Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Mimpi


__ADS_3

Begitu pulang dari rumah Barra, Zayn malah ketiduran disofa.


Tidak ada orang dirumahnya, sehingga dia bebas melakukan apa saja. Bahkan saat tertidur disofapun, tidak akan ada yang akan membangunkannya.


Hhhuuaahhh!


huahhh!


Nafas Zayn tiba-tiba memburu dan seperti sedang ketakutan.


Setelah berusaha bangun dari mimpi buruknya, akhirnya Zayn berhasil keluar dari dunia mimpinya.


Zayn segera kekamar mandi untuk mencuci mukanya, lalu menatap kaca dalam kamar mandinya.


Dia meraba kumis dan dagunya sambil matanya terus menatap tanpa kedip dikaca yang lebar.


"Untunglah, itu cuma mimpi? Raksasa? Masa aku bisa bermimpi berubah menjadi raksasa. haha, pasti ini karena gadis itu. Aku tadi bertemu dengannya dan aku tertular halunya, ahk, sial!"


Zayn lalu keluar dari kamar mandi dan kembali kekamarnya.


***


Malam ini Tara juga bermimpi bertemu dengan Raja Hakim, suaminya didunia modern. Namun wajahnya berubah-ubah, kadang terlihat wajah Hakim, kadang terlihat wajah orang lain.


Keringat dingin membasahi dahinya saat Tara terbangun.


"Kenapa aku tiba-tiba bermimpi tentang Raja Hakim?" Gumam Tara sambil melihat anaknya yang masih tertidur pulas.


"Bertemu dia didunia modern? Itu tidak mungkin, aku sudah membunuhnya dengan keris keabadian. Pasti karena kemarin aku merindukan suasana kerajaan, aku jadi bermimpi seperti itu." Kata Tara sambil berjalan kekamar mandi.


"Tara, apa kau sudah tidur?" Tanya Barra.


"Belum."


"Keluarlah jika kau belum tidur. Kita bisa ngobrol diluar. Lihatlah hari bintang bersinar sangat indah." Kata Barra yang ingin berbicara banyak dengan Tara.


Tara lalu keluar menemui Bara. Dia juga ingin menghilangkan pengaruh mimpi itu dari alam bawah sadarnya.


"Duduklah disini."


"Hehe, iya..." Kata Tara yang awalnya akan duduk dikursi yang agak jauh dari Barra.

__ADS_1


"Oh ya, kau pernah bilang jika kau berasal dari kerajaan. Maksudmu dimana ada kerajaan dikota ini?" Tanya Barra sambil menatap wajah Tarra yang sebagian mukanya tertutup oleh rambutnya.


"Entahlah, aku tidak hapal jalannya. Tapi aku memang dari kerajaan Maya. Aku menjadi Ratu setelah berhasil mengalahkan Ratu sebelumnya, namanya Ratu Mayang." Kata Tarra.


"Ohh....(Bingung) By the way....apakah kau bisa mengajari aku magic itu?" Tanya Barra.


"Magic ini hanya bisa didapatkan oleh keturunannya dan oleh suaminya karena penyatuan jiwa dan raga. hhemmm...Dan tidak bisa diajarkan."


"Ohh, kalau begitu, aku tidak bisa belajar keahlianmu. Padahal aku sangat tertarik." Kata Barra.


"Hehe....tidak bisa..." Kata Tara sambil tersenyum lucu.


"Tapi....jika kau ingin terbang, aku bisa mengajakmu naik karpet ajaib." Kata Tara karena tidak ingin mengecewakan Barra.


"Benarkah? Aku bisa naik dan terbang bersamamu?" Tanya Barra.


"Tentu saja. Apakah kau mau mencobanya?" Tanya Tarra.


Barra mengangguk. Tara lalu memanggil karpet ajaib dan mengajak Barra berjalan diatas awan.


"Sumpah! Ini sangat menakjubkan!" Kata Barra mengagumi pemandangan yang dia lihat dari karpet terbangnya.


"Amazing...." Kata Barra saat mereka turun dari karpet ajaib.


"Ini sangat menakjubkan." Kata Barra.


"Lain kali aku akan mengajakmu keatas lagi." Kata Tara lalu masuk kedalam.


***


Barra sedang termenung sendirian dikamarnya. Jadi, ilmu magic itu hanya bisa didapatkan jika aku menjadi suaminya?


Berarti artinya jika kita menikah maka aku akan menjadi seperti dirinya? Mampu menguasai ilmu magic?


Ahk, dia juga tidak jelek. Bahkan dia sangat cantik. Hanya saja dia sedikit bodoh dan tidak tahu apa-apa.


Aku akan memikirkanya, sebelum dia kembali kekerajaannya.


Bagaimana jika tiba-tiba dia menghilang dan kembali kekerajaanya? Aku sudah berkorban banyak uang demi membiayai hidupnya.


Aku harus mencari cara agar dia tidak kembali kekerajaanya.

__ADS_1


***


Ditempat syuting.


"Tara, kau jangan terbang seperti itu, coba rentangkan tanganmu dan Zayn, kau bisa mendekapnya dari belakang." Kata sutradara memberikan pengarahan.


"Ya, seperti itu lebih bagus." Kata Sutradara. Karena sekarang Tara sangat sibuk syuting demi bisa mendapatkan uang, maka dia menyewa jasa baby sitter.


Dia meninggalkan anaknya dirumahnya, dan dia bisa tenang dilokasi syuting tanpa terganggu dengan tangisan bayinya.


"Ok, cukup sampai disini." Kata Sutradara dan mereka akan pulang lebih awal.


Dari semak-semak dilokasi syuting ada empat orang berbaju preman mengintai dari jarak jauh.


Mereka menunggu syutingnya selesai dan akan menculik gadis dengan kekuatan magic itu.


Namun, hari ini Tara tidak pulang sendirian karena Zayn akan mengajaknya menemui penjual rumah.


"Sorry bro, aku titip Tara, aku harus ketemu mommy dulu. Dia ada dirumah sekarang. Bisa gawat kalau dia melihat Tara dan bayinya."


"Ok. Aku akan mengajaknya menemui orang yang akan menjual rumahnya." Kata Zayn pada Barra.


Zayn lalu masuk kedalam mobilnya bersama Tara dan juga anak, serta baby sitternya.


Zayn lalu membawa Tara menuju kerumah yang akan dijual, letaknya tidak jauh dari rumah Zayn. Orangnya akan pindah dari kota itu sehingga dia menjual rumahnya dengan mendadak.


Setelah mereka menemui penjual rumah dan harganya sepakat, Zayn lalu mengajak Tara kerumahnya.


"Malam ini kau harus menginap disini. Ada mommynya Barra dirumahnya. Mereka akan bingung jika melihat kau dan bayimu tinggal disana." Kata Zayn.


"Ya, hhmm, selama kau tidak keberatan, maka aku akan menginap tanpa rasa cemas." Kata Tara.


"Jangan menggunakan magic dirumahku seperti waktu itu." Kata Zayn mengingatkan Tara.


"Rumah ini baru saja aku beli, aku tidak mau ada barang yang rusak atau kebakaran karena sihirmu." Kata Zayn lalu mengambil mie instan dan memberikanya pada Tara.


"Makanlah ini, aku tidak punya makanan yang lainnya."


"Hheeemm, aku suka mie instan ini. Tapi....bisakah kau membuatkannya untukku? Aku tidak bisa menyalakan kompor tanpa sihir."


"Ck, kau ini, sudah diberi tumpangan, masih saja merepotkan." Kata Zayn pada Tara.

__ADS_1


__ADS_2