Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Tanda ditangan Zayn


__ADS_3

Dilokasi syuting Zayn datang lebih awal, dia berharap bisa menemui Tara. Dia ingin menyadarkan gadis aneh itu agar tidak mengambil keputusan secara mendadak.


Zayn duduk sambil melihat kearah parkiran, Diaman biasanya Bara akan memarkirkan mobilnya disana.


"Zayn, kau datang lebih awal?" Tanya Tara tiba-tiba sudah muncul dibelakangnya.


Zayn terlihat kebingungan dan mencari seseorang dibelakang Tara. Tapi Tara datang sendirian kali ini, karena anaknya sedang bersama pengasuhnya dan Bara sedang mengantarkan mommynya kerumah sakit.


"Zayn..." Panggil Tara karena Zayn hanya bengong saja.


"Siapa yang kau tunggu?"Tanya Tara.


Tara duduk disamping Zayn dan menyuruh Zayn membuka telapak tangannya.


Tara memegang tangan Zayn dan melihat telapak tangannya dengan teliti. Tara kaget saat melihat tanda di tangan Zayn sama seperti yang pernah dia lihat di tangan Raja Hakim.


"Tanda ini...."Kata Tara menanyakan tanda bintang yang ada apinya di telapak tangan Zayn.


"Ohh....itu. Tiba-tiba tanda itu ada saat aku bangun dari koma."


Tara mengingat sekali lagi dan dia tidak mungkin salah lihat.


Zayn mengibaskan tangannya.


"Apa yang kau pikirkan? Kau seperti seorang peramal saja." Kata Zayn sambil mencibirkan bibirnya.


"Berapa lama kau koma?" Tanya Tara penasaran.


"Satu bulan. Mungkin, aku tidak begitu ingat." Jawab Zayn.


"Apakah sebelum koma kau punya tanda seperti ini ditanganmu?" Tanya Tara yang sebenarnya penasaran dengan tanda yang dimiliki Zayn.


"Tidak." Jawab Zayn sambil berusaha mengingatnya.


Saat ini Tara menatap Zayn dengan jarak yang sangat dekat. Tara mengamati Zayn dari ujung kepala hingga ujung kaki.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat?" Tanya Zayn karena merasa jengah dengan cara Tara mantap dirinya.


Zayn mengernyitkan matanya dan melihat tanda yang sama di telapak tangan Tara.


"Tanda apa ini?" Tanya Zayn sambil melihat telapak tangan Tara.


Tara lalu menggenggam tangannya sendiri dan hanya tersenyum kecil pada Zayn.


"Ini tanda dari kerajaan Maya."


"Semua memiliki tanda itu?" Tanya Zayn yang sekilas melihat jika tanda milik Tara hampir mirip dengan yang dia punya.


"Ya, kita semua memiliki tanda seperti ini."


Zayn lalu berfikir bagaimana mungkin dia juga memiliki tanda yang sama dengan milik Tara.


padahal Tara mengatakan jika tanda seperti itu hanya dimiliki oleh kerajaanya. Sedangkan Zayn bukan bagian dari kerajaan yang Tara ceritakan.


Zayn lalu membuka tangannya dan berusaha menghapus tanda itu, dan Tara tersenyum dengan apa yang dilakukan Zayn.


"Kau tidak akan bisa menghapusnya, tanda itu abadi. Dan harusnya kau bisa menggunakan sihir jika kau memiliki tanda itu." Kata Tara sambil melihat tanda ditanganya sendiri.


"Cobalah!" Kata Tara lalu mengajak Zayn pergi ketempat yang sepi.


"Siapa tahu kau juga bisa menggunakan sihir?" Kata Tara dan berdiri berhadapan dengan Zayn.


"Ikuti aku dan coba sihir yang paling mudah." kata Tara.


Zayn lalu mengikuti apa yang Tara lakukan.


"Tidak ada apapun. Tidak ada yang berubah. ini konyol sekali." kata Zayn.


"Cobalah sekali lagi. Kau pasti bisa." Kata Tara yang berfikir mungkin saja Zayn juga masuk kedunia modern melalui buku kuno itu.


"Aaaaahhh...sudahlah. Ayo kita balik, syuting akan segera dimulai." Kata Zayn lalu berjalan dibelakang Tara.

__ADS_1


Sepanjang jalan Zayn mencoba mengikuti gerakkan dan mantra yang diajarkan Tara dan tidak berhasil sama sekali.


"Kau masih melakukanya?" Tanya Tara sambil tersenyum saat dia menoleh dan melihat Zayn melakukan hal yang dia ajarkan tadi.


"Kemarilah! Tutup matamu!" Kata Tara pada Zayn.


Zayn pun menghentikan langkahnya dan menutup matanya. Saat itu mereka sedang ada dibalik pohon besar dan disekelilingnya ada taman bunga yang tinggi.


"Sekarang bukalah." Kata Tara dan menatap Zayn dengan senyum manis terhias di bibirnya. Dan Zayn terkejut saat melihat dirinya tidak menginjak tanah.


"Lihatlah kebawah." Kata Tara.


"Aku tidak menyentuh tanah?" Tanya Zayn.


"Ya, kau terbang." Kata Tara.


"Seperti itulah sihir. Kau bisa melakukanya dirumah, siapa tahu kau juga bukan berasal dari dunia modern ini. Kau ingat mantra yang aku ajarkan? Belajarlah saat tengah malam, agar lebih fokus." Kata Tara lalu menggerakkan telunjuknya dan Zayn kembali menginjak tanah.


"Menyenangkan bukan?"


Zayn mengangguk dan tersenyum pada Tara. Saat itulah dia menyadari betapa manisnya wajah gadis aneh itu.


Zayn menatap Tara begitu lama, Tara juga merasakan hal yang berbeda saat bersama Zayn. Jantungnya berdebar lebih kencang, apalagi saat mata mereka saling menatap.


"Ayo kita kesana! Sepertinya mereka menunggu kedatangan kita." Kata Zayn mengagetkan Tara yang sedang mengaguminya.


Pria sombong, tapi kadang kau terlihat sangat manis, Tara bergumam sambil menatap Zayn tak berkedip.


Barra menatap mereka dari kejauhan dan mengangguk-angguk.


"Kalian darimana?" Tanya Barra sambil menaikkan alis matanya.


"Kami hanya berjalan-jalan sebentar." Kata Zayn dan tersenyum mengingat bagaimana dia bisa terbang dengan sihir Tara.


Sekali lagi Zayn menatap wajah Tara, dan dia memang sangat manis hari ini.

__ADS_1


Rambut Tara tergerai dan beterbangan tersapu angin yang tiba-tiba agak kencang. Bahkan sebagian rambutnya yang panjang menutupi wajah Zayn karena angin meniupnya.


Zayn membiarkannya dan tidak marah seperti biasanya. Dia bahkan sangat menikmati aroma wangi shampo yang dipakai Tara.


__ADS_2