Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Panglima dan gadis desa


__ADS_3

Episode ini untuk yang sudah usia 21+


Jika masih dibawah usia 21+ mohon dilewati atau diskip.


Ratu Mayang melihat apa yang sedang dilakukan Pangeran Hakim dan Putri Tara didalam hutan sihir melalui sebuah bola ajaib.


Ayolah Putri cepat ganti riasan bungaku itu, aku ingin melihat tanda itu.


Aku sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui dimana Keris Keabadian itu disimpan.


Tok tok tok


Guru Duma masuk dan menyapa muridnya Ratu Mayang.


"Apa yang sedang kamu lihat?" Tanya Guru Duma.


"Aku sedang melihat anaku Pangeran Hakim."


"Sebentar lagi bulan Purnama, apakah kau sudah menyuruh putramu untuk mencari seorang gadis?" Tanya Guru Duma yang mengingatkan Ratu Mayang akan ritual itu.


"Belum. Kalau begitu aku akan memanggil Panglima. Aku hampir lupa, untung saja kau mengingatkan Guru...jika tidak maka Raksasa itu akan datang dan mengobrak-abrik istanaku."


"Prajurit....!" Panggil Ratu Mayang kepada Prajurit yang berjaga didepan pintu kamarnya.


"Hamba menghadap Ratu...." Kata Prajurit itu tertunduk hormat.


"Panggilkan Panglima kumbang segera."


"Baik Ratu...." Kemudian prajurit itu berpamitan dan keluar dari kamar lalu mencari Panglima Kumbang.


Panglima Kumbang sedang berbicara pada anaknya, dan ketika prajurit itu datang dan menyampaikan pesan Ratu Mayang maka Pangeran Haris berpamitan pada ayahandanya, Panglima Kumbang.


"Saya mohon diri dulu ayah."


"Pergilah Haris. Ayah ada tugas penting dari Ratu Mayang."


"Baiklah ayah. Saya akan melihat beberapa Prajurit yang sedang berlatih pedang."


Panglima Kumbang kemudian menghadap Ratu Mayang dengan segera.


"Hamba menghadap Ratu..." Hormat panglima Kumbang kepada Ratu Mayang dan siap melaksanakan perintah dari Ratunya


"Seperti biasa Panglima....carilah gadis cantik yang masih perawan. Dan kali ini Pangeran Hakim tidak bisa ikut bersamamu. Karena sedang menemani calon istrinya." Kata Ratu Mayang.


"Baik Ratu...hamba mohon diri." Kata Panglima Kumbang dan langsung keluar dari kamar Ratu Mayang untuk melaksanakan tugas dari Ratunya.

__ADS_1


Dalam sekejap Panglima Kumbang keluar dari istana dan berjalan menyusuri kampung demi kampung. Jumlah wanita cantik semakin hari semakin sedikit saja karena sering diculik dan dijadikan tumbal oleh Ratu Mayang.


"Kau harus menyembunyikan kecantikanmu ini." Kata seorang teman kepada sahabatnya yang baru saja selesai mandi di sungai.


"Emang kenapa? Banyak pemuda yang terpana melihat kecantikanku. Dan aku suka dengan kecantikanku ini. Para pemuda akan mengerubungiku kemanapun aku pergi."


"Tapi saat ini kita tinggal dinegara sihir. Dimana Ratu selalu membenci wanita cantik dan menculik mereka sebagai tumbal."


"Akh itu kan dulu, sekarang mana ada hal seperti itu?"


"Aku tidak berbohong, sebaiknya kau lumuri wajahmu dengan lumpur supaya prajurit tidak melihat kecantikanmu." Kata sahabatnya mengingatkan.


"Ahk kau hanya iri padaku, karena wajahmu tidak secantik diriku."


"Iya benar. Aku memang tidak cantik dan tidak ada satupun pemuda yang mau mendekatiku. Tapi aku justru bersyukur karena nyawaku tidak dalam bahaya."


"Bahaya! Bahaya! Apa sih yang membuatmu begitu ketakutan. Kau tau kitab masa depan? Apakah kau pernah membaca apa yang akan terjadi dimasa depan?"


"Tidak."


"Nih dengarkan aku, didalam kitab itu ditulis bahwa seluruh wanita mengubah dirinya menjadi secantik mungkin. Atau cantik maksimal! Mereka menggunakan segala obat dan cara agar terlihat cantik dan memukau. Mereka bahkan melakukan pergantian kulit dan entah apa yang mereka gunakan sehingga wajahnya tidak pernah keriput. Mereka juga ingin seperti ratu Mayang. Cantik sepanjang hidupnya. Lah kau ini? Aneh....kau malah ingin agar aku mengoleskan lumpur di wajah ku yang cantik sejak lahir tanpa perlu polesan."


"Kau sangat bangga dengan kecantikanmu."


"Ya tentu saja." Kata sahabatnya begitu keras kepala.


"Ahk sudah! Sudah! Tumbal! Tumbal! Aku tidak mengerti semua yang kau katakan. Aku hanya sedang bahagia saat ini. Karena aku terlahir begitu cantik...."


"Terserah jika kau tidak mau mendengarkan perkataanku. Yang penting aku sudah mengingatkanmu. Bahwa dizaman ini menjadi orang jelek lebih beruntung daripada menjadi orang cantik."


"Iya. Aku tidak akan menyesal karena aku terlahir cantik alami."


"Ya nikmatilah selagi tidak ada prajurit yang melihatmu. Tapi jika ada prajurit yang datang aku mohon sembunyikan kecantikanmu."


"Halah kau ini terlalu khawatir. Sudah yuk kita mandi. Apakah kamu sudah selesai mencuci baju?"


"Iya sudah."


"Ya sudah kita sekarang mandi sebelum ada pemuda yang mengintip kita."


Byur!


Byur!


Byur!

__ADS_1


Seperti ada suara orang mandi.


Panglima yang baru saja menyandarkan kudanya pada sebuah pohon kemudian mendekat dan mencari tahu asal suara itu.


Berjam-jam Panglima berkuda dan tidak menemukan satu gadis cantikpun dibeberapa desa yang sudah dilewatinya.


Tenggorokannya haus karena terlalu lama berkuda dan bekal minumanya juga telah habis. Panglima bermaksud mengambil air di sungai dan sekaligus beristirahat sebentar.


Dan langkahnya terhenti saat dari balik semak-semak dia melihat dua gadis yang sedang mandi dan hanya memakai kain penutup yang tipis.


Kedua gadis itu sudah selesai mandi. Lalu panglima dengan cepat melumpuhkan keduanya dan mengikat mereka berdua lalu menutup mulutnya dengan kain, sehingga mereka tidak bisa berteriak.


Saat ini mereka berdua ada dihadapannya dengan mulut terikat. Salah satu dari mereka memang cantik dan yang satunya biasa-biasa saja. Mereka masih menggunakan kain selendang yang basah saat Panglima Kumbang menangkapnya.


Sehingga daging yang menonjol terlihat begitu indah dan eksotis. Sudah lama panglima merasa kesepian dan entah kenapa melihat kedua gadis itu membuat hasratnya naik ke ubun-ubun.


Panglima kemudian mengamati kedua gadis itu, dan salah satu dari mereka akan dia bawa kepada Ratu Mayang. Dan satunya lagi....aku tidak mampu menahan keinginanku untuk melakukan hubungan yang sudah lama tidak dia lakukan.


Pedangnya sudah terasa begitu keras dan tegang, apalagi melihat keindahan yang ada didepan matanya, rambut yang basah, kain yang hanya menutupi bagian dada dan tubuh yang menggoda. Kemudian Panglima Kumbang menarik salah satu dari mereka dan memanggilnya dan dinaikan diatas kuda.


Dan masih tersisa satu lagi....


Apa yang akan aku lakukan padanya?


Aku sudah tidak mampu menahan hasratku ini.


Panglima kumbang kemudian mendekati gadis yang biasa-biasa saja. Lalu dengan kedua tangan kekarnya dia menidurkan gadis itu. Gadis itu berteriak dan meronta sekuat tenaganya, namun badan Panglima yang besar langsung menindih tubuhnya yang masih basah oleh air sungai.


Panglima Kumbang menarik nafas panjang dan langsung melumuri gadis itu dengan kecupan dimana-mana. Sementara gadis itu berusaha melawan dan meronta, Panglima mulai menghisap beberapa area sensitif termasuk kedua gunung yang menjulang.


Gadis itu tetap meronta dan berusaha menendang Panglima yang saat ini sedang menikmati dirinya. Berbagai kecupan dan ciuman terus dilakukan Panglima dari atas hingga turun kebawah. Kemudian Panglima membuka kain yang menutupi bagian bawah gadis itu dan melebarkan kakinya hingga Senjata Panglima leluasa untuk masuk kedalam dan saat ini Panglima mulai menggoyangkan badannya diatas tubuh gadis itu.


Gadis itu mengerang dan terus berusaha untuk melepaskan diri. Namun goyangan tubuh panglima semakin kuat dan terus semakin lama semakin cepat gerakannya hingga membuat gadis itu lemas terengah-engah.


"Maafkan aku...aku sudah tidak tahan lagi..."


"Aku akan melakukan sekali lagi...aku tidak akan menyakitimu. Maafkan aku..."


Dengan nafas terengah-engah kemudian Panglima itu menindih kembali tubuh gadis itu yang saat ini sudah pasrah dan tidak punya tenaga lagi untuk meronta.


Dia kembali menghisap kedua daging kenyal itu dan meninggalkan tanda kepemilikan disana. Kemudian mengecup leher dan wajahnya sambil terus menggoyangkan badannya dan tidak butuh waktu lama akhirnya Panglima itu terhempas dan terengah-engah.


Kedua airmata gadis itu mengalir dari sudut matanya.


"Maafkan aku...jadilah istriku....aku akan kembali lagi besok untuk menemuimu. Aku sangat menyukaimu."

__ADS_1


"Sekarang pakailah bajumu. Aku harus segera kembali keistana."


Kemudian Panglima Kumbang membawa gadis yang satunya lagi untuk diserahkan kepada Ratu Mayang.


__ADS_2