
Dua bulan kemudian, perut Ratu Tara kian membesar.
Saat ini kehamilanya menginjak lima bulan. Ratu Tara berusaha menyembunyikannya.
Namun beberapa pelayan dan para prajurit seperti melihatnya dengan curiga jika dia hamil.
"Ratu sepertinya sedang hamil. Lihatlah perutnya terlihat membesar."
"Iya, tapi kenapa dia tidak menyebarkan berita bahagia ini?" Bisik pelayan pada temanya.
Rupanya desas-desus itu terdengar oleh Raja.
Rajapun tersenyum dan bahagia jika yang dikatakan seorang pelayan yang tadi kekamarnya itu benar.
"Jika yang kau katakan itu benar, maka aku akan memberikanmu satu kantung emas."
Pelayan itu tersenyum kegirangan karena akan mendapat hadiah dari raja.
Raja lalu berjalan kekamar Ratunya yang memang sudah lama tidak dia kunjungi.
Ratu sangat kaget saat yang mulia raja tiba dikamarnya.
Sementara dia sedang menikmati makan buah-buahan segar.
"Raja!?"
Raja lalu mendekatinya dan mengamati perutnya.
Ratu melihat tatapan raja sangat aneh hari ini.
Raja lalu tersenyum saat melihat perut ratu yang agak membesar dan wajahnya yang bertambah bulat karena gemukan.
"Sampai kapan kau akan merahasiakanya?"
"Rahasia? Rahasia apa maksud raja?"
"Kau masih tidak mau mengatakanya?"
Ratu Tara menggelengkan kepalanya.
"Berdirilah." Titah raja yang menyuruh ratunya berdiri.
"Lihatlah perutmu! Tidakkah perutmu terlihat membesar."
__ADS_1
"Ooooohhh ini, iya saya makan terlalu banyak dan saya menjadi agak gemukan."
"Kau memang pandai bersandiwara." Kata Raja tersenyum dan masih dengan kebahagian yang melekat diwajahnya.
"Kau tidak bisa membohongiku kali ini. Kau sedang mengandung anakku bukan?" Kata Raja dengan lembut.
Apa!?
Darimana raja tahu tentang hal ini?
"Yang paling sulit dari seorang perempuan adalah saat dia menyembunyikan kehamilanya. Kau tentu tidak menggunakan akalmu saat berusaha menyembunyikannya. Bagaimana kau bisa menahan perutmu yang semakin membesar."
"Kau tahu jika aku hamil?"
"Tentu saja. Dan kita akan merayakannya."
"Ratuku segera akan memberikan keturunanya pada kerajaan ini. Rakyat harus tahu dan ikut berbahagia."
"Tapi raja, ini sangat berbahaya."
"Kenapa begitu?" Raja terlihat sangat bingung.
"Karena nyawanya bisa ada dalam bahaya jika rakyat mengetahuinya."
"Karena sebenarnya......" Ratu sendiri bingung bagaimana menjelaskan jika putranya mungkin adalah jelmaan dari dirinya. Benih dari suaminya uang seorang jelmaan raksasa.
"Katakan. Kau membuatku kesal dengan tidak meneruskan kalimatmu."
"Dia bukan manusia biasa." Kata Ratu Tara perlahan dan menutup pintunya rapat-rapat.
"Manusia sakti maksudmu?"
"Bukan...."
"Lalu?" Raja semakin tidak sabar dengan ratunya yang berbelit-belit.
"Dia adalah jelmaan dirimu. Sebenernya kau, kau, maksudku kau keturunan raksasa."
"Hahahaha......."
Raja malah tertawa terbahak-bahak dengan celoteh dari ratunya.
"Kau terlalu banyak membaca dongeng rupanya."
__ADS_1
"Itu kenyataan. Percayalah padaku. Kau bukan manusia biasa."
"Hahahaha, kau membuat perutku sakit dengan khayalan mu itu."
"Ini bukan khayalan. Ini kenyataan."
"Hahahaha, sudah! sudah! Kau jangan bersandiwara lagi. Apakah seumur hidupmu akan kau habiskan untuk terus bersandiwara?"
"Kau membuatku sangat kesal." kata Ratu gemas, karena Raja tidak mempercayainya.
"Aku tidak berbohong, aku sudah melihatnya sendiri jika kau berubah menjadi raksasa." Kata Ratu pada Rajanya.
"Lalu kenapa aku sekarang adalah manusia jika ternyata aku adalah raksasa seperti perkataanmu."
"Aku juga tidak tahu. Kau hanya akan berubah saat kau tidak bisa mengendalikan emosimu."
"Haha, aku sekarang tahu, apakah ini juga alasanmu dulu kau tidak mau aku tidur bersamamu? Kau takut aku akan berubah menjadi raksasa dan memakanmu?"
"Aku sedang serius tapi kau bahkan membuatku bertambah kesal!" Kata Ratu sambil meliriknya.
"Apakah ibumu, permaisuri Andini, mengatakan itu dan sering menceritakan dongeng seperti itu padamu?"
"Pergilah dari sini, aku tidak mau berbicara padamu." Kata Ratu pada Raja karena kesal.
"Dan satu lagi. Jika aku tidak ingin kau mengatakan pada siapapun jika aku sedang hamil. Sampai aku bisa membuktikan padamu jika kau adalah jelmaan raksasa." Kata Ratu pada Rajanya.
"Hhhsssttt, kau terus mengatakan jika aku seorang raksasa. Dan itu sangat buruk menurutku. Kau benar-benar....apakah kau mau aku menyebutmu jelmaan ular betina yang menyamar dan datang kerajaanku ini!"
"Terserah apa katamu!" Kata Ratu lalu berbaring diranjangnya. Dia berbaring dengan memunggungi rajanya dan otaknya berfikir keras untuk memecahkan masalahnya.
Bagaimana aku membuktikan padanya?
Dan betapa bahayanya jika dia menjelma ditengah-tengah masyarakat?
Dan bagaimana jika ibunya tahu jika dia hamil.
Sepertinya semakin lama berita ini akan tersebar seperti asap yang terbawa angin.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Aku harus bisa menemukan jalan keluar dari masalah ini secepatnya.
Sebelum semuanya terlambat dan bayiku ini ada dalam bahaya.
__ADS_1