Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Persiapan Perang


__ADS_3

"Kemarilah, jangan takut." Kata Guru Duma karena melihat wanita itu sangat ketakutan dan menghentikan langkahnya.


Guru Duma tahu jika Panglima masih berdiri disana dan memperhatikan gerak-gerik nya.


"Mulai sekarang kamu akan menjadi pelayanku." Kata Guru Duma.


Tawang hanya mengangguk pelan karena sangat takut. Dan dia juga sangat kecewa karena berpisah dengan keluarganya. Tadinya dia berpikir akan dikembalikan dikampungnya, Kahiyangan. Namun entah kenapa malah sekarang menjadi pelayan kerajaan dan terlebih lagi harus melayani Guru Duma Penyihir sakti yang menakutkan.


"Sekarang ikutlah denganku." Guru Duma berjalan kekamarnya dan sengaja melewati Panglima.


"Salam..." Kata Guru Duma dan kemudian dibalas oleh Panglima.


"Salam..." Kata Panglima sambil melirik kearah Tawang.


Guru Duma mengangguk-angguk, dan tersenyum.


Ternyata dia tahu kelemahan Panglima  yang gagah dan perkasa itu. Kelemahanya adalah wanita cantik. Panglima begitu gagah dan perkasa dan juga berani. Keberaniannya telah dia tunjukan dengan menaklukan semua kerajaan didunia dan hanya tersisa beberapa kerajaan saja yang belum ditaklukan.


Salah satunya adalah kerajaan Muria dimana Permaisuri Andini berlindung bersama Putri Tarra.


Panglima dulu mengabdi kepada Permaisuri dan telah bersumpah untuk mengabdi hingga akhir hayatnya dikerajaan Maya. Dia tidak pernah menduga jika sumpahnya saat ini dimanfaatkan oleh Ratu Mayang yang berkuasa. Tidak pernah diduga sebelumnya jika kerajaan itu akan jatuh ke tangan Ratu Sihir dan bukan keturunan Raja.


Namun apalah daya, Panglima terlanjur berjanji dan bersumpah untuk mengabdi kepada siapapun Rajanya hingga akhir hayatnya. Panglima terlanjur berjanji untuk mengabdi kepada Kerajaan Maya.


Berkat kekuatanya Panglima Kumbang telah membunuh banyak prajurit yang tidak berdosa disetiap Kerajaan saat perang terjadi. Strategi perang yang digunakannya sudah menaklukan berbagai kerajaan kecil dan membunuh raja yang memberontak dan tidak mau menyerah setelah dikalahkan dan dikuasai singgasananya.


Tangannya sekarang begitu kotor dan sudah sering ternoda oleh darah manusia. Titah ratu baginya adalah tugas yang harus dilaksanakan sesuai sumpahnya. Demi menepati janjinya pada Kerajaan Maya dia juga sering mendapat tatapan menjijikan dari rakyat yang dulu memuja dan memuji saat dia mengabdi kepada Raja Maya.


Namun semua nama baiknya telah hancur sejak pemerintahan Ratu Mayang berkuasa.


Bahkan yang lebih miris lagi sekarang putranya besar dalam bayangan Ratu Mayang diistana.


Dia hanya berharap putranya kelak menjadi ksatria sejati dan bukan penjahat seperti dirinya saat ini.


Panglima Kumbang kemudian berkeliling istana dan melihat latihan beberapa prajurit yang sedang berlatih untuk dikirim ke medan perang beberapa hari lagi.


Crangg!


Tranggg!


Swosssh!

__ADS_1


Terdengar beberapa prajurit sedang berlatih pedang lengkap dengan baju zirah.


Mereka semua berhenti dan memberi hormat saat Panglima masuk ke dalam lapangan yang digunakan oleh mereka untuk berlatih.


"Teruslah berlatih. Besok kita akan menyerang kerajaan yang besar dan mereka juga punya tentara yang jumlahnya sama banyaknya dengan kita." Kata Panglima.


Kemudian para prajurit kembali berlatih pedang dan strategi perang untuk menghadapi musuh yang lebih besar daripada kerajaan yang sebelumnya sudah mereka taklukan.


Besok mereka akan menyerang kerajaan Muria dimana permaisuri dan Putri Tara berlindung di sana.


Tiba-tiba sebuah asap mendekat ke arah Panglima dan asap itu berubah menjadi ratu Mayang sehingga semua prajurit berhenti dan mengangguk membungkuk hormat kepada Ratu mereka.


"Teruskan latihan kalian kita harus memenangkan pertarungan besok kita harus bisa menaklukkan kerajaan muria." Kata Ratu Mayang kepada prajuritnya.


"Bagaimana Panglima apakah semua prajurit mu sudah siap untuk menyerang kerajaan Muria?"


"Sudah yang mulia Ratu saya sudah melatih mereka dan mereka semua sudah siap untuk menyerang kerajaan Muria dengan strategi yang baru." Kata panglima kepada Ratu Mayang yang melayang di udara.


"Baiklah kalau begitu teruskan latihannya." kata Ratu Mayang kemudian menghilang.


"Baik yang mulia Ratu." Jawab panglima Kumbang sambil berkeliling dan berjalan menuju prajuritnya yang sedang membuat strategi untuk perang besok melawan kerajaan Muria.


"Apakah kalian sudah memeriksa beberapa makanan dan bahan-bahan lainnya yang akan kita gunakan selama perang?" tanya Panglima Kumbang kepada salah satu pemimpin yang ditunjuk untuk persiapan perang.


"Sudah Panglima semua bahan makanan sudah kita persiapkan dan semua senjata serta keperluan lainnya juga sudah siap, kita tinggal menunggu perintah dari Panglima dan yang mulia Ratu Mayang." Jawab pemimpin itu.


"Baiklah kalau begitu." Kata Panglima kumbang kemudian berlalu.


Panglima kumbang kemudian berjalan ke istana ratu dan di sana dia melihat ada dayang Tawang yang sedang membawa minuman di atas nampan yang terbuat dari emas.


Panglima kemudian mempercepat langkahnya dan akhirnya bisa menyusul dayang Tawang sebelum sampai di kamar Ratu Mayang.


"Salam panglima." Kata dayang Tawang yang mengetahui jika Panglima juga akan masuk ke kediaman Ratu Mayang.


"Salam."kata Panglima Kumbang sambil menatap dayang Tawang.


"Kau masuklah lebih dahulu." kata Panglima kumbang mempersilahkan dayang Tawang untuk masuk dan memberikan minuman itu kepada Ratu Mayang.


Tidak lama kemudian dayang Tawang sudah keluar lagi dan menggangguk memberi hormat kepada Panglima Kumbang.


Kemudian Panglima kumbang meminta izin masuk kepada kedua prajurit yang berjaga di depan kamar Ratu Mayang.

__ADS_1


Prajurit itu masuk dan mengatakan jika di luar ada Panglima Kumbang yang akan bertemu dengan yang Mulia Ratu.


"Biarkan Panglima masuk." kata Ratu Mayang.


"Salam yang mulia Ratu." Kata Panglima memberi hormat.


"Katakan ada perlu apa panglima?"kata yang Mulia Ratu.


"Hamba mau melapor jika persiapan perang sudah 90% tinggal menunggu perintah dari yang mulia Ratu." Kata Panglima Kumbang.


"Baiklah siapkan pasukanmu sekarang, besok kita akan mengadakan perjalanan dan menyerang kerajaan muria dengan mendadak." Kata Ratu Mau yang mempercepat penyerangan ke kerajaan Muria.


"Baiklah hamba laksanakan yang mulia Ratu. Kalau begitu hamba mohon diri."


"Silahkan panglima."


Ratu Mayang kemudian tertawa terbahak-bahak dan sudah membayangkan jika dia akan memenangkan pertarungan besok dengan kekuatan tentara nya juga ketangguhan dari Panglima kumbang.


Semakin banyak kerajaan yang ditaklukan maka upeti yang didapatkan dari setiap kerajaan akan membuat kerajaan Mayang menjadi semakin berkuasa.


Emas yang terkumpul dari pajak setiap kerajaan disimpan di ruang bawah tanah di kamar Ratu Mayang.


Dan yang mengetahui itu hanyalah Ratu Mayang dan Guru Duma saja jika di bawah kamarnya terdapat ruang rahasia. Ruang itu akan terbuka jika Ratu Mayang maupun Guru Duma mengucapkan mantra maka lantainya akan terbelah dan ada tangga menuju ruang bawah tanah.


Di sanalah Ratu Mayang dan Guru Duma menyimpan berbagai buku sejarah kerajaan juga buku ilmu sihir yang mereka pelajari.


Semua buku-buku ilmu sihir yang mereka curi dari pertapa pertapa sakti mereka simpan di sana kemudian mereka belajar ilmu sihir dari buku-buku itu.


Kekuatan Ratu Mayang semakin hari semakin bertambah besar saja berkat bantuan dari buku-buku yang mereka curi.


Bahkan buku tentang sihir untuk mengendalikan raksasa di hutan larangan juga ada di sana namun mereka belum mempelajarinya.


Mereka baru akan mempelajarinya jika buku tentang keris Mayapada benar-benar sudah selesai dikuasai oleh Ratu Mayang.


Buku kuno tentang keris Mayapada baru akan selesai mereka pelajari kira-kira membutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun karena buku itu begitu tebal dan ada 10 buku.


Mereka baru mempelajari 2 buku menyangkut keris Mayapada yang saat ini sudah ada di tangan Ratu Mayang.


Jika Keris Mayapada dan Keris Keabadian bersatu maka Ratu Mayang akan menjadi satu-satunya pemilik sihir hitam terkuat diantara para iblis dan para manusia.


Semua akan tunduk kepada perintah Ratu Mayang jika dia berhasil menyatukan keris Mayapada dan Kris Keabadian suatu saat nanti. Bahkan semua raksasa dan kerajaan iblis didunia lain akan tunduk padanya. Dan itu adalah impian Ratu Mayang selama ini.

__ADS_1


__ADS_2