
Malam ini Tara sangat gelisah karena tujuannya untuk membawa putranya kembali harus dia tunda karena putranya ya g tidak mengenalinya.
Zayn membawakan minuman untuk Tara dan duduk disampingnya. Mereka lalu menatap bintang yang bersinar diatas dengan sangat cemerlang.
"Malam ini bintang sangat indah, namun sayang, seseorang wajahnya begitu mendung." Kata Zayn lalu Tara menoleh tanpa mengatakan apapun.
"Aku tahu kau sangat sedih. Dan aku merasa sangat bodoh karena tidak bisa melakukan apapun untukmu." Kata Zayn.
Tara lalu memegang tangan Zayn dan menggenggamnya. Kau ada disampingku seperti ini saja sudah cukup bagiku. Setidaknya ada yang menemaniku dan aku tidak sendirian." Kata Tara yang juga semakin hari dia merasa semakin dekat dengan Zayn.
Tapi Tara sadar, jika mereka tidak mungkin bersatu. Mereka berasal dari kehidupan dan latar belakang yang jauh berbeda.
Tara punya tanggung jawab besar terhadap kerajaannya. Sedangkan Zayn adalah manusia modern yang tidak akan bisa beradaptasi dengan zamannya.
Zayn diam-diam juga menyadari hal yang sama. Dia merasa ada perasaan yang hangat saat duduk dan menatap mata Tara. Tapi Zayn juga sadar jika Tara bukan berasal dari dunianya.
Tara adalah gadis zaman kuno dan tidak tahu apapun tentang teknologi di negaranya. Dia bahkan takut naik eskalator atau lift.
Dia kesulitan menggunakan semua alat-alat yang serba canggih dan modern. Dia hanya mengandalkan sihirnya dalam segala aktifitasnya disaat ini.
Tentu saja, sihirnya hanya bisa digunakan saat hanya ada mereka berdua, dan saat mereka berjalan-jalan di Mall waktu akan mencari sebuah buku, Tara dan Zayn bahkan harus naik tangga kelantai 10 dan itu sangat melelahkan.
Tidak mungkin menggunakan sihir ditempat umum atau akan menimbulkan reaksi sosial dari masyarakat. Dan akan membuat kegaduhan jika sampai ada yang melihatnya.
__ADS_1
Zayn sudah mengajari Tara berulang kali, tapi tetap saja, Tara lebih suka menggunakan sihirnya daripada bantuan alat yang canggih.
Zayn menatap Tara dan tersenyum padanya.
"Sebentar lagi bulan purnama. Kata orang, saat malam bulan purnama semua jelmaan akan menampakan wujud aslinya. Aku khawatir dengan putramu. Bagaimana jika wujud aslinya keluar dan akan mengagetkan semua orang, dan aku tidak mau dia menjadi objek penelitian, karena itu sangat menyakitkan. Terutama bagimu, kau adalah ibunya. Sebaiknya sebelum malam bulan purnama kau harus membawanya kembali kekerajaanmu."
Kata Zayn mencemaskan Tara jika sampai ada publik atau badan intelijen yang mendengar kisah mereka dan akan membuat keduanya menjadi objek penelitian dan itu tidak bisa Zayn terima.
"Aku akan berusaha membawa Raka kembali sebelum bulan purnama itu tiba." Kata Tara menatap Zayn.
"Iya, bagaimanapun caranya kau harus membawanya."
"Kenapa perasaanku sangat tidak enak malam ini." Kata Tara pada Zayn.
"Apakah artinya kau sedang mengkhawatirkannya Raka?"
"Jika kau khawatir, ayo kita kesana. Aku akan membuat alasan agar kau bisa bertemu dengan putramu." Kata Zayn.
"Baiklah, mari kita pergi." Mereka berdua lalu pergi dan Zayn yang mengemudi.
"Jangan lupa seatbeltnya." Kata Zayn terus mengingatkan Tara yang sering lupa pada hal sepele ini.
"Ya, aku bisa memakainya sendiri." Kata Tara saat Zayn menciba memakaikan seatbelt untuknya.
__ADS_1
Mereka lalu tiba dirumah Bara. Tapi gerbang depan ditutup karena hari sudah malam. Namun tiba-tiba dari dalam garasi, sebuah mobil nampak akan keluar.
Zayn cepat memundurkan mobilnya dan mengatakan pada Tara jika mobil Bara akan keluar.
Setelah mobil bara keluar Zayn memperhatikan jika Raka juga ikut bersama mereka.
"Raka sepertinya bersama mereka didalam mobil itu." Kata Zayn. "Bagaimana jika kita mengikutinya."
"Sebaiknya kita ikuti mereka. Siapa tahu aku bisa menemuinya meskipun hanya sesaat." Kata Tara dan mengikuti arah mobil Bara.
Bara berhenti disebuah rumah sakit.
"Apa ini?" Tanya Tara.
"Ini namanya rumah sakit "
"Rumah sakit? Untuk apa?"
"Mereka yang sakit, akan dirawat dan diobati disini."
"Apakah artinya ada yang sakit?" Tanya Tara.
Zayn mengangguk.
__ADS_1
"Sebaiknya kau tetap tunggu di mobil, biarkan aku yang menemui mereka."
Tara mengangguk dan Zayn turun dari mobilnya.