Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Permaisuri bertemu Mayang


__ADS_3

Setelah sampai diistana mereka berjalan kekamar masing-masing. Ratu langsung kekamarnya dan duduk sambil mengamati daun yang baru saja dia petik.


"Daun ini sangat mirip sekali." Kata Ratu lalu menyimpannya didalam sebuah botol setelah Ratu menumbuknya.


Berita tentang kehamilan Ratu Tara pada akhirnya sampai ke telinga permaisuri Andini.


Permaisuri sangat murka dengan kehamilan putrinya. Dia tidak sudi putrinya mengandung benih dari keturunan ratu Mayang dan raksasa itu.


Permaisuri Andini mau tidak mau mempersiapkan beberapa prajurit untuk datang keistana Maya.


Dia berniat mengambil kembali kerajaanya dari tangan Raja Hakim.


Permaisuri Andini lalu berpamitan pada Raja Muria, jika dia akan keistana Kerajaan Maya dan akan tinggal disana.


Saat ini permaisuri sedang dalam perjalanan menuju istana.


Tiba-tiba didalam perjalanan dia dihadang oleh Ratu Mayang yang baru saja bangkit dari semedinya didasar laut.


Ratu Mayang juga mendengar jika Ratu Tara hamil anak dari putranya, pangeran Hakim atau Raja muda Hakim.


Berbeda dengan Permaisuri yang tidak menginginkan kelahiran bayi itu, Ratu Mayang justru ingin agar bayi ajaib itu lahir.


Ratu Mayang punya rencana tersembunyi dibalik kelahiran bayi dari putranya.


"Hahahaha.......!"


"Hahahaha......Akhirnya kau keluar dari persembunyianmu!" Kata Ratu Mayang.


"Mayang!? Kau masih hidup?!"


Kata permaisuri Andini terkejut dengan kemunculan Mayang tiba-tiba.


"Hahahaha....!?"


"Apakah kau terkejut Andini!?" Kata Ratu Mayang.


"Rupanya besanku akan datang untuk merayakan kemenangannya! Hahahaha...."


"Bukan urusanmu! Menyingkirkan dari hadapanku!?" Kata Permaisuri Andini.


"Sekarang kau akan tahu betapa hebatnya dan liciknya Ratu Mayang! Aku selalu satu langkah didepanmu! Putrimu sedang mengandung cucuku! Dan dia akan menjadi bayi ajaib! Aku yang akan mengasuhnya!?"

__ADS_1


"Kurang ajar!" Teriak permaisuri Andini. " Aku tidak akan membiarkanya. Aku tidak akan membiarkan putriku melahirkan anak raksasa!" Kata permaisuri Andini.


"Tapi aku akan menunggu kelahiranya. Pulanglah kenegaramu! Jangan ganggu mereka. Rupanya, senjata makan tuan! Hahahaha.....!?"


"Kurang ajar!?" Permaisuri Andini lalu menyerang ratu Mayang.


Dia mengeluarkan semua kemampuannya untuk menyerang musuh bebuyutannya itu.


Swoossshhhh!


Craaaassshhhh!


Duuuuuuaaarrrr!


Buuuukkkkk!


Mereka membuat pohon-pohon tumbang dan batu-batu beterbangan dengan sihir dan kekuatan mereka.


Pada akhirnya mereka sama-sama terluka.


Permaisuri Andini ingin menyerang lagi tapi dia juga terluka parah.


"Ingat Andini! Aku tidak akan membiarkanmu merusak rencanaku dan putraku! Hahahaha!"


"Kurang ajar! Wanita iblis! Putramu juga ternyata pria brengs*k yang sudah mempermainkan putriku!" Teriak permaisuri lalu pingsan.


Para prajurit membawa permaisuri kembali kekerajaanya.


Raja Muria kaget melihat keadaan permaisuri Andini yang terluka parah.


Raja Muria lalu memanggil semua tabib istana agar datang dan mengobati Permaisuri Andini.


Sementara berita itu terdengar oleh Bibi Kaliya dari seorang mata-mata.


Dan bibi Kaliya berpesan pada mata-mata itu agar tidak memberitahukan berita ini pada Raja maupun Ratu.


"Diamlah! Dan anggap hal ini tidak terjadi!" Kata Bibi Kaliya dan segera menyuruh mata-mata itu pergi dari hadapannya.


Sementara Raja Muda hakim sedang merasa sangat bahagia karena ratunya sedang mengandung.


Dia memanggil Salma untuk membagikan kue manis pada seluruh pelayan dan para putri yang tinggal di istana Putri.

__ADS_1


Padahal Ratu sudah melarangnya, tapi Raja Hakim sudah tidak sabar untuk merayakannya.


"Bagikan manisan pada semua orang." Kata Raja dan Salma mengangguk tanpa berani bertanya.


"Baik yang mulia Raja."


Salam kembali keistana Putri dan membagikan manisan sesuai perintah Raja.


"Untuk apa manisan ini?" Tanya beberapa temanya.


"Entahlah, Raja tidak mengatakan apapun." Jawab Salma.


"Aku dengar, Ratu sedang hamil, apakah itu benar!?"


"Ssssttt, jangan keras-keras!" Kata Salma yang juga sudah mendengar berita itu.


Tapi dia juga tidak berani mengatakan apapun sampai Ratu sendiri yang mengatakannya.


Silsila yang baru saja keluar dari kamarnya mendengar pembicaraan mereka.


Dia sangat terkejut dan syok mendengar apa yang mereka gosipkan.


Artinya Ratu akan segera mempunyai keturunan?


Pantas saja, Raja tidak pernah memanggilku sejak kejadian waktu itu.


Apakah mereka sekarang tidur bersama?


Gumam Silsila bertanya-tanya.


Dia sudah sangat merindukan panggilan yang mulia Raja. Namun hingga saat ini, Raja tidak juga memanggilnya untuk menemaninya tidur dimalam hari.


Padahal Silsila sudah sangat merindukan yang Mulia Raja. Dia benar-benar jatuh cinta akut pada Raja.


Akhirnya Silsila memberanikan diri untuk menemui yang mulia Raja setelah berdandan cantik malam ini.


Dia berjalan kekamar yang mulia dan dihadang oleh dua orang prajurit.


"Apakah Raja memanggilmu?" Tanya dua orang prajurit.


"Ratu sedang bersama Raja! Kau tidak boleh masuk!" Kata dua orang prajurit itu.

__ADS_1


__ADS_2