Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Menyembunyikan buku kuno


__ADS_3

Bara sarapan dengan Tara dan juga bayinya, Raka. Tara sudah menyiapkan sarapan yang enak untuk bara dengan sihirnya. Karena Tara hingga saat ini masih belum bisa memasak dan masih bingung dengan beberapa alat didunia modern.


"Sarapannya enak." Kata Bara dan menghabiskan sarapannya dengan cepat.


Tara tersenyum dan menatap Bara." Terimakasih..."


"Oh ya, hari ini kau dirumah saja. Biar aku saja yang mencari buku yang kau maksud. Kau tidak usah mencarinya lagi. Aku akan pergi keseluruh kota dan mencari buku itu untukmu." Kata Bara lalu minum air putih.


"Baiklah, aku akan menunggumu dirumah saja." Kata Tara lalu membereskan semua piring itu kedapur. Sementara baby sitternya, memberikan susu untuk Raka.


Setelah Bara berpamitan pada Tara, dia segera pergi dengan mobilnya. Dia pergi keseluruh kota dan mencari buku yang dimaksud Tara.


Hingga sore hari, Tara cemas menunggunya dan akhirnya menelponnya.


"Bara, apakah kau sudah menemukan buku itu?" Tanya Tara sangat berharap.


"Maafkan aku Tara, aku sudah mencarinya kemanapun tapi aku belum menemukannya." Kata Bara.


Setelah menerima telepon dari Tara, tiba-tiba Bara teringat pada temannya Mario. Mario adalah salah seorang temannya yang suka dengan buku-buku supranatural dan juga buku-buku kuno.


Barra memarkir mobilnya dirumah Mario. Saat itu Mario sedang merapikan beberapa buku yang bisa menyelamatkan dunia dari pengaruh raksasa.


"Mario...."


"Barra...kau disini?"


"Aku butuh bantuanmu?"


"Oke. Katakanlah." Kata Mario lalu duduk berhadapan dengan Barra.


"Apa yang bisa aku lakukan? Apakah kau menemui masalah?" Tanya Mario yang berfikir jika Tara mengancam hidup Bara.


"Ya. Masalahnya Tara. Tara...."


Belum sempat Barra melanjutkan ucapannya Mario sudah memotongnya.


"Dia mengancam hidupmu?" Tanya Mario.

__ADS_1


"Bukan hanya mengancam. Dia bisa membuatku bangkrut karena keinginanya yang tiba-tiba." Kata Bara...


"Ahhh, sial! Aku pikir kenapa? Apa keinginannya?" Tanya Mario pada Bara.


"Dia membutuhkan buku kuno agar bisa kembali kekerajaannya? Itu tidak masuk akal kan bro? Ahk, aku Minggu depan akan menikah, dan mommy sudah sangat senang karena pernikahan kami. Jika tiba-tiba dia pergi, maka aku tidak bisa menjadi sutradara lagi. Aku akan kehilangan semuanya." Kata Barra sambil memegang kepalanya.


Mario menatap sahabatnya dan saat ini dia mulai menemukan cara agar dunia bisa terhindar dari ancaman raksasa dan iblis yang bisa menghancurkan kehidupan manusia.


Mario lalu mencari sebuah buku yang dia simpan didalam peti rahasia.


"Berikan ini padanya." Kata Mario.


"Ini apa?"


"Ini adalah buku yang dia gunakan untuk datang kemari. Dan dengan buku ini dia bisa kembali kekerajaanya dan juga kembali kemari."


Kata Mario menjelaskan.


Barra bengong dan sebenarnya tidak begitu mempercayai ucapan Mario dan juga Tara.


Aneh, mana mungkin didalam sebuah buku ada portal untuk masuk kedunia lain.


"Berikan itu padanya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan." Kata Mario yang berharap Tara dan bayinya pergi dari dunia manusia modern. Dan kembali ke zamannya.


"Ok. Jika begitu, maka aku akan menyimpan buku ini baik-baik." Kata Barra lalu memasukkan buku itu kedalam tasnya.


"Simpanlah dan jangan sampai hilang. Jika kau sudah selesai segera kembalikan padaku." Kata Mario.


Barra lalu berpamitan pada Mario dan akan pulang kerumahnya.


Sampainya dirumah, Barra masuk dan tidak langsung mengatakan jika dia punya buku yang dicari Tara.


Saat itu dirumahnya sedang ada Zayn.


"Kau disini?" Tanya Barra dingin karena ingat pada kedekatan keduanya.


Tara tersenyum melihat Zain kembali dan berlari kehadapanya.

__ADS_1


Belum sempat Zayn menjawab Tara sudah memberondong Barra dengan banyak pertanyaan.


"Apakah kau menemukan buku yang aku cari?" Tanya Tara.


Barra terlihat memikirkan sesuatu dan mengangkat alis matanya.


"Maafkan aku. Aku belum menemukan buku itu " Kata Barra.


Tara terlihat kecewa dan berjalan lalu duduk disofa.


"Aku pikir kau menemukannya. Ini sudah dua hari. Aku takut ibunda sakitnya bertambah parah." Kata Tara. "Aku benar-benar khawatir."


Zayn duduk didekat Tara.


"Jangan sedih, besok aku akan mencarinya lagi untukmu." Kata Zayn.


Barra diam saja dan masih ragu untuk mengatakan jika dia punya buku yang dicari oleh Tara.


Barra takut jika Tara tidak kembali dan dia akan malu juga keluarganya. Undangan pernikahan mereka sudah dibagikan, selain itu dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk film yang akan dia garap dengan Tara sebagai pemeran utamanya.


"Hari ini aku akan menginap dirumahmu." Kata Zayn.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Barra keberatan.


"Rumahku bocor dan aku belum sempat membersihkannya. Besok baru aku akan membersihkanya." Kata Zayn.


"Rumahmu baru saja kau beli, mana mungkin bisa bocor?" Barra tidak percaya dan berfikir jika Zayn sengaja mencari alasan agar bisa dekat dengan Tara.


"Hanya dapur yang bocor, sepertinya ada pipa yang macet. Jadi aku tidak bisa melihat lantai yang kotor. Aku akan membersihkanya besok saja." Kata Zayn.


"Kamarmu tidak bocor kan. Kau bisa tidur disana, yang bocor dapur lalu kenapa kau harus menginap dirumahku?" Tanya Barra.


"Karena....karena pasti banyak kecoak. Dan kecoak akan sampai dikamarku dan itu akan membuatku tidak bisa tidur." Kata Zayn dan Barra menghela nafas berat.


"Aku akan kekamar." Kata Tara dengan sedih.


Zayn lalu mengikuti Tara dan akan menghiburnya tapi tangan Barra mencegahnya.

__ADS_1


"Biarkan dia sendiri. Dia sedang sedih. Sebaiknya kau tetap disini." Kata Barra.


__ADS_2