
Sesampainya diistana, Ratu Mayang bersama Guru Duma kemudian langsung menuju ke perpustakaan kuno. Mereka berjalan mendekati sebuah meja yang diatasnya sudah ada Kitab Besar. Kitab Raksa yang berbicara tentang Raksasa, Raja Neraka dan Kaisar Langit.
Didalam Kitab itu ditulis tujuh ritual suci yang harus dijalankan jika ingin menemui Kaisar Langit dan membuat sebuah permintaan.
"Apa yang tertulis disana Mayang? Kemarin kita tidak sempat membaca dengan lebih detail." Kata Guru Duma.
Kemudian Ratu Mayang menyebutkan ketujuh ritual suci itu.
Mandi diair terjun yang terdapat seorang putri duyung. Putri duyung itu adalah jelmaan manusia.
Mencari gadis berhati suci dan melakukan tapa semedi selama tiga hari tanpa makan dan minum, yang dilakukan oleh gadis dengan hati yang suci dan tanda bintang dilehernya.
Gadis itu belum menikah dan masih perawan.
__ADS_1
Sampai yang ketiga ini maka Ratu Mayang dan Guru Duma saling berpandangan.
"Bagaimana ini Guru?"
"Kita harus secepatnya memberitahu pangeran Hakim agar jangan melakukan bulan madu dengan istrinya." Kata Guru Duma.
"Sebelum malam tiba sebaiknya aku harus menyampaikan pesan ini." Kata Ratu Mayang.
"Guru, aku akan semedi dan mengirim pesan kepada Pangeran Hakim." Kata Ratu Mayang kemudian duduk dilantai dan bersila sambil memejamkan matanya.
Roh Ratu Mayang kemudian keluar dari raganya dan terbang melesat untuk menemui Pangeran Hakim.
Pangeran Hakim saat itu sedang sendirian dikamarnya untuk menunggu Putri Tara datang. Dan mereka akan melakukan bulan madu yang belum dilakukan pada malam sebelumnya.
"Pangeran!" Ratu Mayang berdiri tepat dihadapan Pangeran Hakim.
"Maksud Ibunda?" Namun Ibundanya telah kembali keraga aslinya saat ini.
Tiba-tiba Putri Tara berdiri dipintu dan melihat wajah Pangeran Hakim yang sedang kebingungan.
Putri Tara kemudian berjalan mendekat, dan saat tahu bahwa istrinya datang, Pangeran Hakim langsung pura-pura tertidur.
Aku sempat melihatmu terjaga, dan sekarang kau pura-pura tidur? Apa sih maksud semua ini? Sandiwara apa yang sedang kau mainkan. Tadi kau menyuruhku untuk mengganti baju dan memakai wewangian kesukaanmu. Dan kau ingin melakukan bulan madu. Namun sekarang malah pura-pura tertidur.
Aku tahu....kau pasti sedang mempermainkan perasaanku karena aku sekarang istrimu. Dan aku sudah menjadi milikmu. Sehingga kau bisa menyuruhku begini dan begitu lalu mempermainkan perasaanku sesuka hatimu.
__ADS_1
Baguslah jika kau tertidur Pangeran. Aku bisa terselamatkan dari nafsu liarmu.
Setidaknya sampai aku mendapatkan Keris Mayapada dan Kitab Raksa. Dengan keduanya maka aku akan mengalahkan Ibumu, dan juga mengurung raksasa itu dan mengirimnya ke neraka.
Pangeran Hakim berkedip-kedip dan mengintip apa yang dilakukan istrinya. Merasa Pangeran Hakim sudah tertidur kemudian Putri Tara melonggarkan bajunya dan mengganti dengan yang lebih nyaman.
Perlahan-lahan Putri Tara melepas tali bagian atas dari baju itu dan akan menurunkanya dan mengganti dengan baju kesukaannya tanpa aroma parfum.
Pangeran Hakim memicingkan satu matanya dan melihat dengan jelas pemandangan yang indah itu. Jantungnya berdegup sangat kencang hingga terdengar bunyi, glek! Pangeran Hakim menelan salivanya dan menahan sesuatu yang semakin mengeras dibawah sana.
Putri Tara kemudian memakai kembali baju tanpa aroma parfum untuk dipakainya selama tidur. Meskipun Putri Tara suka membuat dan memakai parfum, namun saat akan tidur Putri Tara tidak suka mencium aroma wewangian seperti parfum atau yang lainya.
Pangeran Hakim kemudian perlahan membuka matanya saat dia tahu jika Putri Tara sudah berbaring disampingnya.
Pangeran Hakim mengintip dan melihat wajah Putri Tara yang berkedip-kedip sangat indah dalam pandanganya.
Dan semakin lama dia melihat Putri Tara menutup matanya dan tidak berkedip lagi.
Dia sudah tidur rupanya.
Kata Pangeran Hakim yang bangun dan duduk disamping ranjang sambil terus memperhatikan dan memandangi wajah istrinya yang indah bagai bulan dimalam hari.
Kemudian Pangeran Hakim membungkuk dan mendekat sambil mencium aroma tubuh Putri Tara yang semakin menggoda dan membangunkan nalurinya sebagai lelaki sejati.
Pangeran Hakim menghirup aroma nafas Putri Tara dan semakin mendekatkan hidungnya hingga satu inci lagi hidung mereka hampir bersentuhan.
Namun tiba-tiba Pangeran Hakim melihat sesuatu bergerak-gerak didalam selimut Putri Tara. Dan semakin lama semakin diperhatikan oleh Pangeran Hakim tanpa berani menyentuhnya.
__ADS_1
Karena jika dia menyentuhnya maka Putri Tara pasti akan terbangun dan akan mengira yang tidak-tidak. Namun sesuatu itu bergerak dari bawah semakin keatas dan perlahan-lahan Pangeran Hakim membuka selimut Putri Tara.
Dan Pangeran Hakim sangat terkejut dengan apa yang dilihat dipaha Putri Tara. Dia tidak menyangka sama sekali dengan apa yang dilihatnya. Sesuatu itu tepat berada diatas barang berharga milik Putri Tara.