Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Ratu Mayang Murka


__ADS_3

Dipinggir sungai gadis yang pernah dinodai oleh Panglima Kumbang pun tidak berani pulang kerumah karena merasa malu dan tidak suci lagi.


Berhari-hari dia terbaring dipinggir sungai tanpa makan dan minum. Panglima Kumbang yang berjanji untuk datang pun tidak pernah kelihatan tanda-tanda bahwa dia akan datang. Saat ini Panglima Kumbang sedang bertugas untuk membuat pasukan khusus dan sangat sibuk diistana sehingga tidak diizinkan keluar istana oleh Ratu Mayang.


Gadis itupun berfikir bahwa Panglima Kerajaan itu hanya memberikan janji palsu. Merasa putus asa dan malu, karena telah ternoda dan merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, akhirnya gadis itupun merangkak kesungai karena badannya terasa lemah akibat tidak makan dan minum.


Didalam sungai gadis itupun menenggelamkan dirinya dan berenang sepanjang sungai itu. Tanpa disadarinya ternyata aliran sungai itu membawa tubuhnya hingga kesebuah air terjun yang sangat tinggi.


Gadis itupun terkejut saat menyadari bahwa arus sungai yang tiba-tiba menjadi deras menyeret tubuhnya hingga ke air terjun. Dan seperti ada gerakan air yang sengaja mendorong dirinya hingga meluncur bersama air terjun dan diapun jatuh ke kedalaman air yang sangat dalam.


Saat itu gadis itupun sudah tidak ingat apapun lagi. Kesadaranya telah hilang. Berhari-hari dia berada di kedalaman air dan pada hari ketujuh saat bulan purnama, gadis itupun muncul dipermukaan dengan tubuh yang berubah seperti ikan duyung.


"Apakah aku sudah mati dan saat ini aku hidup kembali?"


"Tapi bagaimana semua ini bisa terjadi?"


"Apakah aku sedang berada didunia lain?


Gadis itupun membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat kakinya berubah menjadi ekor putri duyung. Dan baju yang dikenakan juga berubah menjadi baju seperti yang dipakai putri duyung dalam dongeng.


Gadis itupun kemudian duduk diantara bebatuan dan memainkan ekornya yang berada didalam air. Tiba-tiba ada beberapa warga desa yang akan turun untuk mengambil air. Karena tidak ingin mereka melihat dirinya yang saat ini menjadi berubah wujud, maka Gadis Duyung itupun menyelam ke dasar air terjun.


Di Kerajaan Mayang.

__ADS_1


Ratu Mayang sangat murka karena sudah satu bulan ini tidak berhasil menemukan buku tentang Keris Mayapada itu.


Kemudian Ratu Mayang membuat siang menjadi gelap, dan kemarahanya dia lampiaskan kepada seluruh rakyat di kerajaanya.


Dia membuat matahari tidak menyinari kampung-kampung selama tiga hari, dan hal itu membuat penduduk tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.


Cuaca menjadi dingin, dan banyak penduduk yang terserang penyakit dan juga kelaparan karena tidak bisa bekerja sedangkan mereka tidak punya stok makanan. Banyak ternak yang mati karena kelaparan dan kedinginan. Tanpa sinar matahari maka suasana dipemukiman penduduk terasa seperti kuburan yang sunyi senyap, belum lagi udara yang begitu dingin membuat banyak penduduk mudah terserang penyakit dan banyak juga yang meninggal dunia.


Permaisuri Andini sangat resah mendengar rakyatnya hidup menderita. Kemudian Permaisuri Andini membawa beberapa prajurit dan juga membawa makanan serta obat-obatan untuk dia berikan kepada Rakyat Mayang melalui jalan bawah tanah.


Tadinya Permaisuri akan mengutus Putri Tara untuk membantu rakyatnya, namun karena Putri Tara belum kembali, maka Permaisuri pun pergi kesana bersama beberapa Prajurit dengan menyamar sebagai pedagang.


Panglima tidak bisa keluar istana dan menemui wanita yang telah dinodainya. Dan saat ini Panglima sedang merenung menyesali perbuatannya. Dan diapun tidak berani melanggar perintah dari Ratu Mayang. Panglima berharap jika keadaan didalam kerajaan sudah damai kembali maka dia bisa menemui gadis itu lagi dan menjadikanya seorang istri.


Saat ini Ratu Mayang sedang mempersiapkan


Apalagi saat ini Kitab Mayapada telah dicuri, dan Ratu Mayang tidak tahu siapakah yang mencuri Kitab Mayapada itu.


Dan kemungkinan besar orang yang mencuri Kitab Mayapada itu saat ini sedang mempelajari dan siapa tahu dia berniat untuk memberontak sehingga Ratu Mayang mempersiapkan bala tentaranya untuk selalu siaga.


Dan tidak ada yang tahu siapakah yang menggunakan sihir di dalam kerajaannya dan tidak ada yang berpikir bahwa Putri Taralah yang telah mencuri kitab Mayapada itu.


Namun sejak kejadian itu di kerajaan Mayang semua aturan menjadi ketat, bahkan Ratu Mayang saat ini mencurigai siapa pun dan menghukum mati siapa saja yang berani menggunakan sihir didalam kerajaanya tanpa ampun.

__ADS_1


Karena peraturan istana semakin ketat maka rakyat yang tadinya sudah belajar sedikit-sedikit tentang ilmu sihir secara sembunyi-sembunyi maka saat ini pun mereka tidak berani menggunakan sihirnya apalagi jika sampai terdengar oleh Ratu Mayang atau prajurit maka akan langsung dihukum mati saat itu juga.


Ratu Mayang mulai ketakutan dan mulai waspada akan adanya penyusup di dalam istananya, tidurnya pun menjadi gelisah dan makan pun merasa tak enak sampai kitab itu bisa ditemukan kembali.


Sementara Permaisuri Andini saat ini sudah tiba dikerajaan Mayang melalui ruang bawah tanah yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menyelinap ke kerajaan Mayang.


Saat ini mereka sudah tiba disamping sebuah goa ditengah hutan Larangan.


Disana beberapa prajurit keluar dari lubang besar dan mengeluarkan karung-karung yang berisi makanan juga obat-obatan.


Kemudian Permaisuri Andini juga keluar dari lubang besar itu dengan menyamar sebagai wanita tua.


Permaisuri kemudian membagi semua makanan dan juga obat-obatan kedalam karung-karung kecil untuk diberikan kepada setiap rumah secara diam-diam.


Beberapa prajurit yang menyamar sebagai rakyat biasa kemudian menenteng semua karung-karung kecil itu dan membagikanya kepada para penduduk saat malam hari.


Saat ini semua prajurit yang berjaga diperkampungan sedang terlelap tidur dengan perut yang kenyang. Sementara rakyat bahkan tidak bisa tidur karena kelaparan. Para prajurit itu banyak yang tidak peduli pada penderitaan rakyat, dan mereka hanya peduli pada isi perutnya sendiri, dan berbuat semena-mena seperti pemimpinya yaitu Ratu Mayang.


Para prajurit dari kerajaan Muria yang dipimpin oleh Permaisuri kemudian menyelinap dan mengetuk setiap jendela lalu memberikan karung-karung yang berisi makanan serta obat-obatan.


"Terimakasih kisanak. Kisanak sangat bermurah hati. Siapakah kiranya yang mengirimkan makanan ini?" Tanya seorang kakek berjanggut putih yang tinggal hanya berdua dengan istrinya dan sudah dua hari mereka kehabisan makanan.


"Ini dari Dewi Kemakmuran...." Kata prajurit itu kemudian pergi dan kembali lagi kehutan Larangan setelah semua tugas yang diberikan Permaisuri Andini selesai. Dan semua karung makanan sudah dibagikan tanpa ada yang tersisa.

__ADS_1


"Terimakasih kalian sudah bekerja dengan sangat cepat dan tanpa ada kendala. Sebaiknya sekarang kita kembali keistana sebelum fajar tiba." Kata Permaisuri Andini sambil masuk kedalam lubang besar dan menutup kembali lubang itu setelah semua prajuritnya masuk kedalam ruang bawah tanah.


Permaisuri Andini membaca mantra, tidak lama kemudian pintu ruang bawah tanah itu tertutup kembali.


__ADS_2