Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Penolakan Raja


__ADS_3

Raja marah dengan tindakan Ratu yang tidak bertanya dulu padanya.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Raja saat melihat mereka berbaris dihadapan raja.


"Kami kesini atas perintah yang mulia Ratu. Dia berkenan agar kami menemani Raja."


Ratuku itu memang sudah tidak waras!


Gumam raja didalam hati.


Raja nampak menganggukkan kepalanya.


"Kalian kembalilah! Aku sedang ingin sendiri."


Kata yang mulia Raja pada mereka semua.


"Ampun yang mulia, tapi...kami...."


"Kalian tidak mendengar ucapanku?" Raja terlihat kesal dan keluar dari istananya setelah mereka semua pergi.


Raja lalu pergi kekamar Ratunya dengan amarah yang meluap.


Sampai dipintu seorang penjaga memberi tahu jika Raja akan masuk kekamar Ratu.


"Hormat yang mulia!" Kata prajurit itu dan terdengar oleh Ratu Tara.


Ratu Tara langsung bangun dari pembaringanya dan hendak menyambut raja.


"Kenapa kau menyuruh mereka kekamarku!? Apakah kau sudah tidak waras!?" Kata Raja murka pada Ratunya.


"Bukanya kau senang aku mengirimkan mereka kekamar mu?" Kata Ratu yang bingung dengan sikap Raja.


"Apa maksudmu aku senang? Apakah aku menyuruhmu melakukan itu?"


Ratu menatapnya dengan geram juga karena raja datang-datang marah padanya.


"Jika kau tidak senang ya sudah. Kau tinggal menyuruh mereka semua keluar. Kenapa kau harus kesini dan marah-marah seperti ini? Raja macam apa yang bertindak sesuka hatinya pada Ratunya seperti dirimu!?" Kata Ratu mulai memaki suaminya.


Akhirnya emosinya tumpah juga. Atau mungkin itu akibat Ratu sedang hamil muda. Dia menjadi sensitif dan mudah tersinggung.


Tiba-tiba saat Raja tidak kuasa menahan emosinya, kukunya memanjang, tangannya berubah menjadi berbulu lebat. Dan matanya mulai merah menyala.

__ADS_1


Ratu segera tahu jika ini sudah diluar kendali.


Dengan cepat Ratu menggunakan sihirnya dan menghilang bersama Raja.


Ratu lalu membawa raja ketengah hutan jauh dari istana.


Disana Raja masih belum bisa mengendalikan emosinya, hampir setengah dari tubuhnya berubah menjadi berbulu lebat seperti raksasa.


"Raja kendalikan dirimu!" Teriak Ratu saat tubuh Raja semakin membesar dan seluruh badannya hampir penuh oleh bulu yang lebat dan panjang.


Hhhheeeehhhhhh


Suara erangannya mulai keluar dari mulut raja.


Wajahnya benar-benar berubah menjadi raksasa.


Hhhheeeeeaaaaahhhhhh


Hhhrrtttttttt


Tubuh ratu terlihat sangat kecil dimata raja yang sudah berubah menjadi raksasa.


Raja lalu berusaha mengambilnya dengan tanganya yang besar.


Ini tidak benar!


Raja harus dihentikan!


Sebelum ada yang melihatnya.


Tapi bagaimana caranya?


Ohhh, ibu....bagaimana cara menghentikanya, tanpa menyakitinya.


Ini sangat sulit.


Jika aku menyerangnya, maka Raja akan terluka.


Aku tidak ingin dia terluka. Saat ini dia dalam kendali sifat raksasa. Bukan sifat aslinya sebagai manusia.


Ratu Tara lalu melompat dan berlari menjauh dari raja.

__ADS_1


Dan Raja terus mengejarnya.


Tanganya yang besar membuat pohon tumbang dengan mudah.


Bahkan beberapa pohon besar bisa dia cabut dengan mudah hanya seperti mencabut rumput.


Ratu terus berlari hingga sampai didekat sebuah goa.


"Aku tidak boleh terus lari seperti ini. Aku harus melumpuhkannya sebelum rakyat mengetahuinya."


Ratu Tara lalu semedi dan memanggil keris mayapada. Dia tidak mungkin memanggil keris keabadian.


Keris itu hanya bisa digunakan sekali seumur hidupnya.


Sedangkan keris mayapada bisa digunakan berulang kali.


Sssswwooohhhh


Keris itu melayang di udara dan saat ini ada dalam genggamanya.


Tidak ada pilihan lain selain menyerang Raja yang terus mengejarnya.


Hah! ha! hah!


Ratu terengah-engah karena terus berlari.


Dengan segenap kekuatannya Ratu mengarahkan cahaya yang keluar dari keris itu kearah kaki raja.


Raksasa itu mengelak dan bisa menghindari serangan dari Ratu Tara.


Swoosshhhh!


Sssshhhhhh!


Clappppp!


Keris itu mengeluarkan cahaya lagi dan berusaha mengikat kaki raksasa itu dengan cahayanya.


Namun lagi-lagi Raksasa itu menghindar dan bisa mengimbangi dengan kekuatannya.


Ratu Tara lalu bersembunyi dibalik pohon, dia berharap agar raksasa itu terus mendekat dan dia akan menyerangnya dari jarak dekat.

__ADS_1


Raksasa itu mencari ratu Tara dan matanya terus menatap dengan ganas.


__ADS_2