Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Rencana Ratu Tara


__ADS_3

Malam harinya, seperti biasa, karena Ratu tidak akan dia sentuh hingga waktu yang tidak bisa ditentukan, maka Raja yang kesepian pun memanggil Silsila.


Panglima kumbang segera menghadap Raja dan mengatakan kejadian yang dia lihat tadi siang.


Panglima Kumbang juga cemas akan amarah Raja padanya karena tidak bisa menjaga ketertiban dalam istananya.


Dan ini semua gara-gara Salma. Dia tidak bisa menahan emosinya.


"Ampun Raja, Silsila sepertinya hari ini tidak bisa menghadap Raja."


"Kenapa?" Tanya Raja menoleh pada Panglima kumbang.


"Karena wajahnya terluka saat tadi bertengkar dengan Salma." Kata panglima kumbang.


"Panggil mereka berdua kemari!" Kata Raja pada panglima kumbang.


"Baik Raja." Kata Panglima kumbang lalu pergi ke istana Putri.


Sampai di istana Putri Panglima kumbang memanggil Salma dan Silsila.


Mereka berdua pun keluar dan diminta untuk menghadap raja.


"Kalian harus menemui Raja sekarang!" Kata panglima kumbang.


"Hanya dia yang dipanggil!" Kata Silsila.


"Kau juga harus kesana!" Kata panglima kumbang.


Sementara Salma diam saja dan sudah tahu jika dia akan dipanggil akibat masalah ini.


Hanya saja siapa yang sudah melaporkanya jika mereka berdua bertengkar.


Mereka dengan cepat berjalan keistana Raja.

__ADS_1


Ratu dan bibi Kaliya sedang berjalan-jalan dan berpapasan dengan mereka berdua.


"Salam Ratu..." Sapa Salma, sementara Silsila hanya mengangguk sambil melirik sinis kearahnya.


"Kenapa dengan wajahnya?" tanya bibi Kaliya pada Ratu saat mereka sudah berlalu.


"Mereka bertengkar." Kata Ratu.


"Mereka berebut mencari perhatian Raja." Kata bibi Kaliya.


"Entahlah, Silsila keras kepala dan tidak menurut padanya." Kata Ratu lebih membela Salma.


"Dia seorang putri sebelum datang kesini. Menjadi pelayan mungkin sulit dan membutuhkan waktu. Salma harusnya bersabar."


Ratu tertegun saat bibi Kaliya justru membela Silsila.


Tapi Ratu juga tidak tahu jika sebenarnya bibi Kaliya sedang memainkan perannya untuk mengadu domba dan melebarkan pengaruhnya dalam kerajaan Maya.


Dia sedang menyusun strategi agar bisa menjadi orang berpengaruh dan mengendalikan banyak sektor dalam kerajaan setelah Ratu Mayang tiada.


Raja dan Ratu yang sekarang masih belia dan mudah terbawa emosi, membuat bibi Kaliya mudah dalam bermain peran.


"Dia harus bisa menyesuaikan diri dengan peraturan di kerajaan kita. Terlepas dia seorang putri atau dia rakyat biasa." Kata Ratu.


Ratu tiba di istana Putri dan meminta semua wanita didalam istana itu untuk berkumpul diruangan tengah yang luas.


"Kumpulkan mereka semua." Kata Ratu pada seorang pelayan yang didekatnya.


Bibi Kaliya nampak terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh Ratunya.


Kumpul! Kumpul! kumpul!


Ayo kalian bersiap!

__ADS_1


Ada ratu diluar!


Mereka lalu bersiap semua dan berbaris.


"Angkat wajah kalian!" Kata Ratu Tara.


Ratu Tara lalu mengamati wajah mereka semua dan dia mengangguk-angguk.


"Kau! Berdiri disana!"


"Kau juga!"


"Kau berbaris dibelakangnya!"


"Kau berikutnya!"


"Kau yang terakhir!"


"Yang lainya bisa bubar!" Kata Ratu dan tersisa lima orang yang terpilih.


"Kalian berdandanlah yang cantik. Nanti sebelum malam, pergilah kekamarku." Kata Ratu pada mereka berlima.


Mereka semua mengangguk dan tersenyum senang.


Mereka adalah wanita-wanita cantik dan terpilih.


"Kalian boleh kekamar kalian masing-masing. Dan bersiaplah. Bersihkan dan pakai wewangian sebelum menemui Raja."


"Apa!? Kita akan menemui Raja?" Mereka semua berpandangan.


Ratu lalu meninggalkan mereka dan keluar dari istana Putri bersama bibi Kaliya.


Sementara Silsila tidak tahu jika Ratu baru saja mengunjungi istana Putri.

__ADS_1


Silsila dan Salma saat ini akan menemui Raja.


Mereka berdua ada didepan pintu Raja. Dan jantung mereka berdebar-debar karena pasti ada masalah dan Raja akan menghukum karena mereka berdua bertengkar dan tidak bisa menjaga ketertiban dalam istana.


__ADS_2