Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
2 Eps Terakhir


__ADS_3

Tara dan teman-temannya akhirnya sampai di pusat kota yang gelap gulita seakan dunia akan berakhir tidak lama lagi.


"Mana ramuan tadi?" Tanya Tara pada Mario.


"Ini...yang ini..." Kata Mario karena membawa semua ramuan yang dia miliki.


"Aku akan terbang dan menggunakan karpet ajaib agar bisa menjangkaunya." Kata Tara lalu terbang sendirian kearah Raka.


Raka tersenyum saat melihat sesuatu terbang mendekatinya.


Dia berfikir bahwa karpet itu seperti mainan yang bisa dia pegang. Diapun berusaha meraihnya dengan satu tanganya.


Tara berusaha menghindar dan terus memancing Raka kehutan dimana pertama kali Tara dan Raka sampai kedunia modern ini.


Sebelum banyak jiwa dan Kirana berjatuhan, Tara berfikir untuk mengalihkan perhatiannya dan menjauhkannya dari pusat kota.


Dan ternyata usahanya berhasil. Raka terus mengikutinya dan berjalan mendekatinya.


Tara terus menghindar setiap kali tangan Raka berusaha meraih dan menangkapnya. Dia juga tidak mengenali jika Tara adalah ibunya. Sehingga nyawa Tara bisa saja terancam saat Raka berhasil menangkapnya.


"Tara! Teruslah lari menjauh dari kota!" Teriak Silsila dan teman-temannya.


"Dia mengikutimu. Hati-hati! Dia sangat dekat denganmu!" Teriak Zayn.


"Aku akan membantumu!" Teriak Silsila dan terbang dengan karpet ajaib dan berada dibelakang Tara.


Mereka tersenyum dan mengangguk bersamaan. Kali ini mereka bekerja sama dan tidak memikirkan persaingan diantara keduanya.


Mereka bekerja sama demi Raka. Silsila lalu mengalihkan perhatian Raka setiap kali Tara hampir tertangkap oleh Raka.


"Kita sudah meninggalkan kota!" Teriak Silsila pada Tara.


"Terus ikuti aku. Aku akan membawanya kehutan." Kata Tara.


"Teman-temannya yang juga terbang bertiga dengan karpet ajaib masih mengikuti Tara dan juga raksasa dengan jarak yang agak jauh."


"Zayn! Pergilah ke depan rumah Bara! Aku menyimpan buku kuno disana. Ambilah buku itu. Mungkin itu akan berfungsi sebelum purnama." Teriak Tara yang tahu jika sampai bulan purnama dan Tara belum berhasil melumpuhkan Raka, maka anaknya itu akan semakin kuat dan iblis juga bisa menggunakan kesempatan ini untuk menguasai tiga dunia.


"Ya! Kami akan kesana!"


Mereka bertiga langsung pergi kedepan rumah Bara dan mencari setiap gundukan tanah yang masih gembur dan lunak.


"Ayo kita berpencar, dan kita cari buku itu!" Teriak Zayn.

__ADS_1


"Aku disebelah sini. Zayn, kamu disana. Dan Mario kamu tunggu disini." Kata Bara.


Mereka lalu berpencar dan mencari buku yang dimaksud oleh Tara.


Dan ternyata Zayn menemukan buku itu dan segera kembali keatas karpet ajaib.


"Aku sudah menemukanya! Ayo kita bawa kesana. Purnama sepertinya lebih cepat kali ini. Dan pasti ini karena alam sedang tidak berpihak pada kita." Kata Zayn yang suka membaca tentang buku kuno dan bisa digunakan untuk mengatur cahaya bulan.


Mereka bertiga lalu sampai disana.


Sementara Silsila dan Tara sedang berjuang agar Raka mau membuka mulutnya.


Tidak lama kemudian Tara terbang semakin dekat dan hanya itu satu-satunya cara agar bisa memasukkan cairan itu kemulut Raka.


"Kau harus membuatnya tertawa!" Teriak Tara pada Silsila.


"Saat dia tertawa aku akan memasukkan ramuan ini." Kata Tara.


"Aku akan mencobanya. Kau berhati-hatilah!" Teriak Silsila dan dia lalu mengumpulkan boneka dengan sihirnya dan membuat semua boneka itu menari diantara cahaya bulan.


Dan benar saja. Tidak lama kemudian Raka tertawa terbahak-bahak.


Saat itulah Tara memasukkan semua cairan itu.


Namun sayangnya setelah meminum cairan itu tangan Raka menjadi panjang sebelah dan dia membuat Silsila terpental hingga tidak sadarkan diri.


Saat itulah semua temanya datang dan mengangkat tubuh Silsila yang pingsan.


"Sebentar lagi purnama. Aku harus meninggalkan dunia modern ini sebelum purnama." Kata Tara.


"Tapi kita harus menunggu sampai Raka berubah menjadi anak biasa."


Tara lalu terbang keatas dan terbang memutari Raka. Mata Raka mengikuti Tara yang semakin lama membuat kepalanya pusing.


Obat itu mulai bereaksi dan Raka mulai mengecil perlahan-lahan. Akhirnya dia kembali menjadi bayi biasa.


Saat itulah banyak polisi datang beserta pesawat dan beberapa alat tempur.


Mereka akan menangkap Raka dan melakukan penelitian terhadapnya. Dokter yang mengobati Raka juga ada disana. Dokter itu nampak sedang berbicara pada seorang jenderal.


Ternyata dokter itu sudah tahu jika Raka adalah jelmaan. Dia juga yang sudah bersekongkol dengan para ilmuan untuk menyuntikkan sesuatu pada Raka.


Dokter itu memiliki sahabat lama yang seorang ilmuwan dan berenkarnasi dari zaman kuno.

__ADS_1


Namun mereka juga tidak menduga jika akan berakibat menimbulkan kerusakan separah ini dan hampir memusnahkan satu kota.


Seorang mata-mata yang sudah mencurigai dokter itu ternyata diam-diam mengumpulkan bukti dan mendekat pada polisi sambil menyerahkan bukti keterlibatan ya.


Akhirnya dokter itu ditangkap bersama ilmuwan serta anak buahnya. Penelitian yang mereka lakukan diruang bawah tanah, yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan bara, lalu dihancurkan hingga tidak tersisa.


Ternyata sejak kedatangan Tara itulah mereka mulai memata-matai Tara, Silsila, dan juga bayi mereka.


Dan akhirnya mereka semakin mendapatkan kesempatan yang banyak saat Raka kemudian dirawat dirumah sakit. Jadi dokter itu dengan mudah mengambil sampel darahnya dan memberikanya pada ilmuwan itu.


Apalagi saat kedua orang tuanya memelukku jenis darah yang berbeda dan malah, Tara yang mempunyai darah yang sama, hal itu semakin membuat mereka penasaran dan dijadikan bahan penelitian.


Polisi memborgol mereka yang terlibat dan membawanya ke kantor polisi.


Semetara sebentar lagi bulan akan menjadi purnama. Raka tertidur dalam gendongan Tara.


Dan jika sinar purnama mengenai tubuh Raka maka dia akan kembali berubah menjadi raksasa. Dan Tara tidak tahu, seberapa besar kekuatan yang akan dia miliki.


Mario lalu memberikan buku itu pada Tara dan menyuruhnya untuk segera kembali.


Tara menatap Zayn dengan sangat sedih, karena artinya dia akan berpisah darinya untuk selamanya.


Padahal Tara tahu jika didalam tubuh Zayn bersemayam jiwa suaminya. Namun mengajak Zayn, rasanya tidak mungkin.


Zayn masih separo manusia dan separo jelmaan. Tara harus bersabar menunggu hingga suaminya benar-benar hidup kembali.


"Tara, bergegaslah. Sebentar lagi para polisi itu akan membawamu dan juga Raka. Pergilah sekarang." Kata Mario menatap Tara.


Tara lalu menatap Bara dan terakhir menatap Zayn.


Mereka berdua mengangguk bersamaan.


"Baiklah, aku akan kembali. Buku ini jangan sampai hilang. Kalian bisa masuk kedunia dalam buku ini setiap mendekati purnama." Kata Tara karena juga tidak yakin jika buku itu bisa mengantarkan mereka setiap saat.


Mereka mengangguk bersamaan dan Tara mulai membuka lembaran buku itu saat sedikit lagi purnama hampir penuh.


Sebuah cahaya berbentuk lingkaran keluar dari lembaran buku itu. Tara lalu melihat pada Silsila, dan saat itu juga dia menarik Silsila agar masuk lebih dahulu, setelah itu dia menggendong anaknya dan masuk kemudian.


Portal itupun hilang dan buku itu menutup dengan sendirinya. Dan saat Zayn berubah pikiran dan mencoba membukanya, buku itu tidak mengeluarkan sinar apapun. Portal kezaman kuno sudah tertutup.


Dan harus menunggu bulan purnama berikutnya maka baru bisa membuka portal itu.


"Tidak bisa...." Kata Zayn dengan kecewa.

__ADS_1


Tidak lama kemudian polisi datang dan mereka menjawab jika semua ini terjadi dan diluar kemampuan nalar kita sebagai manusia.


Karena tidak menemukan jejak apapun dan teman-teman nya menutupi kejadian yang sebenarnya, polisi itu akhirnya pergi dan semua pesawat serta mobil kepolisian mulai mengosongkan hutan itu.


__ADS_2