpandangan dan tertawa.
"Ternyata hanya seekor kucing liar." Kata salah seorang dari mereka.
"Ayo kita kesana dan kita mulai susun rencananya."
Kemudian mereka berkumpul kembali untuk merencanakan sesuatu.
Sementara itu Putri Tara dan Reksa merasa lega karena aksi mereka tidak ketahuan dan diselamatkan oleh seekor kucing hutan.
"Untunglah Reksa, seekor kucing menyelamatkan kita. Jika tidak, terpaksa kita harus bertarung melawan mereka." Kata Putri Tara sambil membersihkan rambutnya dari daun kering yang menempel.
"Benar Putri."
"Aku bisa saja melawan mereka, tapi aku ingin tahu, mereka bekerja untuk siapa. Dan apa yang sedang mereka rencanakan?" Kata Putri Tara.
"Putri lihatlah mereka berjalan lagi." aDan dibalik semak-semak tiba-tiba mereka semua menghilang.
Putri Tara baru saja akan keluar dari tempat persembunyiannya. Dan mengikuti langkah mereka.
Namun entah bagaimana mereka tiba-tiba menghilang dan Putri Tara juga Reksa kehilangan jejak.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Kata Putri Tara penuh kebingungan.
"Iya Putri, bahkan hamba melihatnya masih ada disana. Dan saat hamba berkedip mereka semua tiba-tiba menghilang." Kata Reksa yang juga tidak kalah bingungnya.
"Apakah mungkin mereka juga menguasai sihir menghilang Reksa?"
"Entahlah Putri, setahu saya hanya orang-orang tertentu yang bisa menguasai sihir. Dan tidak semua rakyat serta prajurit bisa menguasainya." Kata Reksa.
"Ya hanya orang-orang tertentu yang boleh mempelajari ilmu sihir. Tidak semua orang boleh mempelajarinya." Kata Putri Tara.
Pasti ada sesuatu dibalik semak-semak itu. Mungkin semacam pintu rahasia atau apa. Jika tidak mana mungkin mereka bisa menghilang secepat itu. Putri Tara memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa saja luput dari penglihatanya.
"Iya benar Putri. Tapi hati semakin sore. Sebentar lagi malam tiba. Lebih baik kita pulang Putri, atau Permaisuri akan khawatir." Kata Reksa.
"Ya. Ayo kita kembali ke kerajaan Muria."
Kemudian Putri Tara dan Reksa menggunakan sihir mereka untuk terbang dan tidak berapa lama kemudian mereka sudah sampai dipunggung kuda.
__ADS_1
Dengan sedikit gerakan jari-jari tangan, maka tali pengikat kuda itu terlepas dari pohon.
Kemudian Putri Tara dan Reksa kembali ke istana sebelum malam tiba.