Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Satu tahun serasa tiga hari


__ADS_3

Malam ini merupakan malam yang tidak biasa bagi Zayn. Banyak hal aneh dan tidak masuk akal harus berusaha dia hadapi.


Zayn tidur dengan nyenyak dikamar Raja, hingga Tara membangunkannya pagi-pagi sekali.


"Zayn, bangunlah! Kita harus kembali." Kata Tara pada Zayn.


Zayn membuka matanya dan menatap wanita cantik di hadapanya lengkap dengan gaun yang indah yang melambangkan jika dia adalah seorang ratu dari sebuah kerajaan.


Ya, seperti inilah saat pertama kali Zayn bertemu dengan Tara. Dia berdandan seperti ini dan saat itu Zayn mengira jika Tara sedang syuting film atau menjadi sponsor selebram.


Tapi ternyata, dia memang benar-benar seorang ratu dari sebuah kerajaan.


Zayn menatap Tara dengan senyum yang manis dan tidak jutek seperti saat bertemu dengannya pertama kali.


"Kau rupanya tidur dengan sangat nyenyak. Lihatlah sekarang jam berapa?"


"Sudah hampir tengah hari?" Tanya Zayn terkejut.


"Ya, dan kau melewatkan sarapanmu." Kata Tara.


"Sebelum pergi aku ingin makan dulu." Kata Zayn pada Tara.


"Baiklah..."

__ADS_1


Seorang pelayan membawakan makanan ke kamar Raja hakim dan memberikan makanan itu pada Zayn.


"Sepertinya kau sangat menyukai masakan dari istana kami." Kata Tara.


"Ya, makananya sangat lezat, dan jika aku tidak sarapan, maka aku akan menyesalinya."


***


Ratu Tara berpamitan pada Permaisuri dan juga panglima kumbang, untuk kembali kedunia masa depan dan mengambil putra mahkota.


"Cepatlah kembali Tara, ingatlah bahwa kau seorang ratu." Kata Permaisuri dan mencium kening putrinya.


"Baik ibunda, saya akan segera kembali begitu bertemu dengan putra mahkota." Kata Tara.


"Ayo Zayn, kita pergi sekarang...." Tara lalu berjalan bersama Zayn kekamarnya.


"Untuk apa semua itu?"


"Aku hanya akan merapikannya." Kata Tara lalu mengambil buku kuno dan membukanya.


"Ayo Zayn...." Tara lalu memegang tangan Zayn dan sebuah portal yang membentuk lingkaran cahaya keluar dari buku itu dan membawa Tara serta Zayn kembali kemasa depan.


Mereka tiba dihutan dan segera memesan taksi untuk pergi kerumah Bara.

__ADS_1


Tara mengetuk pintu dan dia lihat anaknya itu sudah bisa berjalan. Bahkan dia sudah bisa berbicara dan menendang bola.


Tara dan Zayn terkejut melihat kejadian itu. Rasanya mereka pergi baru tiga hari, tapi kenapa putranya sudah sebesar ini, padahal waktu Tara menitipkannya dia masih berusia dua bulan.


"Tara!?" Bara tidak kalah terkejutnya. Bara tidak menyangka jika Tara dan Zayn akan kembali.


"Akhirnya kalian kembali?" Tanya Bara.


"Tentu saja. Bukankah Minggu depan kalian akan menikah?" Kata Zayn dan Tara mencoba mendekati putranya namun putranya tidak mengenalinya.


"Menikah?" Bara yang mendengar hal itu lebih kaget lagi.


"Ini sudah tahun 2022." Bagaimana kita akan menikah? Kita membuat undangannya ditahun 2021. Sudah kadaluarsa." Kata Bara.


Tiba-tiba seorang wanita keluar dari dapur dengan susu diatas nampan. Dan betapa terkejutnya Tara saat melihat siapa wanita itu.


Dia adalah Silsila, selir raja dan juga kaki tangan Kaliya.


Bagaimana hal ini bisa terjadi?


Tara terkejut dan hampir saja pingsan, apalagi saat dia melihat putranya memanggilnya Mom.


"Sayang....susunya minum dulu." Kata Silsila dan tidak kalah terkejutnya dengan Tara.

__ADS_1


"Ehmmm...." Raka lalu berlari dan mendekat pada Silsila dan meminum susu itu dengan cepat.


"Silsila?" Tara bergumam dan Zayn menatap Tara dengan bingung.


__ADS_2