
Pagi harinya panglima kumbang dan seluruh prajuritnya sudah siap di alun-alun istana untuk berangkat berperang. Ada pasukan berkuda di barisan paling depan kemudian pasukan pedang kemudian pasukan golok kemudian pasukan pemanah dan yang terakhir adalah pasukan bayangan.
Mereka berperang dengan membawa tandu- tandu yang berisi persediaan makanan dan perlengkapan serta yang lainnya serta obat-obatan yang digunakan saat berperang.
Beberapa dayang yang pandai dalam meramu obat juga ikut untuk mengobati prajurit yang terluka saat berperang.
Kemudian mereka berjalan dan sampai di perbatasan kerajaan Mayang dan sebentar lagi mereka akan mendirikan tenda-tenda di dekat hutan perbatasan kerajaan Muria.
Mereka menyerang dari empat penjuru mata angin. Namun pergerakan mereka diketahui oleh mata-mata kerajaan Muria yang segera kembali untuk melaporkan kepada raja muria.
"Ampun yang mulia raja. Hamba melapor ada pergerakan dari empat penjuru mata angin yang siap menyerang kerajaan kita mereka adalah panglima kumbang dari kerajaan Mayang.
"Persiapkan pasukan kita untuk berjaga-jaga di setiap benteng kerajaan dan penjuru mata angin." Titah yang mulia Raja Muria mendengar ada serangan mendadak dari Kerajaan Mayang.
Permaisuri yang saat itu ada di di istana mendengar jika Panglima Kumbang yang akan menyerang kerajaan Muria dimana dia dan putrinya saat ini berlindung. Kemudian permaisuri Andini bergegas membawa Putri Tarra dan mereka juga sudah bersiap dengan kemungkinan terburuk jika terjadi apa-apa atau jika kerajaan Muria jatuh ke tangan Ratu Mayang yang mereka kenal dengar Ratu Iblis.
Malam harinya seluruh pasukan yang dipimpin oleh Panglima Kumbang beristirahat di tenda-tenda dan besok pagi mereka baru akan menyerang kerajaan Muria.
Saat ini Raja Muria sedang cemas di dalam singgasananya karena jumlah prajurit yang dipimpin oleh panglima kumbang lebih banyak dari pertama kali saat dia menyerang dan dikalahkan oleh kerajaan Muria.
Dan saat ini jumlah mereka sangat banyak sehingga Raja Muria harus mengambil beberapa pemuda dari rakyat biasa untuk ikut berperang bersama prajurit yang lainnya.
Mereka akan berjuang bersama-sama untuk mempertahankan tanah kelahirannya jangan sampai jatuh ke tangan Ratu iblis yaitu Ratu Mayang. Malam harinya permaisuri Andini mengadakan semedi dan memanggil beberapa roh untuk membantu para prajurit berperang melawan pasukan Panglima Kumbang.
Permaisuri Andini juga melakukan semedi untuk mengubah beberapa batang kayu yang disihir menjadi pasukan yang tidak terlihat. permaisuri Andini yakin jika Ratu Mayang juga mengirimkan beberapa pasukan iblis di antara Prajurit yang berperang melawan kerajaan Muria.
Kemudian permaisuri Andini menerbangkan beberapa ekor merpati putih untuk menjadi mata-mata yang akan selalu memberikan kabar kepada Putri Andini saat terjadi perang diantara kedua kerajaan.
__ADS_1
Malam ini Raja Muria bersama Panglima serta pemimpin yang lainnya mengadakan pertemuan darurat dan mereka membentuk pasukan serta membicarakan strategi perang yang akan digunakan kali ini untuk melawan pasukan yang dipimpin Panglima Kumbang.
Pagi hari saat matahari belum bersinar, terlihat pasukan Panglima Kumbang sudah mengepung istana itu dan mereka mulai menyerang kerajaan Muria. Pertarungan itu berlangsung sangat sengit dan kedua belah pihak sangat kuat banyak prajurit yang terluka dari kedua kerajaan.
Panglima kumbang menyerang dengan pasukan berkuda, diikuti pasukan tombak dan golok, kemudian menyusul pasukan pemanah dan yang terakhir pasukan bayangan.
Pertarungan berlangsung hampir 1 minggu sehingga persediaan makanan dan logistik dari pasukan yang dipimpin Panglima Kumbang hampir kehabisan stok makanan sehingga mereka terdesak untuk mundur. Separuh dari prajurit kerajaan Muria tumbang begitu juga prajurit dari yang dipimpin Panglima Kumbang juga tumbang kemudian mereka dikuburkan. Setelah itu Panglima Kumbang menyuruh pasukannya untuk mundur.
Permaisuri Andini merasa sangat bahagia dan rasa khawatir nya telah sirna setelah mendengar dari burung merpati yang memberikan kabar jika pasukan yang dipimpin Panglima Kumbang berhasil dipukul mundur.
Raja Muria juga bernafas dengan lega karena kerajaannya tidak jatuh ke tangan Ratu sihir itu.
Hal yang berbeda terjadi di istana Ratu Mayang. mendengar kabar jika pasukannya telah kembali dengan membawa kekalahan maka Ratu Mayang menjadi sangat murka. Pasti sesuatu telah atau seseorang telah membantu kerajaan Muria karena tidak mungkin kerajaan itu bisa mengalahkan jumlah pasukan Panglima Kumbang yang sangat banyak belum lagi bantuan dari pasukan iblis yang ikut membantu menyerang kerajaan Muria.
Kemudian Ratu Mayang memanggil Guru Duma untuk melihat bola ajaib dan memutar waktu bagaimana perang itu terjadi. Guru Duma kemudian membaca mantra. Ratu Mayang melalui bola ajaib bisa melihat bagaimana perang itu terjadi dan siapa yang sudah mendukung Raja Muria sehingga pasukan yang dipimpin Panglima Kumbang bisa gagal menaklukkan kerajaan itu.
"Siapa dibalik sihir itu kita harus mencari tahu siapa yang melakukan sihir terhadap pasukan kita." Kata Ratu Mayang dengan mata melotot kemerahan .
Seseorang rupanya telah membantu kerajaan Muria dengan menggunakan sihir." Kata Guru Duma sambil terus membaca mantra.
"Siapakah dia?" Tanya Ratu Mayang.
"Wajahnya tidak jelas tapi dia sepertinya seorang wanita."
"Apakah itu adalah permaisuri Andini?"
"Mungkin saja karena dia masih muda."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita harus mengirim mata-mata ke kerajaan Muria."
"Kirim secepatnya." Perintah Ratu Mayang.
Kemudian Ratu Mayang menghilang dan dia sudah duduk di singgasana saat Panglima Kumbang dan pasukannya sampai di alun-alun istana.
"Ampun Yang Mulia Ratu ternyata kekuatan raja Muria sangat banyak hamba tidak tahu kenapa pasukan kita banyak yang tumbang padahal jumlah kita lebih banyak daripada pasukan dari kerajaan Muria."
"Aku sudah tahu kabar mengenai bagaimana perang itu terjadi dan membuat pasukan kita kalah ternyata ada seorang wanita yang membantu mereka dengan menggunakan sihir untuk menyerang pasukan kita."
"Siapakah dia yang mulia Ratu?"
"Entahlah belum ada kabar mengenai apakah dia dari kerajaan Muria atau dia dari kerajaan lain."
"Baiklah yang mulia Ratu hamba mohon undur diri akan melihat pasukan hamba yang terluka."
"Pergilah panglima."
Aku harus secepatnya mengetahui siapa perempuan yang memiliki sihir dengan ilmu yang tinggi karena aku tidak mau dia menjadi untukku di masa yang akan datang. Gumam Ratu Tawang.
Diantara para prajurit yang terluka Panglima melihat dayang Tawang sedang membawa ramuan kunyit dan mengobati mereka.
Kemudian Panglima Kumbang memperhatikan dayang Tawang dari kejauhan. Dayang Tawang tidak mengetahui jika seseorang sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya. Ternyata selain cantik dayang Tawang juga pandai meramu obat dan bisa mengobati para prajurit yang terluka parah.
Sementara Guru Duma sedang kebingungan dari tadi mencari dayang Tawang. dan saat guru Duma melihat Panglima Kumbang sedang memperhatikan apa yang dilakukan dayang Tawang maka Guru Duma tidak jadi memanggil dayang Tawang dan justru memperhatikan gerak-gerik Panglima Kumbang.
Perkiraanku tidak salah lagi jika Panglima Kumbang tertarik dengan Dayang Tawang. Ternyata pelayanku itu pandai meramu obat dan mengobati para prajurit yang terluka. Gumam Guru Duma.
__ADS_1