
Ratu memilih untuk menyimpan rahasia ini dan tidak mengatakan pada bibinya. Ratu akan memikirkan dan merenungkan sendiri apa yang sebaiknya harus dilakukan.
"Tabib tadi mengatakan apa? Ratu sakit apa, hingga tiba-tiba pingsan?" Tanya bibi Kaliya memancing ratu dan kecurigaannya jika ratu mungkin hamil.
"Ohh, saya hanya kelelahan. Dan sepertinya tekanan darah saya sangat rendah. Hanya itu yang dikatakan tabib tadi." Kata Ratu berusaha membuat bibi Kaliya percaya.
Entah kenapa firasatnya mengatakan agar dia menyimpan kehamilannya ini.
Setelah mendengar jawaban dari Ratu Tara yang tidak hamil, membuat Bibi Kaliya tenang dan lega, ternyata kecurigaanya salah.
Ratu Tara lalu bangun dan melihat keluar jendela. Dari atas dia melihat Raja sedang berbicara ditaman dengan Silsila.
Entah apa yang mereka bicarakan, Raja nampak tertawa terbahak-bahak. Sesekali Raja melirik keatas tempat tidur Ratunya, dan Raja segera tahu jika Ratunya sedang berdiri didekat jendela dan mengawasinya.
"Lalu Raja meminta Silsila untuk memijit punggungnya."
Silsila sangat senang karena Raja memintanya memijat punggungnya sambil duduk. Padahal hal itu dilakukan Raja untuk menyakiti hati Ratunya karena dia berfikir Ratu sudah mengkhianatinya.
"Apa yang mereka bicarakan? Dan apa yang dilakukan Selir itu?" Ratu berbicara pada dirinya sendiri.
"Sepertinya Raja sengaja ingin menyakitiku." Kata Ratu mulai curiga.
"Mungkinkah raja tahu jika aku sedang berdiri disini?"
Ratu lalu keluar dari kamarnya untuk berjalan-jalan dihalaman.
Dari kejauhan Ratu memperhatikan apa yang sedang mereka berdua lakukan, mereka cekikikan seperti sedang membicarakan sesuatu yang lucu.
__ADS_1
Panglima kumbang menghampiri Ratu Tara.
"Ratu, saya dengar, Ratu tadi pingsan dan mengundang tabib. Apa tidak sebaiknya Ratu beristirahat didalam saja?" Tanya Panglima kumbang yang tidak ingin melihat ratunya terluka jika terus melihat apa yang sedang dilakukan Raja dengan Silsila.
"Saya akan mengadakan perjalanan ke Istana Muria. Siapkan kereta untuk perjalanan saya besok." Kata Ratu Tara pada panglima kumbang.
"Apakah Raja ikut?" Tanya Panglima kumbang.
"Tidak, saya akan pergi dengan beberapa prajurit saja." Kata Ratu.
"Sebaiknya hamba akan mengantarkan ratu hingga ke istana Muria. Baru hamba merasa tenang." Kata panglima kumbang.
"Baiklah." Kata Ratu Tara lalu kembali kekamarnya.
Raja menoleh ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Ratu Tara, namun ternyata dia tidak menemukanya karena Ratu Tara sudah kembali kekamarnya.
Raja terlihat sedikit kecewa dan Raja lalu berdiri dari tempat duduknya. Silsila terlihat kaget dan bingung dengan sikap Raja yang berubah-ubah.
"Ehm, Raja, apakah kaki Raja ingin dipijat juga?"
Tanya Silsila sambil berdiri sejajar dengan Raja.
"Tidak usah. Kau boleh kembali ke istana Putri, aku akan menemui panglima kumbang." Kata Raja saat dilihatnya panglima kumbang berjalan kearahnya.
"Baik Raja, hamba mohon diri." Kata Silsila lalu pergi ke istana Putri.
Sementara setelah dari istana Ratu, panglima kumbang menemui Raja karena besok akan mengantarkan Ratu ke kerajaan Muria.
__ADS_1
Sejak hilangnya Ratu Mayang, Ratu Tara belum mengunjungi ibundanya.
Dan hal ini dimanfaatkan oleh Raja untuk mengetahui siapakah Permaisuri Andini? Dan kenapa selama ini dia tidak pernah menampakkan dirinya.
"Dimanakah dia berada?"
Ratu tidak mau mengatakan keberadaan ibundanya karena tidak ingin membahayakan nyawanya.
"Dan Raja masih bertanya-tanya, siapakah permaisuri Andini itu."
Panglima kumbang tiba dihadapan Raja Muda Hakim.
"Hormat hamba Raja." Kata Panglima kumbang.
"Silahkan panglima. Apakah tadi itu Ratu? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Raja pada panglima kumbang.
"Besok Ratu akan mengadakan perjalanan ke kerajaan Muria Raja. Dan hamba meminta ijin untuk menemani Ratu selama dalam perjalanan." Kata Panglima kumbang.
"Ratu akan pergi menemui keluarganya?" Tanya Raja pada panglima kumbang.
"Benar Raja. Sepertinya akhir-akhir ini Ratu sangat tertekan." Kata panglima kumbang.
"Baiklah, kau boleh menemani Ratu kesana." Kata Raja yang mempertimbangkan jika dia ikut kesana mungkin justru dia tidak bisa menemui Permaisuri Andini.
"Kau bersiaplah." Kata Raja.
Dan Raja akan menyusul kemudian setelah putri sampai disana.
__ADS_1
"Hamba mohon diri raja."
"Silahkan panglima."