Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Buah Ajaib di Hutan Larangan


__ADS_3

Putri Tarra kemudian berpamitan kepada ibunya untuk berjalan-jalan keluar istana dengan ditemani sahabatnya Reksa.


"Hamba akan berjalan-jalan keluar dulu ibunda." Kata Putri Tarra.


"Siapa yang akan menemanimu wahai putriku." Tanya permaisuri Andini.


"Hamba akan keluar bersama Reksa ibunda." Kata Putri Tara.


"Hati-hati wahai putriku karena di luar sangat berbahaya." Pesan Permaisuri Andini.


"Baiklah ibunda hamba akan menjaga diri hamba." Kata Putri Tara agar ibundanya tenang dan tidak khawatir.


"Reksa kamu harus menjaga Putri Tara dengan baik. Temanilah Putri Tara kemanapun dia pergi."


" Baik Permaisuri." Kata Reksa yang merupakan teman Putri Tarra sejak kecil. Diam-diam Reksa suka mengikuti Putri Tara dan belajar ilmu sihir dari Permaisuri. Sehingga Reksapun bisa melakukan sihir.


Putri Tara dan Reksa kemudian keluar untuk mengambil kuda masing-masing. Putri Tara kemudian menaiki kuda putih yang sangat gagah. Mereka kemudian berkuda keluar dari istana dan melewati perkampungan.


Khya!


khya!


khya!


Terdengar Putri Tara dan kudanya yang berderap masuk kedalam sebuah hutan.


"Hutan ini sangat berbahaya Putri." Kata Reksa memperingatkan Putri Tara yang masuk ke dalam hutan larangan.


"Ibunda permaisuri pasti akan marah jika Putri Tara masuk ke dalam hutan ini."


"Jangan sampai ibunda permaisuri mengetahui Reksa." Pinta Putri Tarra.


"Tapi bagaimana jika didalam ada raksasa yang bisa mencelakai kita berdua Putri." Kata Reksa.


"Itu tidak akan terjadi Reksa." Kata Putri Tara.


Mereka masuk semakin dalam ke tengah hutan larangan itu.


"Sebaiknya kita kembali Putri, saya sangat khawatir hari semakin sore dan sebentar lagi malam akan tiba pasti permaisuri akan khawatir karena kita belum sampai di istana."


"Tenanglah Reksa sebentar lagi kita akan pulang."


Kemudian terdengar suara derap kaki, dan tempat mereka berdiri pun menjadi bergetar, kuda itupun kemudian berbunyi dan meringkik.


"Sebaiknya kita pergi sekarang Putri sepertinya raksasa itu datang dan sedang menuju ke arah kita." Kata reksa ketakutan dan bersembunyi di belakang Putri Tara.

__ADS_1


Kemudian terdengar suara menggelegar hahaha....


Itu pasti suara raksasa yang ditakuti warga.


Kemudian terdengar suara singa yang mengaum dari kejauhan. Suaranya memiliki kharisma menggelegar yang dapat menakuti musuh serta hewan buruannya. Dan hampir saja Reksa berlari terbirit-birit karena ketakutan saat mendengar suara itu.


"Aku hitung sampai 3 ayo kita lari sekarang Reksa. Satu..dua..lariiiii." Teriak Putri Tara yang langsung melecut kudanya hingga mereka lari menjauh dari hutan itu.


"Kanan atau kiri Reksa!?" Tanya Putri Tara saat mereka ada di persimpangan jalan.


"Hamba tidak tahu Putri, hamba lupa arahnya." Teriak Reksa dari kejauhan yang kudanya tertinggal jauh dari Putri Tara.


"Baiklah kita ambil kanan saja ayo cepatlah."


"Baiklah Putri."


Ternyata jalan yang diambil Putri Tara benar, mereka telah sampai ke pinggir hutan larangan. Jika saja Putri Tara mengambil arah ke kiri maka mereka akan sampai ke dalam air terjun Abadi. Fan akan sulit keluar dari sana karena di sana ada raksasa yang menjaga air terjun itu. Di dekat air terjun itu ada gua di mana raksasa tinggal.


Sedangkan Putri Andini belum pernah ke hutan larangan. Jadi dia tidak tahu mana jalan yang bisa membuatnya keluar dari hutan itu. Hutan larangan itu sangat besar dan sulit untuk keluar dari sana jika sudah terlanjur tersesat. Apalagi pada saat malam hari maka jika tersesat di sana bisa jadi tidak akan bisa keluar lagi karena akan menjadi santapan binatang buas dan juga raksasa yang berkeliaran di malam hari.


Untung saja saat ini Putri Tara sudah berhasil keluar dari hutan larangan itu bersama Reksa. Kemudian Putri Tara dan Reza langsung kembali ke istana di mana permaisuri Andini sangat khawatir.


Kemudian Reksa dan Putri Tara dimarahin oleh permaisuri karena pulang hampir malam hari.


"Maafkan hamba Ibunda hamba tadi tadi.... hamba masih mau keliling-keliling jadi hamba pulang terlambat." Kata Putri Tara." Hampir saja Putri Tara keceplosan kalau dia tersesat di hutan larangan.


Jika saja ibundanya sampai tahu bahwa dia masuk ke dalam hutan larangan maka ibundanya pasti akan sangat marah dan tidak akan mengijinkannya keluar dari istana sama sekali.


"Ya sudah sekarang masuklah ke dalam kamarmu dan istirahatlah." Kata permaisuri.


Sesampainya di kamar kemudian Putri Tara menaruh buah yang tadi diambil dari hutan larangan. Buah itu berwarna hijau keemasan. Dan tidak ditemukan di istana. Tidak ada yang tahu jika Putri telah memetik buah saat di tengah hutan tadi.


Putri Tara terus mengamati buah aneh itu. Putri Tara sangat penasaran dengan buah itu apakah enak dimakan ataukah tidak. Karena saking penasarannya kemudian Putri Tara mencoba menggigit buah itu. Dan setelah menggigit buah itu membuat Putri Tara pingsan dan tidak sadarkan diri.


Seorang dayang yang baru saja masuk untuk membawakan makan malam untuk Putri Tara sangat terkejut dan berteriak.


"Tolong.....tolong..... Putri Tara pingsan." Kata dayang itu yang kemudian terdengar oleh permaisuri dan langsung berlari kearah kamar Putri Tara.


Dan permaisuri sangat terkejut saat melihat buah yang baru saja dimakan oleh Putri Tara. Buah itu adalah buah yang terdapat di tengah hutan larangan dan bagi siapa yang memakannya maka dia akan tertidur hingga 1 minggu. Kemudian dengan sihirnya permaisuri mengangkat Putri Tara ke atas tempat tidur.


Badan Putri Tara sedikit demam.


"Ambilkan saya kompres hangat untuk Putri Tara, dayang." kata permaisuri kepada dayang nya.


"Baiklah permaisuri."

__ADS_1


Permaisuri kemudian mengompreskannya pada kening PutriTara. Permaisuri kemudian menyimpan buah hijau keemasan itu di dalam lemari di samping tempat tidur Putri Tara.


Apakah putriku tadi baru saja pergi dari hutan larangan itu di mana ada raksasa yang besar di sana. Jika benar dia dari sana berarti dia lah yang memetik buah ini. Ternyata Putri sudah berbohong tadi dia bilang dia hanya berkeliling di sekitar istana. Aku akan menanyakan kepada Reksa tentang kebenaran ini.


"Dayang panggil Reksa kemari!" Kata permaisuri kepada dayang.


"Baiklah permaisuri."


"Hamba menghadap permaisuri, apakah permaisuri memanggil hamba?"


"Iya Reksa aku memanggilmu ke sini karena Putri Tara pingsan."


"Putri Tara pingsan?" Ulang Reksa dengan sangat terkejut. "Apa yang terjadi permaisuri?"


"Putri Tara telah memakan buah ajaib ini dari tengah hutan larangan." Kata Permaisuri.


Jantung Reksa hampir saja copot saat permaisuri menyebut hutan larangan.


"Katakan sejujurnya Reksa apakah kamu tadi ke hutan larangan bersama Putri Tara?" Tanya Permaisuri.


"Benar permaisuri, Putri Tara memaksa hamba untuk masuk ke dalam hutan larangan dan setelah itu kami pergi meninggalkan hutan larangan itu saat terdengar suara raksasa yang mendekat." Kata Reksa menjelaskan.


"Bukankah sudah kukatakan kepadamu untuk Jangan pergi kesana Reksa. Tapi kamu tidak mendengarkan perintah ku."


"Maafkan hamba permaisuri."


"Lain kali kau harus lebih hati-hati dan jangan menuruti semua kemauan Putri kau mengerti."


"Baiklah permaisuri hamba mengerti dan bagaimana dengan keadaan Putri Tara. Hamba sangat khawatir."


"Untunglah hanya demam, dia akan tertidur sampai satu minggu akibat efek dari buah ini."


"Buah ajaib ini akan membuatnya tertidur selama satu minggu." Kata Permaisuri menjelaskan pada Reksa.


"Maafkan hamba permaisuri, hamba tidak tahu jika Putri Tara mengambil buah dari tengah hutan itu."


"Yaaa... dia memang selalu penasaran pada setiap hal dan dia juga penasaran saat melihat buah hijau keemasan yang belum pernah dilihatnya, akhirnya membawanya ke istana kemudian dia mencoba untuk menggigitnya dan setelah menggigitnya dia menjadi pingsan."


"Baiklah kau boleh pergi Reksa."


"Hamba mohon diri permaisuri."


Kata Reksa dengan merasa sangat bersalah karena telah menuruti keinginan Putri Tara untuk masuk ke dalam hutan larangan itu. Tapi Putri Tara sangat keras kepala dan memaksanya untuk ikut ke dalam hutan larangan itu.


Sekarang akibatnya putri Tara menjadi pingsan dan tertidur selama 1 minggu dan semoga tidak terjadi apa-apa dengan Putri Tara.

__ADS_1


__ADS_2