Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Diperjalanan


__ADS_3

Pangeran Haris berangkat bersama beberapa pasukan dengan perbekalan yang banyak selama dalam perjalanan.


"Hamba tidak menyangka Tuan akan diasingkan kemari." Kata prajurit yang sering diajak oleh pangeran Haris untuk berburu


"Maksudmu diasingkan bagaimana, aku tidak mengerti. Bicaralah yang jelas." Kata Pangeran Haris pada prajurit disampingnya.


"Maksud hamba, begitu Pangeran Hakim naik tahta, Tuanku langsung dijauhkan dari kerajaannya." Kata Prajurit itu sambil memacu kudanya.


"Ahh, kau rupanya belum mendengar kabar jika aku akan dinobatkan menjadi Raja."


"Menjadi raja?" Maksud tuanku?" Kata prajurit itu kebingungan.


Pangeran Haris tersenyum dan memacu kudanya lebih kencang.


"Maksudnya, aku bukannya diasingkan tetapi aku akan dinobatkan menjadi raja di wilayah selatan. Disana rakyatnya membutuhkan pemimpin karena saat ini daerah itu sangat tertinggal dan tidak ada yang memimpin mereka." Jelas pangeran Haris.


"Ooohhh, ini baru berita hebat. Jika Tuanku menjadi Raja, maka saya akan menjadi orang pertama yang paling berbahagia." Kata prajurit itu.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Pangeran Hakim heran.


"Karena Tuanku sudah banyak membantu hamba dan keluarga hamba. Dan hamba akan berjanji untuk mengabdi dengan setia dan berjanji untuk melindungi yang mulia raja di kerajaan yang baru."


"Saat ini banyak yang harus aku lakukan, ini adalah pengalaman yang belum pernah aku alami. Dan aku masih berdebar-debar untuk benar-benar disebut sebagai raja oleh rakyatku "

__ADS_1


"Ahh, tuanku terlalu merendahkan diri. Tuanku bahkan lebih cakap dan bijaksana daripada pangeran Hakim. Hamba yakin Tuanku pasti akan memerintah dengan baik. Dan rakyat akan hidup makmur aman sentosa." Kata Prajurit itu terus memberikan dukungan pada pangeran Haris.


"Nanti kita akan lihat, bagaiman keadaan disana. Sebelum kita mengetahui dengan pasti maka kita tidak tahu apa yang mereka butuhkan dan bagaimana membuat mereka hidup sejahtera." Kata Pangeran Haris.


"Apa tidak sebaiknya kita istirahat dulu pangeran, hari sudah mulai larut, sebentar lagi akan gelap dan sepertinya akan turun hujan, hamba khawatir dengan keselamatan dan kesehatan Tuanku."


"Baiklah, perintahkan pada para prajurit untuk membuat tenda disekitar sini dan mengisi tempat minum mereka dengan penuh. Kita akan bermalam ditempat ini."


"Laksanakan Tuanku." Kata Prajurit itu lalu pergi menemui prajurit dan mereka berhenti semua begitu mendapatkan perintah untuk mendirikan tenda.


Semua prajurit sibuk untuk membuat tenda dan Pangeran Haris pun beristirahat dibawah pohon sambil meminum bekal minumannya.


"Aku jadi sekali. Sebaiknya aku akan tiduran disini sambil menunggu mereka membuat tenda." Pangeran Haris lalu bersandar pada pohon dan tertidur.


Tiba-tiba seekor ular berjalan dengan pelan dari sebuah dahan pohon yang besar.


Sshhhh


sshhhh


Melihat ular itu hampir mendekati tuannya maka prajurit itu langsung menghalaunya dan menyuruhnya pergi tanpa membunuhnya.


Jika dia membunuh ular itu, dia khawatir tuannya akan bangun dan mengganggu tidurnya.

__ADS_1


Prajurit itupun berdiri sambil sesekali terpejam karena dia juga mengantuk dan kelelahan.


Sementara ular yang tadi menjauh, tiba-tiba mendekat saat prajurit itu benar-benar terlelap dan dia melilit leher pangeran Haris.


Pangeran Haris merasakan ada sesuatu yang berlendir disekitar lehernya pun membuka matanya. Dan betapa terkejutnya pangeran Haris saat ternyata ada ular yang melilitnya.


Pangeran Haris menahan nafasnya dan dengan gerakan cepat dia mencengkeram kepala ular itu dan membantingnya ketanah.


Sshhhh


Ular itu terlihat kesakitan dan sekarat. Dengan cepat pangeran Haris mengeluarkan pedangnya dan membunuhnya.


Prajurit itu kaget dan terbangun saat Tuannya sudah bangun dan bahkan sedang membunuh ular yang tadi diusir olehnya.


Prajurit itu menyesal karena tidak membunuh ular tersebut.


"Lain kali kau harus membunuhnya. Kenapa kau tadi tidak langsung membunuhnya?" Tanya Pangeran Haris.


"Darimana pangeran tahu jika ada ular yang tidak saya bunuh? Bukankah tadi Tuanku tertidur?"


"Aku memang tidur, tapi telingaku bisa mendengar dan mata batinku bisa merasakan apa yang terjadi didekatku."


"Waahhh, hebat betul tuanku ini. Bahkan saat tidur, tuanku bisa mengetahui jika ada ular."

__ADS_1


"Hahahaha, kau ini sangat polos." Kata Pangeran Haris lalu tersenyum geli melihat wajah prajurit nya yang masih kebingungan.


__ADS_2