Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Kaisar langit


__ADS_3

Setelah semua ritualberhasil diselesaikan, sekarang tiba saatnya putri Tara bertemu dengan kaisar langit.


Dia bejalan mengikuti sebuah cahaya yang berwarna-warni seperti pelangi. Ada guru Duma dan juga Ratu Mayang dibelakangnya.


Namun saat Putri Tara berhasil masuk kedalam sebuah pintu yang berkilau seperti emas, pintu itu segera tertutup sehingga Ratu Mayang dan Guru Duma tidak bisa masuk kesana.


Ratu Mayang sangat kesal begitu juga guru Duma.


Saat ini Putri Tara sedang menghadap kaisar langit.


"Apa yang kau minta?" Kata Kaisar langit.


"Aku ingin kerajaanku kembali menjadi milikku. Dan aku ingin kekuatan Ratu Mayang sirna."


"Kau hanya bisa minta satu keinginan. Kau ingin kerajaanmu kembali atau kau ingin kekuatanya hilang?"


Putri Tara nampak berfikir sangat keras.


"Aku ingin kekuatan Ratu Mayang sirna." Kata Putri Tara setelah memikirkan dampak dan akibatnya.


"Baiklah."


Lalu dalam waktu sekejap, Putri Tara sudah berada dikamarnya kembali dalam kedipan mata tanpa dia sadari.

__ADS_1


Dan Ratu Mayang jatuh dari langit karena tiba-tiba kekuatannya hilang dan masuk kedalam lautan yang dalam.


Sepulangnya dari bertemu Kaisar langit, pangeran Hakim lalu ibunya, namun hanya ada guru Duma disana.


Entah bagaimana, dalam kedipan mata tiba-tiba Ratu Mayang menghilang dari penglihatan guru Duma. Dan guru Duma juga sudah kembali kerajaanya tanpa dia sadari.


"Ini pasti kekuatan dari langit." Kata Guru Duma. "Entah apa yang diminta gadis itu." Kata Guru Duma kesal.


Pangeran Hakim lalu masuk kekamarnya dan dia lihat Putri Tara sudah berdandan seolah dia adalah Ratu.


"Kenapa kau berpakaian seperti ini?"


"Karena atas perintah Kaisar langit, aku akan menjadi Ratu dikerjakan Mayang." Kata Putri Tara.


"Lalu bagaimana dengan ibuku? Dimana ibuku?" Tanya pangeran Hakim.


"Ibumu bersama kaisar langit."


"Tapi, bagaimana mungkin?" Tanya pangeran Hakim tidak percaya.


"Itu adalah permintaan ibumu. Dia begitu ingin menguasai dunia, akhirnya dia memilih untuk tinggal dikhayangan bersama Kaisar langit dan mengabdi disana."


"Aku tidak percaya ibu ada disana."

__ADS_1


"Tapi buktinya dia tidak ada disini bukan, tadi dia pergi bersamaku, dan saat aku kembali dia tetap ingin tinggal disana."


"Tapi itu tidak masuk akal!" Kata pangeran Hakim.


"Tapi itulah yang aku lihat. Jika kau tidak percaya, maka lakukan tujuh ritual dan kau bisa menemuinya." Kata Putri Tara.


"Sekarang aku akan menjadi Ratu atas perintah Kaisar langit, dan menggantikan posisi ibumu." Kata Putri Tarra yang berhasil membuat tipu daya agar rencananya berjalan dengan baik tanpa pemberontakan.


"Kau menjadi Ratu?" Tanya Pangeran Hakim kebingungan.


"Iya, dan kau adalah Rajanya. Bukankah Ratu tidak berjalan sendirian tanpa Raja disampingnya?"


"Aku?" Tanya Pangeran Hakim.


"Iya, kau adalah Raja, dan aku adalah Ratunya. Mari sama-sama kita sambut rakyat kita." Kata Putri Tara yang berita tentang dirinya sudah sampai keseluruh masyarakat, karena Putri Tara membuat begitu banyak burung bisa berbicara hingga menyampaikan pesannya kepada seluruh warga desa.


"Cepatlah berganti baju, kita akan pergi ke alun-alun istana." Kata Putri Tara pada pangeran Hakim.


Pangeran Hakim lalu mengganti bajunya tanpa bisa berfikir dengan jernih. Dia percaya begitu saja apa yang dikatakan Putri Tara karena dia tidak tahu siapa dia yang sesungguhnya dan apa misinya datang ke kerajaannya.


Seluruh rakyat berdiri di alun-alun istana dan putri Tara serta pangeran Hakim duduk dikursi Raja dan Ratu.


Mereka tersenyum pada semua rakyatnya. Rakyat begitu sangat bahagia karena mereka mendengar kabar jika Ratu Mayang tinggal bersama Kaisar Langit melalui kicauan burung yang dikirim oleh putri Tara.

__ADS_1


__ADS_2