
Keesokan harinya, benar saja, pertama yang dipanggil menghadap Raja adalah panglima kumbang.
"Hamba menghadap Raja? Apakah ada masalah?" Tanya Panglima kumbang berdiri dihadapan raja. Agak jauh dari tempat dimana raja duduk.
"Aku menyuruhmu untuk memanggil Silsila."
"Ya, hamba sudah melaksanakanya Raja."
"Sekarang, panggilkan Silsila dan juga Salma kehadapanku!" Kata Raja dengan geram.
Panglima kumbang bingung dengan sikap Raja saat ini. Kenapa dia terlihat sangat marah, padahal tadi malam sudah jelas, jika Silsila sudah pergi menghadapnya.
Panglima kumbang belum tahu, jika Silsila tidak berdandan dan menyebabkan raja murka hingga dia diusir dari kamarnya.
Tidak lama kemudian Panglima kumbang datang bersama Silsila dan juga Salma.
"Kami menghadap yang mulia!" Kata Salma dan Silsila bersamaan.
Mereka berdiri dalam satu baris, semua wajah mereka tertunduk kelantai.
"Kau tahu kenapa aku memanggilmu?" Tanya Raja pada Salma.
"Ampun Raja, hamba minta maaf soal kemarin malam."
"Apa kesalahanmu?" Tanya Raja dengan tegas.
"Hamba tidak melakukan pekerjaan hamba dengan benar." Kata Salma mengakui kesalahannya.
"Sekarang, Silsila, kau tahu kenapa aku memanggilmu?" Tanya Raja.
"Ampun Raja, karena tadi malam hamba tidak melaksanakan kewajiban hamba dengan baik. Hamba menghadap yang mulia dalam kondisi yang kurang sopan."
"Kau benar, aku adalah yang mulia Raja. Jadi siapapun yang datang aku panggil, mereka harus rapi, bukankah aku sudah mengajarimu Salma?" Tanya Raja.
"Benar yang mulia. Hamba minta maaf atas kelalaian hamba."
__ADS_1
Sekarang panglima kumbang baru paham, kenapa Raja sangat murka dan kesal.
Mereka memang keterlaluan!
Gumam panglima kumbang.
"Dan kau Silsila, lain kali kau harus mendengarkan apa kata Salma. Dia sudah mengurus kerajaan ini sejak lama. Sebaiknya kau banyak belajar darinya."
Kata Raja menatap Silsila.
Silsila terlihat sangat kesal dan penuh amarah.
"Kalian boleh pergi! Aku tidak ingin hal seperti ini terulang kembali!" Kata Raja lalu menyuruh mereka pergi dari kamarnya.
Diluar ruangan dalam perjalanan Kristiana putri, mereka bertiga bertengkar.
"Kau bodoh Salma! Kenapa kau membuat Raja marah! Kau ingin kehilangan jabatanmu hah!?" Kata Panglima kumbang kesal.
"Ini adalah kesalahan Silsila. Gadis bermata biru ini selalu membuatku dalam masalah!" Kata Salma menunjuk pada Silsila.
Silsila merasa tidak terima dan berani melawan Salma.
"Jangan bermimpi! Itu tidak akan pernah terjadi!" Kata Salam.
"Lihat saja nanti!" Kata Silsila.
"Aku akan menyingkirkanmu dan membuatmu kembali kenegaramu sebelum keinginanmu itu terwujud!" ancam Salma.
"Kau mengancamku hah!?"
"Aku akan melaporkanya pada yang mulia dan membuatmu dipecat dari pekerjaanmu, perawan tua!" Balas Silsila.
"Sudah! Kalian jangan bertengkar!" Kata Panglima kumbang saat mereka hampir saja bergulat dan saling menjambak rambut lawannya.
"Pergilah kekamar kalian masing-masing!"
__ADS_1
"Atau aku akan membuat kalian berdua keluar dari kerajaan ini."
"Jangan lakukan itu panglima." Kata Salma ketakutan dikembalikan ke desanya.
Didesa tidak ada makanan yang enak, seperti di istana. Sehingga dia lebih suka tinggal di istana daripada didesa.
"Jika begitu, berhenti membuat masalah! Dan lakukan tugasmu dengan baik!" Hardik panglima kumbang.
Salma kemudian pergi kekamarnya diikuti Silsila yang juga pergi kekamarnya.
Semua pelayan menatap mereka berdua sambil berbisik-bisik.
Mereka membicarakan tantang gosip jika Silsila diusir dari istana Raja tadi malam.
Dan gosip jika sebentar lagi Salma akan dipecat jadi pemimpin.
"Aku akan segera menggantikan Salma." Kata pelayang yang lainya.
"Aku akan menggantikan Silsila." Kata pelayan yang lainnya.
Mendengar keributan antar pelayan membuat Salma menjadi geram.
"Kembali bekerja! Apa yang kalian bicarakan! Jika kalian berbicara pemecatan tentang diriku! Itu tidak akan pernah terjadi!" Kata Salma dengan lantang dan percaya diri.
Sementara semua pelayan wanita yang tadi bergosip tentang dirinya diam semua.
"Kalian akan aku hukum jika masih bergosip tentang diriku!" Ancam Salma.
Mereka tertunduk semua, tidak ada yang berani menatap matanya yang tajam.
Berita itu juga terdengar hingga ke istana Ratu.
Ratu mendengar jika semalam Silsila membuat kesalahan dan diusir dari istana Raja.
Ratu lalu tersenyum manis dan mulai menata riasan rambutnya.
__ADS_1
Dayang yang biasa melayaninya tersenyum melihat ratunya bahagia hari ini.
"Ratu sepertinya sedang bahagia." Kata pelayan sambil menyisir rambut ratunya.