
Tara terbangun dan perlahan membuka matanya. Dia berpegangan pada sebuah lingkaran yang terbuat dari kuningan. Tara hampir saja terjatuh karena tubuhnya yang kecil.
Tara akhirnya melompat dan mendekati Silsila dengan perlahan-lahan.
Sementara Silsila masih memegang beberapa kitab kuno dan memasukkanya satu persatu kedalam kobaran api setalah dia melihat judulnya.
Tara melihat dan masih tidak mengerti maksud dari Silsila yang membakar semua buku itu.
"Apa yang dia rencanakan sekarang?" Gumam Tara sambil berjingkat-jingkat.
Silsila mencibirkan bibirnya hingga semua buku ditanganya hangus terbakar.
Dia lalu pergi dari tempat itu saat semua buku sudah habis dilalap api. Dia mengambil tasnya dengan kasar dan berjalan keluar. Dia akan kerumah sakit
Sementara Tara yang merasa jika tidak ada siapapun dirumahnya, langsung membaca mantra dan badanya mulai membesar seperti semula.
Dia lalu mengeluarkan sihirnya dan memadamkan api. Tara melihat ada bagian buku yang sebelum terbakar habis. Hanya sampulnya aja ya g terbakar, isinya lalu masih bisa dibaca apa isinya.
Hanya tersisa satu buku saja yang belum hangus terbakar.
"Buku tentang sejarah Kerajaan Maya?" Tara memegang buku itu dan membuka isinya. Isinya masih utuh, lalu Tara menyimpanya dan membawanya kerumah Zayn. Dia mengubur buku itu dihalaman rumah Zayn.
Sebentar lagi bulan purnama. Apakah pembakaran buku itu berkaitan dengan bulan purnama satu Minggu lagi?
Silsila pasti punya rencana pada malam bulan purnama. Hanya saja aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Semoga tidak membuat putraku terluka dan menderita.
Tara masuk kerumah dan Zayn tidak ada disana. Akhirnya Tara tidak menunggu Zayn kembali dan langsung pergi kerumah sakit.
Mommy Bara sedang duduk disamping Raja hingga Silsila datang dan menggantikannya.
"Silsila, kamu darimana aja? Handphone kamu tidak bisa dihubungi." Kata Bara.
"Sorry, aku pergi kerumah Mario. Ada yang harus kami lakukan hingga aku lupa menyalakan handphone nya."
__ADS_1
Jawab Silsila lalu memberikan minuman dingin untuk mommy mertuanya.
"Karena sudah ada Silsila, Mommy pulang dulu ya. Dari tadi Raka rewel nyariin kamu. Dia seperti ketakutan."
"Iya Mom...."
Silsila lalu duduk disamping Raja dan saat mommynya keluar dari ruangan Raka, dia berpapasan dengan Tara yang akan masuk menjenguk Raka.
"Tara?" Mommynya Bara nampak kaget melihat Tara ada disana.
"Iya tante...."
Mommynya Bara berdiri dan menatap pada Bara. Wajahnya menunjukan kalau dia sangat cemas. Terlebih dia tahu jika Raka adalah anaknya. Meskipun secara hukum saat ini sudah menjadi anak dari Silsila dan Bara. Tapi rasa takut kehilangan itu tetap ada.
Bara lalu berdiri dan menatap Mommynya. Dia juga baru saja sampai dari kantornya.
"Tara, masuklah. Mom....Biar Bara yang selesaikan semuanya." Kata Bara meyakinkan mommynya agar tidak perlu khawatir soal Raka.
"Baiklah mom pergi dulu. Jaga Raka dengan baik." Mommynya berpesan pada Bara karena dia tidak ingin Tara nekat dan mencuri cucunya.
"Tidak perlu Mom, Bara bisa atasi semuanya."
Mommynya lalu mengangguk dan pergi.
Bara berdiri didekat Tara sementara Silsila menatap Tara dengan tatapan tidak suka.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Bara.
"Aku khawatir pada Raka." Jawab Tara sambil berjalan mendekati Raka.
"Kami akan menjaganya dengan baik. Dan kami rasa kamu tidak perlu secemas ini. Dia adalah anak kami secara sah. Jadi....aku akan mengabarimu saat dia akan pulang dari sini nanti."
Tara menatap Bara dengan sedih karena bahkan dia juga mempersulit akses untuk bertemu dengan putranya sendiri.
__ADS_1
"Biarkan aku menciumnya." Kata Tara pada Bara.
Silsila lalu menatap Bara dan Bara mengangguk memberi isyarat agar mengijinkan Tara mendekati Raka.
Tara berdiri disamping putranya dan mengusap airmatanya.
Tapi yang membuat Tara sedih adalah saat dia akan menciumnya, tiba-tiba Raka membuka matanya dan menolak Tara yang akan menciumnya.
"Mom...." Raka memanggil Silsila dengan wajah ketakutan.
Silsila mendekat dan menggenggam erat tangannya. Silsila lalu meminta Tara agar pergi dan akan mengijinkanya kembali saat Raka sedang tertidur.
"Sepertinya kau harus pergi sekarang. Aku akan mengabarimu saat dia tidur. Sekarang dia terlihat cemas dan takut."
Tara mengusap airmatanya karena melihat reaksi putranya yang sangat takut saat dia dekati.
Tara tidak ingin putranya sedih dan cemas, sehingga dia mengangguk dan pergi dari kamarnya.
Silsila lalu tersenyum dan memeluk Raka dengan erat.
Bara menutup pintu dan mendekati mereka berdua.
Saat Tara berlari dia menabrak Zayn. Zayn memanggilnya namun Tara terus berlari keluar dengan airmata yang tidak berhenti mengalir.
Hatinya hancur berkeping-keping. Dia tidak menyangka anaknya benar-benar lebih menyayangi Silsila daripada dirinya.
Zayn bingung dengan apa yang baru saja dia lihat. Akhirnya Zayn berlari mengejarnya.
Mereka lalu duduk ditaman dan Zayn hanya menatap Tara tanpa bertanya. Dia tahu kenapa Tara sesudah dan menangis. Pasti karena Raka yang tidak mau dekat dengannya.
"Sabarlah Tara....suatu saat kau akan mendapatkanya kembali."
Setelah Tara merasa lebih baik, dia lalu menceritakan apa yang dia lihat siang tadi. Silsila yang membakar semua buku kuno dan Tara yang sedang pusing tidak tahu maksud dari perbuatanya itu.
__ADS_1
Zayn nampak berfikir dengan sangat keras. Dia tahu Tara biasanya cerdik, tapi kali ini pikiranya sedang terganggu sehingga dia tidak bisa menduga rencana Silsila.