
Mereka berjalan dibawah cahaya bulan yang indah. Beberapa bayangan pohon terlihat begitu jelas dan indah.
Ratu Tara terus mengajak suaminya mendekati cahaya bulan yang paling terang.
Dan dibawah cahaya bulan, tanpa ada pohon yang menghalanginya, Ratu Tara duduk di batu dan cahaya bulan benar-benar sempurna saat ini.
Tiba-tiba sesuatu seperti muncul ditangan dan kuku suaminya.
Raja masih tidak menyadarinya, Ratu terus melihat kukunya dan beberapa buku yang tumbuh panjang tidak seperti kuku manusia.
Ratu menarik nafas panjang.
"Mana hadiahnya?" Tanya Raja.
"Tunggulah beberapa saat lagi." Kata Ratu Tara.
Tidak lama kemudian Raja merasakan ngilu yang teramat sangat dari seluruh badannya.
Dia tiba-tiba menjadi pusing dan jatuh ketanah.
"Raja!?" Ratu sangat kaget melihat reaksi yang begitu cepat dari Raja akibat cahaya bulan purnama.
Mata Raja sudah berubah menjadi merah, dan kukunya panjang seperti cakar binatang buas.
Bulu mulai tumbuh di semua kulitnya. Dan tinggal mukanya saja yang belum berubah.
Lalu tiba-tiba, badanya menjadi besar dan tinggi.
Ratu segera bersembunyi dibelakang batu yang besar.
"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku berubah seperti ini?" Tanya Raja peda dirinya sendiri.
Ratu tidak ingin keluar dari persembunyiannya. Tujuannya hanya ingin tahu, siapa Raja yang sesungguhnya.
Dia sadar jika dia sedang hamil muda. Jika berkelahi dan bertarung melawan Raja, maka dia bisa kehilangan bayinya.
"Apa yang terjadi padaku!?" Raja berteriak ditengah kesunyian malam.
__ADS_1
Untunglah Ratu sudah mengantisipasi semua ini. Dan sudah menyelubungi tempat yang saat ini dia kunjungi dengan sihir.
Orang biasa tidak akan melihatnya dan menyadari keberadaanya.
Kubah sihir sudah membuat suara raja tidak keluar dari ruangan didalam kubah itu.
Raja terus berteriak dengan keras dan marah. Dia merasa marah dan tidak terima dengan perubahan dirinya yang berubah menjadi raksasa.
"Kenapa jadi seperti ini!?" Teriak Raja dengan keras dan terus menghancurkan semua batu dan pohon didekatnya.
Duaaarrrr!
Sebuah batu meledak dengan kekuatan raja saat berubah menjadi raksasa.
Sseeeehhhh Krosaaakkk!!!
Buuukkk!
Pohon didekatnya juga tumbang karena Raja mengamuk.
Dia marah karena berubah menjadi Raksasa yang menyeramkan.
"Aku tidak akan keluar dari sini saat ini." Kata Ratu bergumam.
Demi putra yang sedang dia kandung, Ratu Tara tidak mungkin membunuh Raja, meskipun dia jelmaan dari raksasa.
Ratu Tara yakin jika suatu saat dia pasti akan menemukan ramuan yang bisa membuat Raja menjadi manusia seutuhnya.
Raja masih mengamuk dan menendang juga melemparkan batu yang ada didekatnya.
Saat Raja akan mengangkat batu besar, dimana Ratu bersembunyi didalamnya, tiba-tiba purnama mulai redup.
Rajapun mulai berubah wujud, ke wujud aslinya.
Sedikit demi sedikit badanya menyusut dan bulu-bulu yang tumbuh mulai menghilang.
Ratu Rata tadinya sudah berdebar-debar saat Raja berjalan mendekatinya dalam wujud raksasa.
__ADS_1
Dan dia juga gemetar saat Raja hendak mengangkat batu besar yang ada didekatnya.
"Syukurlah, akhirnya bulan mulai redup." Bisik Ratu Tara dalam hati.
Raja lalu kembali kewujudnya semula dan pingsan didekat ratu Tara.
Ratu Tara segera mendekatinya, dan menyentuh bahu Raja. Ratu Tara lalu mengamati wajah suaminya.
"Raja! Bangunlah raja!" Raja lalu membuka matanya perlahan dan melihat kewajah ratunya.
Raja terkejut melihat perubahan dirinya.
"Apa yang terjadi denganku?" Tanya Raja pada Ratunya.
Raja sepertinya lupa pada apa yang terjadi belum lama ini.
Lalu dia melihat tempat disekelilingnya berantakan.
"Kenapa tempat ini berantakan?" Tanya Raja pada Ratu disampingnya.
Ratu lalu menyapu sekeliling tempat itu dengan matanya.
Sepertinya Raja lupa pada apa yang baru saja terjadi.
Bisik Ratu Tara didalam hati.
Ratu Tara lalu mengulurkan tanganya dan membantu Raja bangun.
"Siapa yang melakukan semua ini? Batu-batu itu, siapa yang sudah menghancurkannya?"
Tanya Raja sambil berjalan kearah batu besar dan duduk disana.
"Kenapa badanku nyeri sekali?" Tanya Raja melihat tanganya yang sedikit terluka.
"Tangan mu terluka, aku akan segera mengobatinya." Kata Ratu sambil melihat disekelilingnya, siapa tahu ada tanaman obat disana.
"Tidak usah. Katakan saja apa yang sudah terjadi?"
__ADS_1
Ratu diam saja dan berfikir sebaiknya apa yang harus dia katakan.
Raja semakin tidak sabar untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.