
Keesokan harinya Zayn sudah tidak sabar untuk bertemu Tara dan mengatakan apa yang dia alami tadi malam.
"Dimana Tara?" Tanya Zayn karena melihat Bara hanya datang sendirian.
"Dia dirumah. Kami akan mendaftarkan pernikahan kami hari ini juga." Kata Bara pada Zayn.
"Hhh, apa? Kenapa kalian cepat sekali memutuskan akan menikah? Kau bahkan tidak mencari tahu asal usulnya?"
"Itu tidak penting, bro! Jika aku suka, ya langsung nikah aja. Tidak perlu menunggu dan mencari tahu asal-usulnya."
"Kok gitu?" Tanya Zayn.
"Ya, aku suka to the point seperti itu. Anti ribet."
"Apakah kau benar-benar mencintainya?" Tanya Zayn ingin memastikan jika Bara tidak bermaksud mempermainkan perasaan Tara.
"Hahahaha....kenapa Lo jadi kepo gini bro? Dia cantik. Dan dia sudah punya anak, mommy sangat menginginkan cucu."
"Hhh, ck, jangan permainkan perasaannya." Kata Zayn.
"Hemmm,...."
Bara tidak begitu peduli pada apa yang dikatakan sahabatnya, Zayn.
"Jika kau sudah siap, ayo kita mulai!" Kata Bara.
***
Selesai syuting Zayn sendirian duduk ditepi pantai. Dia memandang jauh kedepan, dan entah kenapa tiba-tiba bayangan Tara seperti sedang melayang diantara lautan yang sangat luas.
"Ahhhh...shhiittt! Kenapa dia muncul disana? Ada apa dengan ku?"
"Kenapa gue tidak rela gadis aneh itu menikah dengan Bara?"
"Apakah aku benar-benar tertarik dengan model gadis aneh seperti itu?"
Bara lalu melempar air dengan beberapa kerikil disampingnya.
***
Tara sedang duduk menunggu Bara yang sudah berjanji akan menjemputnya. Tidak lama kemudian terlihat mobil bara memasuki halaman.
"Aku menunggumu dari tadi, kau sangat terlambat." Kata Tara lalu masuk kedalam mobil Bara.
"Pakai seatbeltnya!"
Tara yang sudah belajar memasang seatbelt, sekarang bisa memakainya tanpa bantuan Bara.
__ADS_1
"O ya, saat kita menikah nanti apakah ada keluargamu yang akan datang?" Tanya Bara.
"Sepertinya tidak ada." Kata Tara mengingat jika tidak punya siapapun didunia masa depan ini.
"Baiklah, jika begitu, maka semuanya menjadi lebih cepat selesai."
Tiba-tiba Bara mendapat telepon dari mommynya.
"Bara, mommy ingin mengajak Tara dan Raka ke acara teman mommy. Mommy lagi dalam perjalanan kerumahmu."
"Tapi Mommy...."
Mommynya sudah menutup teleponnya. Tara menatap Bara dengan mengernyitkan dahinya.
"Kita putar balik!" Kata Bara.
"Kenapa?"
"Mommy sedang dalam perjalanan kerumah. Kamu dan Raka akan ikut dengan Mommy." Kata Bara.
"Acara apa?"
"Entahlah, mungkin arisan ...." Kata Bara dan tidak lama kemudian sudah sampai dirumah.
Tara masuk dan mengajak Raka serta susternya untuk bersiap karena akan pergi dengan ibu mertuanya.
Saat mereka sudah siap, Mommy Bara datang dan tersenyum pada Tara.
"Iya, Tante..."
"Panggil Mommy saja."
"Iya,...Mommy...."
Mereka lalu masuk kedalam mobil Mommy Bara.
Mereka sampai disebuah pesta yang mewah. Ternyata salah seorang temannya berulang tahun dan merayakannya dengan pesta besar.
"Ayo masuk!" Ajak Mommy. Mommy begitu bangga dengan membawa menantunya yang cantik dan juga cucunya yang tampan.
Sepanjang berpapasan dengan teman-teman sosialitanya, dia tidak berhenti tersenyum dengan penuh percaya diri.
"Hai jeng!" Kata Mommy pada pimpinan asosiasi wanita.
"Waahhh, jeng, itu siapa? Cantik sekali?"
"Ohh, dia adalah menantuku dan ini cucuku yang sangat tampan."
__ADS_1
"Waaahhh, jeng, putramu sangat pandai memilih istri." Puji ketua asosiasi.
"Tentu saja. Dia mewarisi bakat ibunya...." Kata Mommy Barra berbisik.
Sementara Tara tidak berhenti mengagumi acara pesta yang sangat mewah ini.
"Ternyata pestanya tidak kalah dengan pesta di kerajaannya." Gumam Tara.
Tara lalu berjalan sendirian berkeliling didalam pesta itu.
Dan tanpa sengaja dia bertemu dengan Zayn yang diundang untuk menjadi bintang tamu didalam acara dan semua itu tidak lepas karena saat ini Zayn, memang sedang naik daun.
Mereka lalu saling mendekat dan berbicara.
"Tara? Kau juga datang?" Tanya Zayn.
"Iya, aku datang dengan ibu mertua." Kata Tara.
"Apakah Bara tidak ikut?" Tanya Zayn.
"Tidak. Bara bertemu dengan investor saat ini."
"Ohh...kau tentu sudah mendaftarkan pernikahan kalian?" Tanya Zayn ingin tahu.
"Belum. Karena Mommy tadi menelpon." Kata Tara.
"Maukah kau berdansa denganku?" Tanya Zayn lalu menggandeng tangan Tara.
Mereka saling berdiri berhadapan dan Tara merasakan getaran yang berbeda dengan Zayn.
Begitu juga Zayn, dia semakin tertarik dengan Tara. Saat ini dia memeluk Tara dengan penuh perasaan dan merasakan setiap getaran di hatinya.
"Kau mencintai Bara?" Tanya Zayn sambil memeluk pinggang Tara yang langsing.
"Ehmmm, anakku perlu perlindungan." Kata Tara.
"Artinya kau menikah karena putramu?" Tanya Zayn.
"Entahlah, tapi aku tidak punya siapapun di duniamu ini. Anakku mungkin mengalami kesulitan jika aku tidak menikah." Kata Tara.
Terlihat Mommy mencari Tara dan berjalan diantara tamu yang hadir.
"Mommy sepertinya mencariku, aku harus pergi." Kata Tara lalu meninggalkan Zayn sendirian.
Zayn hanya bisa menatap kepergian Tara dan tidak bisa menahannya.
Tiba-tiba Zayn melihat tanganya mengeluarkan kuku yang tajam.
__ADS_1
Tapi saat Zayn mengedipkan matanya, kukunya kembali seperti semula.
"Ahk, ini mungkin hanya perasaanku saja."