
Setelah makan bersama Raja, Silsila berpapasan dengan Ratu yang baru saja akan menuju Istananya.
"Salam Ratu," Kata Silsila saat bertemu dengan Ratu.
"OPS, maaf, tangan hamba masih ada sisa nasi bekas suapan dari Raja. Raja telah menyuapi saya dan saya menjadi terlalu senang. Saya lupa membersihkan bekas makanan di mulut saya." Kata Silsila tanpa sungkan bercerita tentang perhatian Raja padanya.
Rupanya Silsila sengaja membuat hati Ratu terbakar cemburu.
Ratu lalu berlalu tanpa berbicara pada Silsila. Ratu tahu jika gadis itu sengaja membuatnya kesal.
Meskipun begitu, Ratu marah pada Raja yang memperlakukan Silsila dengan romantis.
Silsila tersenyum puas setelah berhasil membuat hati Ratu terbakar.
Ini adalah siasatnya agar Ratu semakin marah dengan Raja dan akhirnya mereka berpisah karena sering bertengkar.
Dan Silsila ingin hal itu segera terjadi.
"Apa yang kau katakan barusan hah!?" hardik Salma yang mendengar perkataan Silsila baru saja.
"Itu bukan urusanmu!"
"Kau lancang sekali!"
"Itu juga bukan urusanmu. Menjauhkan dariku!" Kata Silsila.
"Kau memang gadis yang sombong! Kau terlalu percaya diri."
"Aku tidak seperti dirimu! Naif dan munafik!" Kata Silsila.
"Apa maksudmu hah!?" Kata Salma.
"Bilang saja jika kau menginginkan Raja! Tapi kau tidak pernah dipanggil meski sekedar menemaninya makan. Kau iri padaku!"
"Itu tidak benar! Aku sangat dipercaya oleh Raja. Jika tidak tentu aku tidak akan menjadi pemimpin para putri."
"Aku akan segera menggantikan posisimu segera, setelah aku menjadi istri resmi Raja."
"Kau hanya akan menjadi penghibur seumur hidupmu!"
"Mulutmu itu memang kurang ajar!" Kata Silsila dan mulai menyerang Salma.
"Lepaskan aku! Aku akan merusak wajahmu itu!" Kata Salma dan mulai mencakar Silsila.
Merekapun bertengkar dan panglima kumbang menarik keduanya dengan kasar.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan?" Kata Panglima kumbang pada mereka berdua.
"Kenapa bertengkar didekat istana Raja! Kalian sudah bosan hidup!?" Panglima terlihat sangat marah.
Apalagi saat melihat wajah Silsila yang terluka terkena cakaran Salma.
"Apa yang kau lakukan dengan wajahnya!?" Tanya Panglima kumbang melotot kearah Salma.
"Dia membuatku tidak bisa menahan diri!"
"Kau tahu siapa dia?"
"Pelayan!" Kata Salma.
"Katakan sekali lagi!"
"Selir raja!" Kata Salma menahan amarah.
"Kau tahu apa artinya itu? Kau akan dihukum jika Raja tahu wajahnya terluka akibat perbuatanmu!" Kata panglima kumbang kesal.
"Kembali kekamarmu! Dan cepat obati lukamu!"
"Mulutnya itu, membuatku ingin menelannya hidup-hidup!?" Umpat Salma saat Silsila berlalu dengan tersenyum sinis padanya.
"Maafkan aku. Aku benar-benar sangat membencinya!" Kata Salma.
"Kau bisa kehilangan jabatanmu karena ulahku sendiri!"
"Setiap kali bertemu dengannya aku tidak bisa menahan amarahku!"
"Jauhi dia, maka jabatanmu akan aman!" Kata Panglima kumbang.
Panglima lalu pergi untuk menemui Raja.
Sementara Salma masih kesal dan sangat emosi akibat bertengkar dengan Silsila.
"Gadis itu, lihat saja apa yang bisa aku lakukan dan aku akan membuatnya jera!" Kata Salma.
Didalam kamar, seorang teman Silsila yang biasa mendandani dan meriasnya terkejut saat melihat luka gores diwajahnya.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu? Siapa yang melakukan ini?" Tanya temannya.
"Yang melakukanya aku kau ketahui setelah Raja menghukumnya." Kata Silsila dengan kesal karena wajah mulusnya berubah menjadi jelek akibat cakaran Salma.
Tapi dia segera tersenyum.
__ADS_1
"Hhh, kau akan segera tahu apa yang bisa kulakukan untuk membalasnya. Aku bisa membuatmu menyesali perbuatanmu ini?"
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya pelayan itu.
"Tidak ada." Jawab Silsila.
"Biarkan aku mengobatinya sebelum raja tahu tentang semua ini." Kata temanya itu.
"Biarkan saja tetap seperti ini. Aku tidak akan mengobatinya." Kata Silsila yang akan memanfaatkan lukanya untuk menekan dan membalas Salma.
"Tapi bagaimana jika malam ini Raja ingin bertemu denganmu?"
"Itu bagus. Maka orang yang sudah melakukanya akan menyesal seumur hidupnya."
"Kau akan membalasnya?"
"Tidak. Raja yang akan melakukanya. Aku cukup memberikan sedikit bumbu dengan menangis didepannya."
"Tapi lukamu?"
"Tenanglah, setelah dia dihukum, aku akan mengobatinya. Kau pikir aku mau wajahku menjadi jelek seperti ini?!" Kata Silsila yang menatap wajahnya di cermin.
Pelayan itu menatap wajah Silsila dengan heran.
Tapi dia juga tahu, gadis ini memang cerdik. Dia bukan gadis biasa. Dan sebaiknya harus berhati-hati jika berada didekatnya.
Salma mondar-mandir didalam kamarnya dan berfikir keras.
Apa yang akan dilakukan Silsila?
Dia mendengar bisik-bisik dari para putri jika Silsila tidak mau lukanya diobati.
Padahal wajahnya menjadi jelek akibat cakaran kuku Salma.
"Apa yang akan dia lakukan? Dan aku tahu ini pasti siasat yang buruk!" Kata Salma sambil terus mondar-mandir.
Ratu juga mendengar jika Salma bertengkar dengan Silsila dan melukai wajah gadis itu dengan kukunya.
"Apa yang dilakukan Salma? Dia tidak tahu jika yang dilakukanya itu bodoh dan gegabah!"
"Gadis itu terlalu licik. Salma pasti akan masuk perangkapnya. Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa, karena dia terbukti bersalah. Dia tidak berfikir panjang sebelum meluapkan emosinya."
Ratu Tara kesal karena bahkan Salma yang dia suruh menjadi mata-mata sekarang malah melakukan tindakan konyol dengan melukai wajah Silsila.
Raja pasti akan murka....
__ADS_1