
Dialun-alun istana, Putri Tara duduk bersama Pangeran Hakim. Pangeran Hakim masih bingung dengan semua ini dan tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.
"Apakah kau tidak akan mengatakan apapun pada rakyatmu?"
"Aku akan kedepan dan menyambut mereka." Kata Pangeran Hakim.
Pangeran Hakim lalu berjalan kedepan dengan baju Raja dan mahkota Raja yang membuatnya gagah perkasa.
"Hai, rakyatku semua, hari ini adalah hari yang bersejarah untuk kerajaan ini. Setelah Ratu Mayang memilih tinggal bersama Kaisar Langit, maka sejak saat ini, aku menyatakan diri sebagai Raja! Sambutlah raja kalian yang baru, Raja Hakim dan Ratu Tarra." Kata Raja Hakim dengan penuh wibawa.
Tepuk tangan dan sorak sorai dari rakyat bergaung hingga suaranya mencapai langit.
Tidak lama kemudian panglima kumbang maju kedepan dan menggantikan pidato Raja, karena Raja dan Ratu harus kembali ke istana.
Dengan sihir yang mereka lakukan, dalam waktu sekejap mereka sudah duduk di singgasana nya.
"Bagaimana menurut sambutan rakyat kita?" Tanya Putri Tarra.
"Mereka sangat bahagia dan antusias."
"Mereka berharap kau bisa menjadi raja yang adil dan bijaksana." Kata Ratu Tarra.
__ADS_1
"Tapi aku masih tidak bisa berfikir dengan jernih, bagaimana Ibunda pergi begitu saja tanpa mengatakan dan berpesan apapun jika dia akan tinggal bersama Kaisar Langit."
"Mungkin dalam waktu sekejap yang Mulya Ratu Mayang berubah pikiran dan memutuskan untuk tinggal bersama Kaisar langit agar menjadi abadi." Jelas Ratu pada Rajanya.
"Dimana guru Duma? Aku ingin berbicara padanya." Kata Raja Hakim.
"Guru Duma memilih untuk bersemedi digunung berapi." Kata Putri Tara yang sudah menangkap dan mengikat Guru Duma dibantu bibinya dengan kekuatan sihir yang mereka miliki saat Guru Duma akan mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada Raja.
"Dia juga tidak berpamitan?" Tanya Raja kaget.
"Tidak, sepertinya semua berubah pikiran secara mendadak. Dan mereka semua percaya jika kau bisa mengambil alih tahta, tanpa dibantu Guru Duma."
"Ratu Mayang dan guru Duma juga rakyat menginginkan perubahan. Jadi mereka ingin kau menjadi Raja dan menggantikan posisi Ratu Mayang.
Tiba-tiba pangeran Haris datang dan memberikan salam penghormatan pada Raja dan Ratu yang baru.
"Salam Raja dan Ratu Tara...." Kata Pangeran Haris yang juga kaget saat semuanya berubah dalam satu malam.
"Duduklah Haris, sekarang aku adalah rajamu dan kau harus mematuhi semua perintahku!" Kata Raja tiba-tiba dan membuat pangeran Haris kaget dengan ucapannya.
"Jika kau melakukan kesalahan aku akan memenggal kepalamu!" Kata Raja dan pangeran Haris tertunduk tanpa berani melihat wajah sahabatnya yang saat ini menjadi Raja.
__ADS_1
Raja rupanya hanya bercanda dan sengaja menggoda sahabatnya Haris.
"Hahahaha....lihatlah wajahmu itu, itu sangat lucu sekali..... hahahaha." Kata Raja terbahak-bahak.
Seketika pangeran Haris melihat kearah Raja dan Ratu dengan tersenyum.
"Kau pasti kaget dengan ucapanku tadi."
"Tidak yang mulia raja. Memang sudah sepantasnya Raja bersikap tegas dan sudah menjadi wewenang Raja untuk bisa menghukum semua orang yang melakukan kesalahan." Kata pangeran Haris.
"Mana mungkin aku akan menghukummu. Kau adalah sahabatku. Aku akan memberimu kerajaan disebelah selatan kerajaan ini. Kau akan menjadi Raja disana." Kata Raja Hakim yang membuat kaget Ratunya.
Raja selatan begitu dekat dengan jatuhnya samudra dimana Ratu Mayang jatuh dan tenggelam disana.
Ah, tapi dia pasti sudah tiada....
"Bagaimana Ratu?" Tanya Raja pada Ratunya.
"Ya, sebaiknya rakyat dibagian selatan dipimpin oleh Raja yang baru. Mereka terlalu jauh dari kerajaan kita. Dan kasihan rakyatnya karena mereka harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai kemari. Sebaiknya ada pemimpin dan Raja untuk mereka. Sehingga hanya utusan saja yang akan datang kemari. Mereka tidak perlu kemari." Kata Ratu Tarra.
"Dengan segala hormat, hamba mengucapkan banyak Terimakasih kepada Raja dan Ratu, hamba mohon diri." Kata Pangeran hakim lalu mundur dan keluar dari ruangan Raja.
__ADS_1