
"Kemarilah, jangan takut." Kata Guru Duma karena melihat wanita itu sangat ketakutan dan menghentikan langkahnya.
Guru Duma tahu jika Panglima masih berdiri disana dan memperhatikan gerak-gerik nya.
"Mulai sekarang kamu akan menjadi pelayanku." Kata Guru Duma.
Tawang hanya mengangguk pelan karena sangat takut. Dan dia juga sangat kecewa karena berpisah dengan keluarganya.
Tadinya dia berpikir akan dikembalikan dikampungnya, Kahiyangan.
Namun entah kenapa malah sekarang menjadi pelayan kerajaan dan terlebih lagi harus melayani Guru Duma Penyihir sakti uang menakutkan.
"Sekarang ikutlah denganku." Guru Duma berjalan kekamarnya dan sengaja melewati Panglima.
"Salam..." Kata Guru Duma dan kemudian dibalas oleh Panglima.
"Salam..." Kata Panglima sambil melirik kearah Tawang.
Guru Duma mengangguk-angguk, dan tersenyum.
Ternyata dia tahu kelemahan Panglima yang gagah dan perkasa itu. Kelemahanya adalah wanita cantik.
Panglima begitu gagah dan perkasa dan juga berani.
Keberaniannya telah dia tunjukan denganenaklukan semua kerajaan didunia dan hanya tersisa beberapa kerajaan saja yang belum ditaklukan.
Salah satunya adalah kerajaan Muria dimana Permaisuri Andini berlindung bersama Putri Tarra.
Panglima dulu mengabdi kepada Permaisuri dan telah bersumpah untuk mengabdi hingga akhir hayatnya dikerajaan Maya.
Dia tidak pernah menduga jika sumpahnya saat ini dimanfaatkan oleh Ratu Mayang yang berkuasa.
Tidak pernah diduga sebelumnya jika kerajaan itu akan jatuh ke tangan Ratu Sihir dan bukan keturunan Raja.
Namun apalah daya, Panglima terlanjur berjanji dan bersumpah untuk mengabdi siapapun Rajanya hingga akhir hayatnya.
Sekarang kekuatanya telah membunuh banyak banyak rakyat yang tidak berdosa.
Juga sudah menaklukan berbagai kerajaan kecil dan membunuh raja yang memberontak dan tidak mau menyerah setelah dikalahkan dan dikuasai singgasananya.
Tangannya sekarang begitu kotor dan sudah sering ternoda oleh darah manusia.
Titah ratu baginya adalah tugas yang harus dilaksanakan sesuai sumpahnya.
__ADS_1
Demi menepati janjinya pada Kerajaan Maya dia juga sering mendapat tatapan menjijikan dari rakyat yang dulu memuja dan memuji saat dia mengabdi kepada Raja Maya.
Namun semua nama baiknya telah hancur sejak pemerintahan Ratu Mayang berkuasa.
Bahkan yang lebih miris lagi sekarang putranya besar dalam bayangannya diistana.
Dia hanya berharap putranya kelak menjadi ksatria sejati dan bukan penjahat seperti dirinya saat ini.
Panglima juga tidak tahu jika sampai saat ini ternyata Permaisuri masih hidup bersama Putri Tarra.
Guru Duma berjalan menuju sebuah tempat yang gelap, dan ternyata disana sudah berdiri Ratu Mayang yang membuatnya kaget.
"Siapa itu?" Tanya Ratu Mayang sambilatanya terpejam.
"Hamba yang Mulia Ratu. Guru Duma bersama dayang hamba yang cantik rupawan.
"Untuk apa dia disini?" Tanya Ratu Mayangasih dengan matanya yang terpejam.
Kemudian Guru Duma mendekat dan berbisik kepada Ratu Mayang tentang Panglima yang tertarik pada Dayang Tawang.
Akhirnya mendengar taktik dan politik Guru Duma untuk memanfaatkan Dayang itu suatu saat nanti dimasa depan saat apa yang mereka takutkan terjadi yaitu kembalinya Permaisuri Andini dan mempengaruhi Panglima.
Keberadaan Panglima sangat penting bagi masa depan Kerajaan Mayang. Dia begitu ditakuti oleh rakyat dan juga kerajaan tetangga.
"Apakah Guru sudah mendapatkan gadis cantik yang masih perawan untuk dijadikan tumbal?" Kata Ratu Mayang.
Jantung Dayang Tawang langsung kaget dan berdebar kencang saat mendengar tentang gadis yang dijadikan tumbal.
Untunglah dia sudah menikah jadi sudah tidak bisa dijadikan tumbal bagi Yang Mulia Ratu Mayang.
Tiba-tiba pintu diketuk dari luar oleh seorang prajurit.
"Masuklah" Kata Guru Duma.
"Lapor yang Mulia Ratu, kami sudah membawa gadis yang cantik dan siap dibawa kesini."
"Bawa dia." Kata Guru Duma sambil menyuruh Dayang Tawang untuk meninggalkan mereka berdua. Akhirnya Dayang Tawang berjalan keluar ruangan dan berjalan melihat-lihat istana.
"Ini gadis itu Yang Mulia Ratu." Kata seorang Prajurit sambil menyerahkan hadis itu dihadapan Ratu Mayang.
Dengan jari telunjuknya Ratu Mayang mengangkat gadis itu diatas meja batu yang lebar. Gadis itu tertidur disana dengan mata tertutup dan diikat pakai kain.
"Buka ikatanya." Titah Ratu Mayang kepada Prajurit yang masih berdiri disana.
__ADS_1
Ikatan tangan dan kaki gadis itu telah dibuka, hanya matanya saja yang masih ditutup pakai kain hitam.
"Tinggalkan kami berdua." Titah Ratu Mayang.
Dengan kedipan mata pintu ruangan itu tertutup dan terkunci dari dalam.
"Berbaringlah." Titah Ratu Mayang pada gadis desa itu. Umurnya sekitar 16 tahun jadi dia pasti masih perawan.
"Lakukan sekarang Guru. Sebentar lagi bulan purnama. Kekuatanku akan bertambah dan kecantikanku akan abadi.
Aku akan menghisap energinya dan berpindah ke tubuhku." Kata Ratu Mayang kepada Guru Duma.
Kemudian Guru Duma duduk dengan sesaji dan kemenyan dihadapannya. Mulutnya komat Kamit dan matanya terpejam.
Dia kemudian berdiri dan sebuah cahaya keluar dari kepulan asap itu.
"Siapa yang membangunkan aku?" Tanya suara itu yang berwujud kepulan asap.
"Aku, Guru Duma. Lihatlah wanita ini siap berkorban demi Keabadian Ratu Mayang. Terimalah korbanku ini." Kata Guru Duma.
"Apakah kau yakin dia masih perawan?" Kata suara itu. Yang suaranya seperti raksasa menggelegar dan memenuhi seluruh ruangan itu.
"Iya. Aku yakin kali ini korbannya adalah perawan."
"Awas jika kau bohong dan membuatku mual. Seperti korban yang sebelumnya ternyata tidak perawan. Badanku gatal-gatal dan perutku mulas, jika kau menipuku lagi aku akan meremas tubuhmu yang jelek itu." Ujar Raksasa itu.
"Ini pasti masih perawan. Hamba yakin Tuanku. Terimalah persembahan kami, dan jadikan Ratu Kami abadi dengan kecantikan yang tiada tandingan." Kata Guru Duma.
Kemudian Raksasa itu pergi lalu Ratu Mayang menghisap energi gadis itu dan setelah itu Raksasa itu membawa korbannya yang sudah tidak bernyawa ketempat yang tidak diketahui oleh siapapun.
Goa Larangan. Di sana Raksasa itu menyimpan mangsanya yang masih perawan dan tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Raksasa itu didalam.
Dalam waktu sekejap Ratu Mayang diselimuti asap berwarna seperti pelangi.
Dan kemudian sebuah cahaya keemasan berputar dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Lalu asap putih itu menghilang dan wajah Ratu Mayang menjadi bertambah cantik dan tidak ada keriput sama sekali.
Ratu Mayang memegang pipinya yang halus dan lembut seperti porselen.
"Luar biasa." Kata Ratu Mayang sambil menyentuh pipinya yang halus tanpa keriput sama sekali.
"Energi gadis ini sangat kuat dan alami. Efeknya sangat terasa setelah menghisap energinya." Kata Ratu Mayang pada Guru Duma.
__ADS_1
"Baiklah kita akan mencari korban dibulan purnama selanjutnya." Kata Guru Duma sambil mengedipkan mata dan tiba-tiba seekor burung gagak sudah hinggap dibahunya. Dan burung gagak itu membisikan sesuatu ditelinga Guru Duma.