Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Bibi Kaliya mencuri daun langka


__ADS_3

Raja menaruh tangannya diatas bantal, lalu Ratu Tara menaruh kepalanya diatas tangan raja.


Hatinya mulai luluh karena bayi yang sedang dikandungnya. Selain itu beberapa bulan ini Raja juga memperlakukannya dengan sangat baik.


Hal itu tentu saja karena Ratu sedang mengandung putra mahkota.


"Seandainya ibu ada disini, tentu ibu akan sangat bahagia dengan kabar kehamilanmu."


Raja menatap Ratu dengan lembut, setelah itu menatap langit-langit kamar dan mengingat kapan terakhir kali dia bertemu dengan ibunya, Ratu Mayang.


Terlihat Ratu Tara menghela nafas panjang, dan aura mukanya langsung berubah masam.


Dia tidak suka Raja berbicara tentang ibunya, Ratu Mayang. Walau bagaimanapun, Ratu Mayang adalah pembunuh ayahnya dan sudah membuat ibunya, Permaisuri Andini terusir dari istana.


Raja perlahan menyibakkan rambut Ratunya dan menatapnya sangat dalam.


"Tidurlah, aku akan menjagamu." Kata Raja pada Ratu Tara.


Saat Ratu tertidur, Raja terus memandanginya dan tersenyum membayangkan jika sebentar lagi kamar ini akan ramai karena kelincahan bayinya.


Diistana putri.


Didalam kamar, Silsila duduk dengan sebuah botol kecil ditanganya.


"Bagaimana caranya aku menyelinap keistana Ratu?"


"Disana penjagaan sangat ketat."


"Pasti tidak mudah untuk masuk kesana."


"Sedangkan saat ini, Ratu jarang sekali keluar dari istananya."


"Aku yang harus pergi kesana."


"Secepatnya aku harus mencari cara, sebelum bayi itu bertambah besar."


Sementara Salma memperhatikan kamar Silsila dari luar.


"Kenapa dia tidak keluar-keluar hari ini? Apakah dia sakit?"


Kata Salma dalam hati.


Dan tiba-tiba pintu terbuka, Silsila berdiri disana.


Hal itu membuat Salma berjingkat karena kaget.


Silsila menatap Salma dengan geram.


"Apa yang sedang kau lakukan dikamarku?"

__ADS_1


"Tidak ada. Aku hanya melihat-lihat saja."


"Kau mengintai kamarku?" Tanya Silsila tidak percaya pada ucapan Salma.


"Untuk apa? Aku adalah pemimpin disini. Aku bebas pergi kemanapun!"


"Hhhhh,ck,....." Silsila lalu pergi meninggalkan Salma.


"Gadis itu....Hhhhh, sombong sekali! Lihat saja, aku pasti akan tahu apa yang kau rencanakan dengan bibi Kaliya."


***


Di istana Raja.


Silsila berjalan pelan menuju kamar Raja, dia hanya mondar-mandir dan membuat kedua pengawal Raja menanyakan keperluannya.


"Apa yang kau lakukan disini?"


Tanya pengawal itu dengan tegas.


"Aku ingin bertemu dengan Raja."


"Raja tidak ada disini. Raja tidur diistana Ratu." Kata pelayan itu.


"Apa!?"


"Kenapa kau terkejut? Dia adalah raja. Dan kau hanya seorang pelayan."


"Aku akan menunggu disini hingga raja kembali." Kata Silsila.


"Terserah kau saja!" Kata pengawal raja dan dia tidak peduli pada apa yang dilakukan Silsila.


Silsila menunggu Raja hingga dia tertidur didepan kamarnya.


Raja datang pagi-pagi sekali dan kaget melihat Silsila ada diluar kamarnya.


"Kenapa dia tidur disini?" Tanya Raja pada kedua pengawal itu.


"Dia ingin bertemu yang mulia Raja. Dan tidak mau kembali kekamarnya." Kata kedua pengawal itu.


"Bangunkan dia."


Pengawal itu megang bahu Silsila dan membangunkanya.


Silsila mengucek matanya menatap Raja yang berdiri dihadapannya.


"Yang Mulia? Maaf saya ketiduran disini." Kata Silsila salah tingkah.


Silsila tidak berani menatap wajah yang mulia raja dan menundukkan matanya.

__ADS_1


"Ikutlah kekamarku." Kata Raja sambil berjalan masuk kekamarnya.


Silsila sangat gembira dan mengikuti Raja dibelakangnya.


"Katakan, kenapa kau ingin menemuiku?"


"Sa-saya, saya ingin bertemu yang mulia karena....." Cari alasan Silsila. Gunakan akalmu! Karena apa kau ingin menemui Raja? Kata bayangan Silsila padanya.


"Saya sangat merindukan Yang Mulia Raja."


"Hhhhh, kau merindukan aku?" Berbicara normal.


Tiba-tiba mata Raja memerah dan sorot matanya tajam.


"Aku adalah Raja. Aku tidak terjangkau oleh siapapun. Aku tidak bisa kau rindukan. Aku akan memanggilmu saat aku butuh, dan aku sekarang sedang tidak membutuhkanmu. Maka pergilah dari hadapanku!" Gertak Raja dan membuat Silsila kaget.


"Raja? Suara Raja....." Silsila gemetar mendengar suara raja yang berbeda.


Dan gaya bicara raja yang aneh.


"Raja! Saya permisi!" Kata Silsila langsung pergi dengan tangan didadanya.


Kedua pengawal itu bungung melihat Silsila yang ketakutan.


Sementara didalam kamar Raja terdengar bunyi pecahan barang-barang.


"Prangggg!!!"


"Sreeekkkk!!!"


"Praanggg!"


Semua barang berserakan dilantai dan Raja terbaring tak sadarkan diri.


Kedua pengawal itupun menemui Ratu dan mengatakan jika Raja mengamuk dikamarnya.


Mendengar hal itu, Ratu Tara langsung bergegas kekamarnya, padahal saat itu dia sedang memegang daun pengendali Raksasa.


Bibi Kaliya yang sudah mengintai sejak tadi, mengambil daun itu dan membaca buku yang sedang dibaca oleh Ratu Tara.


Bibi Kaliya sekarang tahu, jika raksasa bisa dikendalikan.


"Ratu rupanya sedang mempelajari ini?"


Bagaimana cara mengendalikan raksasa?


Bibi Kaliya menyimpan daun itu dan menggantikanya dengan yang palsu menggunakan sihirnya.


Sementara Ratu sedang ada dikamar Raja dan berusaha mengobatinya dengan tenaga dalam yang dia miliki.

__ADS_1


Ratu tahu, jika saat ini , Raja sering kehilangan kendali atas dirinya. Raksasa itu mulai memperlihatkan sifatnya.


Itulah kenapa barang-barang dikamar Raja menjadi berantakan. Yang mengamuk bukanlah Raja tetapi raksasa yang bersemayam dalam dirinya.


__ADS_2