Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Makan daging rusa


__ADS_3

Hari ini ada pesta yang sengaja diadakan oleh Ratu agar rakyatnya tidak terlalu khawatir dengan desas desus tentang paceklik atau banyaknya lahan yang terbakar akibat kemarau panjang.


"Antarkan aku untuk menemui rakyatku." Kata Ratu karena dia ingin melihat secara langsung bagaimana keadaan rakyatnya.


"Tapi ini sangat beresiko Ratu." Kata Panglima kumbang.


"Jika raja tahu maka beliau akan marah." Kata Panglima kumbang berusaha menahan agar Ratu tidak turun langsung ketengah-tengah rakyatnya.


"Tapi aku sangat khawatir pada keadaan rakyatku. Mereka pasti cemas dengan isu yang entah disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab."


"Tapi hamba mohon agar Ratu tetap disini. Hamba yang akan pergi ke desa-desa untuk melihat keadaan mereka." Kata Panglima kumbang.


"Baiklah, jika begitu, maka pergilah. Lakukan dengan teliti, aku akan menunggu kabar darimu." Kata Ratu Tara.


"Baik, saya akan segera kembali." Kata Panglima kumbang yang pergi dengan menyamar sebagai pedagang agar benar-benar tahu apa yang terjadi dengan rakyatnya.


Tidak lama kemudian terlihat Kuda Raja sudah memasuki istana. Dia membawa seekor hewan buruannya. Dia segera menyerahkannya pada pelayan Kaliya.


"Ampun yang mulia raja. Biarkan hamba membawa hewan itu untuk santapan Raja siang ini." Kata Pelayan Kaliya.


"Kenapa kau berdiri disini? Apa yang kau lakukan?" Tanya Raja saat melihat ratunya ditaman istana dan berdiri seakan sedang menunggu kedatanganya.


"Apakah kau menunggu kedatanganku?"


"Kau sangat percaya diri mengatakan hal itu." Kata Ratu Tara.


Mereka sudah berbaikan sejak kejadian kecolongan yang dilakukan oleh yang mulia raja.


"Mari masuk ratuku. Diluar udara sangat dingin." Kata Yang Mulia Raja.


"Kau terlihat sangat khawatir?" Tanya yang mulia raja saat mereka ada dikamar Raja.


"Hamba mengkhawatirkan rakyat yang cemas karena paceklik."


"Kau tidak usah khawatir, karena aku sudah mengirim utusan kenegara tetangga untuk mengirimkan hasil panen mereka."


"Yang mulia sudah melakukanya."


"Tentu saja. Semua itu demi rakyatku. Dan juga agar Ratuku tidak cemas dan gelisah. Senyumlah sedikit, jangan bermuka muram sepanjang hari." Kata yang mulia raja.


"Kemarilah Ratuku. Aku merindukanmu saat ini. Dua hari dihutan rasanya sangat lama saat jauh darimu." Kata Raja yang mulai merayu ratunya.


Namun Ratu tidak bisa melayaninya kembali karena teringat pada nasehat dari leluhurnya jika keturunan Ratu Mayang bisa saja wujud dari raksasa.


Meskipun Ratu Tara tidak pernah merasa ada yang aneh dengan kebiasaan dan kelakuan Raja yang dibilang keturunan raksasa. Namun tetap saja dia khawatir dengan nasehat itu.


"Jika kau seperti ini terus, maka aku akan memiliki selir. Bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


Hati Ratu langsung sakit saat dia mendengar kata selir dari mulut yang mulia raja.


"Aku tidak bisa kau tolak terus menerus, itu sangat menyakiti perasaanku. Bagaimana jika kau datangkan selir untukku?" Kata Yang mulia raja Hakim


"Selir?"


"Ya, semua raja mempunyai selir. Dan itu hal biasa dalam setiap kerajaan."


"Akan aku pikirkan jika itu keinginanmu." Kata Ratu pada suaminya.


Ratu lalu keluar dan bertemu dengan bibinya.


Bibinya sedang ada didapur untuk masak rusa yang gemuk dan muda.


"Ratu, kenapa ratu kemari?" Tanya bibi Kaliya.


"Ada hal penting yang harus saya bicarakan bi." Kata Ratu Tara.


"Katakan yang mulia Ratu."


"Apakah setiap raja harus punya selir?"


"Ya mereka kebanyakan mempunyai selir, namun ada juga yang tidak mempunyai selir."


"Tadi Baginda raja mengatakan ingin memiliki selir. Tapi hatiku sakit saat mendengarnya." Kata Ratu Tara.


"Entahlah bibi..."


"Tapi ini tidak boleh terjadi. Yang mulia raja adalah keturunan Ratu Mayang. Dan itu artinya dia mungkin saja jelmaan dari raksasa atau keturunan raksasa " Kata Bibi Kaliya.


"Tapi saya melakukan kesalahan. Buka saya, tapi yang mulia raja telah membuat saya melakukan kewajiban sebagai seorang istri." Kata Ratu Tara dengan gemetar.


"Apa? Yang mulia ratu sudah melakukanya? Kapan uang mulia ratu melakukan penyatuan itu?"


"Satu Minggu yang lalu."


"Bagaimana yang mulia ratu bisa melanggar janji itu?"


"Saya tidak tahu bi, saya saat itu sedang tertidur."


Ratu Tara menjelaskan semuanya pada Bibi Kaliya.


"Ini tidak baik. Musibah akan segera datang dan menimpa rakyat serta kerajaan kita." Kata Bibi Kaliya.


"Itulah yang saya khawatir kan. Tapi pasti ada cara agar musibah itu tidak terjadi bukan?"


"Ya, yang mulia Ratu harus bertapa selama 100 hari tanpa makan dan minum didalam goa dimana keris itu berada." Kata Bibi Kaliya.

__ADS_1


"Baiklah saya akan melakukanya. Apapun demi terhindar dari musuhan itu." Kata Ratu pada bibi Kaliya.


"Tapi bagaimana jika Raja bertanya?"


"Saya akan menjelaskan tentang sesuatu yang saya khawatir kan, dan semoga Raja mengerti."


Ratu lalu pergi menemui Raja dan mengatakan keinginannya untuk bertapa selama 100 hari.


"Tapi kenapa kau harus melakukan itu?"


"Karena ini untuk sebuah janji yang sudah kau langgar. Dan jika semediku berhasil maka aku bisa menjadi istri yang sempurna untukmu."


"Apakah kau harus bertapa disana?" Tanya Raja.


"Ya, hanya itu tempat yang aman dan tenang "


"Baiklah, aku akan mengantarmu kesana atau beberapa prajurit akan aku tempatkan disana agar kau aman."


"Tidak perlu. Kehadiran mereka justru akan sangat menggangguku. Aku akan pergi sendiri tengah malam nanti." Kata Ratu Tarra.


"Sekarang mari makan bersamaku. Bukankah kau semedi nanti tengah malam, sekarang temanilah aku makan hasil buruanku itu. Pasti dagingnya sangat lezat."


Kata Raja lalu menggandeng tangan Ratunya ketempat makan uang sudah disediakan.


"Ya, ini benar-benar terlihat lezat. Aku akan menyuapimu makan." kata Raja sambil mengambil sedikit daging dan menyuapinya pada istrinya.


"Bagaimana rasanya? Lezat bukan?"


"Ya, ini sangat lezat." Kata Ratu.


"Makanlah yang banyak. Aku senang saat kau puas dengan hewan hasil buruanku."


"Sebenarnya saya jarang makan hewan hasil buruan."


"Benarkah?"


"Aku tidak tega untuk memakannya. Mereka sangat manis dan lincah. Mana mungkin aku bisa memakannya jika teringat semua hal itu."


"Tapi sekarang, aku ingin melihatmu makan daging rusa ini."


"Baiklah." Kata Ratu yang demi menyenangkan hati rajanya dia lalu memakan daging rusa itu.


Memang rasanya sangat enak, tapi tetap saja dia teringat saat mereka melompat dan berlari dengan manis. Hingga Ratu segera menghentikan suapannya.


"Aku tidak akan memaksamu lagi. Makanlah daging sapi atau kambing ini." Kata Raja pada Ratu Tara.


Tiba-tiba saja Ratu merasa mual dan ingin muntah setelah mencium aroma bumbu yang terlalu menyengat yang baru saja dihidangkan.

__ADS_1


Ratu langsung berlari dan meninggalkan Raja sendirian. Setelah itu Ratu beristirahat diranjangnya.


__ADS_2