
Mario memarkir mobilnya didepan rumah Barra. Saat itu Bara dan Tara belum pulang dari lokasi syuting. Bara sudah membaca pesan dari Mario dan sedang dalam perjalanan pulang.
Mario masuk dan disambut oleh seorang baby sitter yang sedang menggendong bayi. Bara sangat terkejut saat melihat bayi yang mirip dengan yang ada dikisah dalam buku yang dia baca.
Ibu dan anaknya sangat mirip sekali. Ini pasti bukanlah sebuah kebetulan.
"Silahkan masuk Tuan." Kata baby sitter itu.
"Oh ya Nan (Biasa dipanggil Nanny), aku tidak tahu kalau bara sudah punya anak. Apakah ini anak dari Tuan Bara?" Tanya Mario sangat penasaran.
"Saya kurang tahu tuan. Saat saya bekerja, anak ini sudah lahir." Kata Nanny tersebut.
"Bolehkah saya mengendingnya?" Tanya Mario.
"Silahkan Tuan...." Kata Nanny yang sudah tahu jika Tuan Mario ini datang untuk mengantarkan undangan yang dipesan Tuan Bara.
Dan Mario terlihat bukanlah orang yang jahat, sehingga Nanny menyerahkan bayi itu dan tetap mengawasi momongannya.
"Nan, bisa minta minum untuk saya." Kata Mario.
"Iya Tuan, saya akan mengambilkannya." Nanny lalu pergi kedapur dan membuatkan minuman untuk Tuan Mario.
Saat Nanny masuk kedalam, Mario mengamati bayi itu. Dan dia sangat terkejut dengan penglihatanya. Dia bukan bayi biasa. Dia seperti jelmaan raksasa.
Mario bisa melihat melalui mata batinnya. Dan Bayi itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Dunia ini bisa hancur jika dia tumbuh dewasa nanti.
__ADS_1
"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku yakin ini bukan anak dari Bara. Pasti sama persis seperti cerita yang aku baca itu jika anak ini adalah hasil dari hubungan dengan raksasa."
"Aku tidak boleh membiarkan ini terjadi. Bara tidak boleh menikah dengan gadis bernama Tara itu. Dan bayi ini, juga tidak boleh ada disini. Aku harus mencari cara untuk memusnahkannya. Aku yakin dia tidak mudah dibunuh. Harus ada jalan keluar dari masalah ini. Ini bukan masalah biasa. Dia adalah raksasa dengan kekuatan keris keabadian, seperti cerita dalam buku itu."
"Jika sifat iblisnya keluar maka, tiga dunia bisa hancur karenanya." Kata Mario dan kaget saat Nanny keluar dengan minuman diatas nampan.
"Maksud tuan apa? Kenapa tiga dunia bisa hancur? Apakah itu film terbaru tuan Bara?" Tanya Nanny.
"Ohh, ngga, aku hanya sedang mengingat buku yang aku baca." Kata Mario lalu memberikan bayi itu pada Nanny.
"Apakah ada yang aneh dengan bayi itu?" Tanya Bara.
"Tidak Tuan, dia seperti layaknya bayi orang lain. Tapi kenapa tuan bertanya seperti itu?" Tanya Nanny sambil memberikan susu untuk bayi Nona Tara.
Belum sempat Mario menjawab pertanyaan Nanny itu, tiba-tiba Tara dan Bara datang dari luar.
"Tara..." Tara memperkenalkan dirinya.
"Mario." Mario juga memperkenalkan dirinya dan saat berjabat tangan tiba-tiba Mario merasakan aliran magnet dari tangan Tara.
Ini pasti kekuatannya.
Aku bisa merasakan energinya begitu kuat.
Bara tersenyum pada Tara dan mereka berbicara bertiga.
__ADS_1
Dalam setiap pembicaraan, Mario terus menyimak tanpa ada yang terlewatkan. Dia sambil bergurau dan sambil mencari tahu darimana Tara berasal.
"Kau sangat berbeda, apakah kau bukan dari kota ini?" Mario memancing lebih dalam.
"Tidak. Aku dari kerajaan Mayang. Dan aku tersesat disini, tapi tidak ada yang mempercayaiku." Kata Tara tanpa beban.
Dia sepertinya mengatakan yang sesungguhnya.
"Aku belum pernah mendengar tentang kerajaan itu, dimana kerjaan itu saat ini?" Tanya Mario.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Tara yang tidak tahu dimana letak kerajaannya.
"Sudahlah, jangan membahas dia berasal darimana. Bagiku, dia adalah bidadari dari surga." Kata Bara.
"Kau benar-benar sudah jatuh cinta padanya kawan. Kau tidak peka tentang sesuatu yang tidak terlihat."
"Apa maksudmu tidak terlihat?" Tanya Bara pada Mario saat Tara menggendong anaknya dan membawanya keluar rumah karena terus menangis.
Raka, sang anak, sepertinya tidak begitu menyukai kehadiran Mario. Anaknya lebih peka pada sesuatu yang bisa saja mengancam keselamatan mereka berdua.
"Aku akan mengatakanya setelah aku bisa membuktikannya." Kata Mario.
"Membuktikan apa? Aku tidak mengerti." Kata Bara.
"Bawalah ini kawan, jangan pernah lupa untuk membawanya. Nyawamu bisa ada dalam bahaya kapanpun, dan jimat ini akan membuat siluman tidak bisa mendekatimu."
__ADS_1
"Hahahaha.... hahahaha....Ini diparis bro! Mana ada siluman! Ngaco ahk!"
"Serius, aku tidak bercanda. Jadi kali ini saja, percayalah padaku." Kata Mario lalu mengikatkan jimat itu dipergelangan tangan Bara.