Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Mencari keberadaan Permaisuri Andini


__ADS_3

Guru Duma melihat lurus kepada Ratu Mayang yang sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya.


"Guru?" Ratu Mayang kemudian menyembunyikan Kitab itu didalam jubahnya.


"Kau memanggilku?" Tanya Guru Duma.


"Iya Guru. Aku membutuhkan Kekuatan Guru untuk melihat keberadaan Permaisuri Andini."


Kenapa tiba-tiba Ratu Mayang tertarik dengan keberadaan Permaisuri Andini.


Batin guru Duma didalam hati. Pasti ini ada hubungannya dengan Keris Sakti itu. Jika tidak untuk apa dia mencari Permaisuri Andini setelah dua puluh tahun berlalu?


"Tapi kita tidak punya rambut atau apapun yang berhubungan dengan Permaisuri Ratu." Kata Guru Duma.


"Bola Ajaib akan sulit mencari keberadaan Putri Andini."


"Gunakan ini." Kata Ratu Mayang yang masih menyimpan sebuah foto lama dirinya dan putri Andini saat mereka masih remaja.


"Ya. Ini akan semakin memudahkan kita untuk mencari keberadaan Permaisuri Andini." Kata Guru Duma yang mengambil foto itu kemudian membawanya kedalam ruanganya. Diikuti Ratu Mayang dibelakangnya.


Guru Duma kemudian berdiri didekat meja yang terdapat Bola Ajaib. Di sana kemudian Guru Duma Membaca mantra dan meletakan foto itu didekat Bola Ajaib.


Dan tiba-tiba Bola Ajaib itu bersinar dan setelah sinar itu redup terdapat sebuah bayangan yang tertutup kabut putih.


Permaisuri sudah membuat istana Kerajaan Muria tidak bisa ditembus oleh sihir, sehingga tidak siapapun mengetahui keberadaanya dan membahayakan kerajaan tersebut.


Namun kekuatan ilmu Guru Duma mampu menembusnya meskipun tidak jelas dan terlihat samar-samar.


"Gambarnya tidak terlalu jelas Ratu, aku sudah mengerahkan seluruh kemampuan ku, namun tetap tidak bisa mendapatkan gambar yang sempurna di bola ajaib ini."


"Pasti Andini sudah menutupinya dengan kubah sihir."


"Aku juga berpikir demikian Ratu."


"Coba kau lihat istana itu. Di manakah kira-kira istana dengan desain seperti itu?"


"Ini sepertinya kerajaan yang lumayan besar Ratu."


"Semua kerajaan sudah aku taklukan dan tidak satupun yang menunjukkan bahwa permaisuri ada di antara mereka."


"Mungkin permaisuri bersembunyi pada salah satu kerajaan yang belum ditaklukkan Ratu."


"Ya. yang kamu katakan itu benar guru, aku curiga dia bersembunyi di salah satu kerajaan besar yang belum mampu aku taklukkan sampai saat ini.


"Pantas saja aku tidak pernah bisa menemukannya. Menurutmu di manakah kerajaan ini guru?"


"Coba aku perjelas lagi Ratu aku akan menggunakan sihir ku untuk melihat tanda-tanda dari kerajaan ini."


Kemudian guru Duma menutup matanya dan membaca mantra dan berusaha menembus kerajaan itu melalui bola ajaib.

__ADS_1


keringat sampai bercucuran tandanya bahwa Guru Duma mengeluarkan seluruh kemampuannya agar sampai menembus kepada istana itu melalui bola ajaib.


hah... hah....hah....


Guru doma terpental dan terlempar menjauhi bola itu.


"Ada apa guru? Apakah kau baik-baik saja?"


"Aku tidak mampu menembus kubah itu ratu, kubah sihir itu terlalu kuat dan terlalu tebal.


Bahkan seluruh tenagaku habis untuk menembusnya namun aku tidak mendapatkan celah untuk masuk ke sana." Kata Guru Duma.


"Haruskah kita menunggu sampai permaisuri itu keluar dari istana dan baru kita bisa menemukannya?"


"Iya tapi kita tidak tahu kapan dan saatnya permaisuri akan keluar dari istana."


"Kau benar guru, kita harus melakukan cara yang lain."


Baiklah kita tahu bahwa permaisuri masih hidup dan mungkin putrinya juga saat ini sudah besar."


"Aku akan menemui Pangeran Hakim dan akan mengutusnya untuk berpetualang pergi ke ke kerajaan lain untuk mencari permaisuri Andini."


"Tapi itu sangat beresiko Ratu, nyawa pangeran bisa ada dalam bahaya."


"Aku akan menyuruh Pangeran Haris untuk menemaninya berpetualang."


"Iya betul Ratu, jika orang mencurigai dia adalah putra dari kerajaan Mayang maka nyawanya bisa ada dalam bahaya dan dia bisa menjadi tawanan di kerajaan lain untuk melemahkan kerajaan kita.


"Yang kau katakan itu benar guru."


Kemudian Ratu Mayang keluar dari ruangan guru Duma dan masuk ke dalam kamarnya.


Ratu Mayang kemudian berdiri dan mengatupkan kedua tangannya sambil membaca mantra.


Setelah itu Ratu Mayang menghilang dan saat ini di sudah ada di dekat Pangeran Hakim yang sedang bersemedi di dunia ajaib.


"Ibunda Ratu Mayang." Kata Pangeran Hakim.


Kata Pangeran Hakim sambil membuka matanya dan bangun dari semedi nya saat menyadari ada seseorang di sampingnya.


"Benar Pangeran bangunlah dari semedi mu, ibunda ada misi penting untukmu."


"Baiklah Ibunda."


Kemudian Pangeran Hakim bangun dan berjalan bersama ibundanya mengitari taman itu sambil berbincang-bincang.


"Ada apakah ibunda, ibunda terlihat sangat cemas?"


"Yah kamu benar Pangeran, ibunda memang saat ini sedang cemas."

__ADS_1


"Ibunda cemas memikirkan bayangan tentang Keris Keabadian yang yang terlihat dalam semedi mu."


"lalu apakah yang akan ibunda lakukan?"


"Ibunda ingin agar kau keluar dari istana dan menyamar masuk ke dalam kerajaan lain."


"Untuk apakah Ibunda?"


"Ibunda ingin agar kau mencari gadis bercadar itu dan mencari tahu keberadaannya atau dari kerajaan manakah dia?"


"Setelah itu kembalilah ke istana jika kau sudah mengetahui keberadaannya dan Putri siapakah dia?"


"Baiklah ibunda jika itu sudah menjadi keputusan ibunda."


"Apakah hamba perlu membawa gadis itu jika sudah menemukannya?"


"Tidak perlu Pangeran, Kau hanya harus kembali ke sini setelah kau menemukannya dan kau tahu dia berada di kerajaan mana, nanti setelah itu ibunda akan pikirkan langkah selanjutnya setelah mengetahui identitasnya."


"Baiklah ibunda, kapan kira-kira hamba akan berangkat untuk keluar dan mencari gadis bercadar itu?"


"Besok pagi Pangeran, kau akan ditemani oleh pangeran Haris untuk menjaga dan membantumu jika ada masalah."


"Baik ibunda, hamba akan bersiap-siap untuk pengembaraan hamba besok pagi."


"Ya baiklah pangeran."


"Mari kita keluar dari dunia ajaib ini." kata Ratu Mayang kepada Pangeran Hakim.


Kemudian setelah sampai di istana, Pangeran Hakim menemui sahabatnya Harris.


"Ada apa Pangeran apakah kau ada perlu denganku?"


"Iya benar, Besok Ibu menyuruhku untuk berpetualang ke kerajaan lain. Kamu akan menemaniku untuk mencari gadis bercadar itu.


"Baiklah kalau begitu Pangeran Hakim hamba akan bersiap-siap."


"Kenapa kita harus mencari perempuan atau gadis bercadar itu Pangeran Hakim?"


"Aku juga tidak tahu, Haris ibunda Ratu memerintahkanku untuk mencari gadis bercadar itu."


"Apakah ibunda Ratu akan menjodohkanmu dengan gadis bercadar itu pangeran?"


"Mungkin saja Harris."


Kata Pangeran Hakim yang menyembunyikan niat sebenarnya dari ibunda untuk mencari gadis bercadar itu.


Semua itu dilakukan demi keris Keabadian agar tidak terdengar oleh masyarakat luas.


Karena ini hanya diketahui oleh pangeran Hakim dan ibunda Ratu Mayang. Ibunda sudah berpesan agar tidak mengatakan atau menyebut keris Keabadian itu kepada siapapun. sehingga Pangeran Hakim tidak bisa mengatakannya kepada Haris maksud yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2