
Setelah mendapat pesan dari pangeran Hakim, Ratu Mayang sudah tidak sabar menunggu kedatangan putranya.
Ratu Mayang mondar-mandir didalam kamarnya sambil menggosok-gosok kedua telapak tanganya.
Kenapa lama sekali datangnya?
Aku sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa gadis pewaris Keris Keabadian itu.
Ratu Mayang kemudian menyuruh pelayanya untuk mengambilkan minuman. Tenggorokannya menjadi kering akibat kebanyakan berfikir.
Tidak lama kemudian pengawal kerajaan menghadap Ratu Mayang.
"Pangeran Hakim sudah ada di gerbang istana Ratu."
"Baiklah. Suruh pangeran langsung menghadapku."
"Baiklah Ratu."
Kemudian pengawal itu meninggalkan kamar Ratu Mayang.
"Hamba menghadap Ibunda Ratu...."
"Silahkan duduk Pangeran."
Ayo cepat katakan pangeran, aku sudah tidak sabar lagi.
"Ibunda."
"Ya."
"Hamba sudah menemukan gadis bercadar itu."
"Siapakah dia pangeran?"
"Dia adalah seorang putri dari kerajaan Muria."
"Apa? Apakah kau yakin Pangeran? Jika putri itu berasal dari kerajaan Muria?"
"Iya Ibunda. Hamba bahkan berhasil masuk kedalam istana. Dan Hamba melihat dengan sangat dekat bahwa dia adalah putri dari kerajaan Muria."
"Putri dari kerajaan Muria. Setahu ibunda Raja Muria tidak mendapatkan keturunan. Bagaimana aku tidak tahu jika Raja Muria punya Putri yang sudah dewasa?"
Ratu Mayang mengangguk-anggukan kepalanya.
"Baiklah jika memang benar dia adalah putri dari kerajaan Muria maka aku akan menyelidikinya.
"Apakah kau tahu siapa namanya Pangeran."
Pangeran Hakim nampak berfikir sejenak. Mengingat-ingat siapa nama putri yang cantik itu.
"Namanya adalah Putri Tara."
"Putri Tara....aku sepertinya pernah mendengar nama itu. Siapa yang menyebutkanya."
Ratu Mayang berusaha mengingat nama itu. Siapa dia?
Ohhh aku ingat kaca ajaib menyebutnya jika dia adalah wanita tercantik didunia.
Di kediaman Guru Duma.
"Tawang!"
"Iya Guru."
__ADS_1
"Apakah pangeran Hakim sudah kembali?"
"Benar Guru. Pangeran Hakim baru saja kembali. Sekarang lagi menghadap yang Mulia Ratu Mayang."
"Baiklah, kau boleh pergi. Aku akan mencari tahu berita apa yang yang dibawa oleh Pangeran Hakim."
Guru Duma berjalan dan bertemu Ratu Mayang.
"Guru, aku mendapatkan kabar gembira."
"Kabar apakah itu?"
Ratu Mayang berbisik ketelinga Guru Duma.
Dan saat itu terd Ngan oleh Kaliya pengasuh Pangeran Hakim saat masih kecil.
Dengan cepat Kaliya menggerakkan jari-jarinya dan menempelkan telinganya pada tembok.
Sihirnya membuatnya bisa mendengar percakapan Ratu Mayang dan Guru Duma.
Ohhh jadi saat ini mereka sudah tahu jika Putri Tara sudah dewasa. Dan mereka juga tahu jika dia adalah pewaris dari Keris keabadian itu?
Aku harus mengirimkan pesan kepada Permaisuri. Mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk mengirimkan Putri Tara ke Kerajaan Mayang dan merebut Keris Mayapada milik ayahnya.
Pelayan Kaliya kemudian pergi kedapur dan membuat sebuah pesan. Namun tiba-tiba Pangeran Haris masuk dan melihatnya dengan tatapan curiga terhadap apa yang dilakukanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan bibi?"
"Hamba hanya membuat minuman untuk Ratu Mayang."
Pelayan Kaliya beralasan. Tapi sepertinya Pangeran Haris tidak mudah dikelabui. Namun karena selama ini bibi Kaliya sudah merawat Pangeran Hakim dari kecil maka Pangeran Haris menghilangkan kecurigaannya.
Kemudian Pangeran Haris pergi dari dapur.
Pelayan Kaliya dengan cepat melipat surat itu dan memberikannya pada burung merpati putih.
Ratu Mayang dan Guru Duma sedang berjalan melewati dapur istana.
Pelayan Kaliya pura-pura memasak air dan menyibukkan diri.
"Kita harus merencanakan sesuatu." Kata Ratu Mayang.
"Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua?"
Kata guru Duma sambil mengayunkan tongkatnya dilantai. Kemudian lantai itu terbelah dan mereka masuk kedalam.
Pelayan Kaliya melihatnya dari dapur istana. Kemudian Ratu Mayang dan Guru Duma menghilang entah kemana.
Kemana mereka menghilang?
Apa yang akan mereka rencanakan?
Apapun yang akan mereka rencanakan, aku harus mulai menyiapkan diriku juga kekuatanku mulai sekarang
Goa Alaska
Ratu Mayang dan Guru Duma tiba-tiba sudah ada di goa Alaska. Kemudian keduanya membaca mantra dan pintu goa terbuka.
Greeeekkkk
Swosssh
Sebuah cahaya keluar dari dalam goa itu. Cahaya merah dikeluarkan oleh Keris Mayapada yang tersimpan didalam goa.
__ADS_1
Ratu Mayang kemudian bersemedi didalam goa bersama Guru Duma.
"Keris itu masih ada ditempatnya." Kata Ratu Mayang kepada Guru Duma.
Saat pewaris Keris Keabadian itu kembali ke dunia ini, maka Dia pasti akan mencari keberadaan Keris Mayapada.
"Karena jika kedua keris itu disatukan akan membuat pemiliknya abadi."
"Sebelum orang lain mendapatkannya, kita harus mendapatkannya terlebih dahulu."
"Sebaiknya kita pergi dari sini."
"Sebelum ada yang mencurigai keberadaan kita disini."
Kemudian Ratu Mayang dan Guru Duma keluar dari goa itu. Kemudian pintu goa tertutup kembali.
Ratu Mayang dan Guru Duma kemudian kembali keistana dengan menggunakan sihir mereka.
Namun sebelum Ratu Mayang dan Guru Duma menghilang, pelayan Kaliya sempat melihat mereka ada disekitar goa itu.
"Dari mana mereka berdua?" Gumam Pelayan Kaliya.
"Mereka dari dalam goa." Peri hijau yang melihat Pelayan Kaliya meninggalkan istana kemudian mengikutinya dari belakang.
"Kau mengikutiku?" Tanya Kaliya.
"Ya. Aku takut kau melakukan sesuatu sebelum waktunya." Kata Peri hijau.
"Tentu saja aku tidak bisa melakukan apapun tanpa Putri Tara yang saat ini sudah terlahir kembali dan akan merebut Keris Mayapada, setelah Putri Tara berhasil mendapatkan Keris Keabadian."
"Tanpa kekuatan Putri Tara maka kita tidak bisa mengalahkan Ratu Mayang." Kata pelayan Kaliya.
"Yang kau katakan itu benar."
Kemudian Pelayan Kaliya berjalan mengelilingi goa yang nampak menyeramkan itu.
Goa ini sepertinya tidak pernah dimasuki oleh siapapun. Banyak sarang laba-laba disekitar goa ini.
Untuk apa Ratu Mayang dan Guru Duma ditempat ini?
Aku yakin ada yang mereka sembunyikan ditempat ini.
"Aku mencari pintu masuk goa ini. Tapi sepertinya tidak ada pintu yang bisa dibuka untuk menerobos masuk."
Pelayan Kaliya menunduk dan melihat tanah.
Tempat ini jarang dilewati manusia, terlihat dari tanah dan rumputnya yang berdiri tegak.
"Lebih baik kita kembali keistana. Lain kali kita akan kesini lagi." Kata Pelayan Kaliya
"Tapi tempat ini sulit ditemukan."
"Kita harus membuat tanda." Kata Kaliya sambil menggores setiap pohon yang dia lewati dengan belatinya. Sementara Peri hijau mengecil dan hanya sebesar kupu-kupu dan terbang disamping Kaliya sahabatnya.
"Aku bosan menjadi kupu-kupu terus. Dan terus melihat apa yang dilakukan Ratu Iblis itu tanpa bisa berbuat apa-apa. Jika saja Permaisuri yang bertahta maka aku akan menjelma menjadi manusia kembali dan bebas bermain ditaman seperti sebelumnya."
"Keinginanmu akan terwujud sebentar lagi."
"Aku harap begitu."
Pelayan Kaliya kemudian menggores lebih banyak pohon agar lebih mudah baginya untuk kembali ke goa itu.
Mereka sudah tiba dibelakang istana saat ini.
__ADS_1
Pangeran Haris melihat dari kejauhan dan menatap mereka tanpa berkedip.
Akankah Pangeran Haris mulai mencurigai Pelayan Kaliya?