
Tara sedang mencari buku kesemua sudut hingga setiap rak sudah dia baca judulnya dan tidak menemukan buku yang dia cari.
"Buku apa sih yang sedang kau cari? Diperpustakaan ini hampir semua buku ada, dan disini paling komplit." Kata Zayn yang sudah kelelahan mencari buku hingga siang hari.
"Ini sudah siang, sebaiknya kita makan siang dulu." Kata Zayn lalu membantu Tara mencari di rak yang terakhir.
"Aku tidak menemukannya. Bagaimana aku akan kembali." Kata Tara dengan sedih.
"Judulnya apa? Kita bisa mencarinya di internet." Kata Zayn pada Tara.
"Emang bisa?" Tanya Tara.
"Bisa." Zayn mengangguk pelan.
"Ayo kita makan dulu, setelah itu aku akan membantumu mencarinya di internet." Kata Zayn lalu menggandeng tangan Tara.
Mereka pergi ke restoran terdekat dan memesan makanan. Tapi Tara terlihat sedang tidak berselera makan. Dia sedih karena tidak menemukan buku kuno itu. Dia khawatir dengan keadaan ibunya.
Rupanya hal itu tidak luput dari perhatian Zayn. Dia terus mengamati Tara yang hanya memainkan sendoknya saja.
"Makanlah, setelah itu kita akan cari lagi." Kata Zayn.
"Buku itu sangat penting untukku." kata Tara.
Buku apa sih hingga dia begitu sedih karena tidak menemukannya? batin Zayn.
"Nama bukunya, Kerajaan Mayang dan Keris Keabadian. Entahlah, saat aku membacanya aku lupa untuk membaca judulnya. Aku asal ambil waktu itu, dan aku membukanya, lalu aku tiba-tiba bisa sampai kemari." Kata Tara.
Zayn berusaha mengerti dan pura-pura tersenyum dengan cerita Tara yang tidak bisa dia pahami.
"Kau membaca buku tapi kau tidak ingat judulnya, sepertinya ini agak sulit. Karena jika kau ingin mencari sesuatu di internet kau harus menuliskannya dengan jelas." Kata Zayn.
Tara menatap Zayn dengan putus asa.
"Siapa pengarangnya?" Tara menggelengkan kepalanya.
"Kau ini sangat aneh! Kau membaca buku tapi kau tidak tahu judulnya dan kau juga tidak tahu siapa pengarangnya." Kata Zayn lalu menghabiskan minumannya.
Dia lalu menatap Tara sangat lama sambil tersenyum dan mengajaknya pergi dari restoran itu.
"Jika kau tidak ingin makan, ayo kita pergi!" Kata Zayn.
Mereka lalu pergi ke perpustakaan yang lain yang ada di kota itu hingga site hari. Bara yang khawatir mencarinya kesana kemari namun tidak menemukanya hingga sore hari.
__ADS_1
"Ahk, sial! Teleponnya mati." Umpat Bara dan mencoba menghubunginya lagi, namun tetap tidak bisa.
"Pasti dia lupa mengecas handphonenya." Kata Bara lalu mencarinya ke setiap perpustakaan.
Sementara Zayn masih dengan sabar membuka setiap buku lama uang bercerita tentang kerajaan, keris, raksasa hingga tangannya sangat pegal dan matanya sangat lelah.
"Bagaimana, apakah ketemu?" Tanya Zayn pada Tara.
"Ini adalah buku terakhir yang ada disini." Kata Zayn.
"Aku tahu, sulit sekali menemukan buku yang aku maksud itu." Kata Tara.
"Jangan putus asa. Jika kau tidak menemukannya hari ini maka kita akan mencarinya kembali esok hari." Kata Zayn yang tidak tega melihat wajah putus asa dari Tara.
"Sebaiknya kita pulang, hari sudah mau gelap. Istirahatlah, besok kita cari lagi." Kata Zayn.
"Maafkan aku, aku sudah merepotkanmu. Harusnya kau pergi berkencan, tapi kau malah menghabiskan waktu denganku dan ...aku akan menepati janjiku untuk jalan denganmu lain hari " Kata Tara yang teringat jika dia berjanji untuk menemani Zayn bersenang-senang.
Tapi dia malah bersamanya dari pagi hingga sore hari diperpustakaan, dan pasti itu sangat membosankan bagi Zayn
Tara jadi merasa bersalah pada Zayn dan menatap Zayn dengan tatapan tidak biasa.
Zayn yang ditatap seperti itu, menjadi malu dan salah tingkah.
"Kau harus menepati janjimu untu pergi denganku lain hari." Kata Zayn.
Diperjalanan pulang Tara tertidur dimobil karena kelelahan. Dan wajahnya yang cantik begitu menggoda Zayn untuk melihatnya lebih dekat.
Zayn lalu menghentikan mobilnya dan mengamati wajah yang tertidur pulas itu dari jarak dekat.
Zayn tersenyum dan melihat setiap sudut wajahnya dan semakin terpesona dengan wajahnya yang cantik alami.
Tiba-tiba kepalanya tanpa sadar semakin mendekat dan hampir saja mencium Tara hingga sebuah tangan mengagetkannya.
dok! dok! dok!
Pintu kacanya diketuk dari luar oleh Bara yang melihat mobil Zayn berhenti dipinggir jalan. Dan ternyata dugaannya benar, Tara pergi bersama Zayn.
Tara kaget saat mendengar kaca mobil diketuk dengan keras dan diapun terbangun. Begitu terbangun Tara kaget dengan posisi kepala Zayn yang hampir saja menciumnya.
Melihat Bara ada diluar Zayn lalu menarik kepalanya kebelakang dan membuka pintu untuknya.
"Keluarlah! Ayo kita pulang." kata Bara dan menarik tangan Tara dengan sedikit kasar dan membawanya masuk kedalam mobilnya yang terparkir dibelakang mobil Zayn.
__ADS_1
Tara bingung dengan sikap Bara dan juga sikap Zayn.
Mereka menjadi sangat aneh akhir-akhir ini, gumam Tara.
Zayn mengamati dan tidak berkata apapun saat Bara membawa Tara dari mobilnya.
Bagaimanapun Bara akan menjadi suaminya dan Zayn, bukanlah siapa-siapa. Apa haknya untuk bertanya dan mengkhawatirkannya. Dia tidak punya hak untuk bertanya karena dia bukan kekasihnya atau saudaranya.
Zayn hanya mengamati dari spion hingga Bara menghilang dengan mobilnya.
Bara kesal karena Tara tadi hampir saja dicium oleh Zayn.
"Kau sadar apa yang kau lakukan?" Tanya Bara.
Tara mengangguk dan menggeleng.
"Kenapa kau pergi dengannya seharian?" Tanya Bara salah paham dengan Tara.
"Aku pergi ke perpustakaan. Dan kau tidak mau bangun, terpaksa aku mengajak Zayn." Kata Tara polos.
"Apa yang kau cari, hingga kau seharian diperpustakaan?"
"Buku, ya sebuah buku yang bisa membawaku kembali ke kerajaanku." Kata Tara tanpa ingin menutupinya.
"Apa!?" Bara kaget dan hampir saja menabrak mobil yang lainnya.
"Kau ingin kembali kekerajaanmu? Minggu depan kita akan menikah. Lalu bagaimana dengan pernikahan kita?" Tanya Bara.
"Ibunda sakit. Dan aku harus menemuinya, tapi aku tidak bisa menemukan buku yang bisa membawaku kembali kekerajaanku." Kata Tara.
Buku, apakah dia dari dimensi waktu?
Bara baru menyadarinya, pantas saja dia terlihat berbeda dan tidak tahu apa-apa.
Sekarang Bara tahu jika tanpa buku itu maka Tara tidak akan kembali kekerajaanya dan akan tinggal selamanya dibumi ini.
Mulai timbul sifat egois didalam diri Bara agar Tara tidak bisa menemukan buku itu dan kembali kekerajaannya.
"Aku akan mencari buku itu. Kau tenanglah. Besok aku akan keliling keseluruh kota dan mencari buku yang kau maksud." Kata Bara.
Tara senang karena bara mau membantunya.
"Apa judulny?" Tanya Bara.
__ADS_1
"Aku tidak ingat, tapi carilah dengan judul Raksasa, keris keabadian, Ratu Mayang, Kerajaan Mayapada, ya...mungkin salah satu dari buku itu akan mengantarkanku menemui ibunda." Kata Tara yang berharap Bara bisa membantunya.
"Ok, besok aku akan mencari buku yang kau maksud." Kata Bara lalu tersenyum licik.