Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Kecurigaan Ratu Mayang


__ADS_3

Pangeran Hakim mengantarkan Putri Tara hingga dipinggiran kota. Dan tidak lama lagi mereka akan tiba di Kerajaan Muria.


Namun Putri Tara bersikeras untuk melanjutkan perjalanannya seorang diri, dan meyakinkan Pangeran Hakim bahwa dia bisa menjaga dirinya sendiri.


"Sebaiknya saya melanjutkan perjalanan ini sendirian Pangeran. Sebentar lagi saya akan sampai di Istana." Kata Putri Tara menghentikan kudanya.


Pangeran Hakim juga langsung berhenti karena terkejut saat Putri Tara tiba-tiba menghentikan kudanya di persimpangan jalan.


"Tapi aku sangat menghawatirkan keselamatan mu Putri. Bukankah aku harus memastikan bahwa kau sampai di istana dengan selamat? Jika terjadi apa-apa denganmu bagaimana aku bisa menghadapi Raja Muria?" Kata Pangeran Hakim keberatan.


"Tidak perlu mengantarkan saya sampai Istana Pangeran. Pangeran juga tidak perlu mengkhawatirkan saya, karena ini sudah masuk wilayah kerajaan saya. Banyak prajurit dimana-mana, jadi Pangeran tidak perlu khawatir lagi."


"Tapi...." Ucap Pangeran Hakim yang tampaknya masih berfikir tentang permintaan Putri Tara yang ingin melanjutkan perjalanannya seorang diri.


"Sampai bertemu lagi Pangeran...." Kata Putri Tara tanpa menunggu jawaban dari Pangeran Hakim. Dan Putri Tara langsung melecut kudanya dengan kencang hingga meninggalkan jejak debu yang beterbangan seperti kabut.


Pangeran Hakim kaget saat menyadari Putri Tara sudah hilang dari pandanganya.


"Dia memang keras kepala, tapi dia pemberani. Dan aku melihat keberaniannya saat meringkus beberapa perampok waktu itu."


"Aku akan mencari penginapan sebelum kembali keistana Mayang. Sebaiknya aku pulang besok pagi saja, sebentar lagi malam segera tiba. Dan badanku rasanya lelah sekali." Gumam Pangeran Hakim berbicara seorang diri.


Setelah sampai diistana Muria, Putri Tara langsung membaca kitab itu dan mengatakan kepada ibundanya kalau dia sudah mencuri kitab Mayapada.


"Akhirnya kau bisa mengambil kitab ini Putri. Bacalah dan pelajarilah. Jika kamu berhasil memperlajari semua ini maka suatu saat kamu bisa merebut kembali Keris Mayapada. Keris itu milik ayahandamu, yang direbut oleh Ratu Mayang. Kau harus merebutnya kembali. Dan hancurkan keangkuhannya itu." Kata Ibunya sambil membuka lembar demi lembar Kitab Mayapada.


"Baik Ibunda. Saya berjanji untuk mengembalikan yang sudah menjadi hak ibunda. Dan membebaskan rakyat Mayapada dari kegelapan dan penderitaan."


"Doa ibu selalu bersamamu Putri. Ibu juga yakin jika kau bisa mengalahkan dan menghancurkan penyihir jahat itu."

__ADS_1


"Terimakasih ibunda, berkat doa ibu maka semua akan berjalan lancar. Dan semoga dalam waktu dekat ini kita bisa mengambil Keris Mayapada."


"Berhati-hatilah Putri...karena Ratu Mayang dibantu oleh Raksasa raja kegelapan. Dan ilmunya juga sangat tinggi. Dia bahkan tidak bisa dibunuh atau dihancurkan. Dan satu-satunya cara mengalahkan raksasa itu adalah dengan mengambil kitab Raksa. Didalam kitab itu dijelaskan tentang bagaimana raksasa itu bangkit dan cara mengendalikanya. Dan pasti ada kelemahan dari raksasa itu sehingga kita bisa mengurungnya agar dia tidak menyusahkan umat manusia."


"Dimanakah Kitab itu ibunda?"


"Ada di perpustakaan tua di Kerajaan Mayang."


"Tapi sulit sekali untuk bisa menyelinap masuk ke kamar Ratu Mayang ibunda." Putri Tara kemudian teringat bagaimana jantungnya berdebar-debar saat nekat masuk kedalam kamar Ratu Mayang dan masuk ke perpustakaan kuno itu.


"Seperti caramu mengambil Kitab Mayapada maka seperti itulah kau bisa mengambil Kitab Raksa."


"Baiklah ibunda setelah saya mempelajari Kitab Mayapada ini maka saya akan mengambil Kitab Raksa bagaimanapun caranya, jika memang itu satu-satunya cara untuk melumpuhkan Raksasa itu maka saya harus bisa mengambil kitab itu. Raksasa dan Ratu Mayang sudah banyak menyusahkan rakyat di kerajaanya. Saya harus menghentikanya." Kata Putri Tara berapi-api.


"Istirahatlah Putri....kau pasti lelah."


"Baik Ibunda."


Hhhhhh....mana mungkin aku jatuh cinta padamu. Aku sedikitpun tidak ingin mencintaimu. Yang ada didalam hatiku saat ini adalah keinginan untuk balas dendam dan tidak ada ruang untuk cinta.


Aku katakan berulang kali kepada diriku bahwa aku membencimu.


Putri Tara terlelap dan tertidur. Dialam bawah sadarnya kemudian Putri Tara bermimpi, dan dalam mimpinya itu, Putri berhasil membunuh Pangeran Hakim dengan keris Mayapada yang berhasil diambil dari ratu Mayang dan setelah itu Putri pun terbangun.


Dan entah kenapa dia menyesali mimpinya itu saat dia lihat pangeran Hakim tergeletak tak bernyawa di hadapanya. Dan Putri Tara masih memegang Keris Mayapada yang berlumuran darah dari Pangeran Hakim.


Namun entah kenapa mimpi itu seperti nyata. Dan apakah itu akan terjadi di kehidupan yang saat ini ataukah itu kehidupan di masa lalunya sebelum kelahirannya.


Sementara di kerajaan Mayang, Ratu Mayang sedang kebingungan mencari kitab Mayapada dan bertanya kepada Pangeran Hakim apakah Pangeran Hakim menyimpan kitab Mayapada itu? Tapi ternyata Pangeran Hakim mengatakan bahwa Kitab itu tidak bersamanya.

__ADS_1


"Jika kitab itu tidak bersamamu lalu dimanakah Kitab Mayapada itu berada?" Kata Ratu Mayang sambil berjalan mondar-mandir dikamarnya.


"Saat itu hamba meninggalkanya dan tidak merapikanya ke rak buku. Karena hamba berfikir bahwa hamba akan kembali setelah kantuknya hilang."


"Jika begitu artinya ada orang lain yang masuk ke perpustakaan itu dan mencuri Kitab Mayapada itu. Tapi siapa orangnya karena tidak seorang pun selain kita bertiga yang mengetahui tentang perpustakaan kuno itu."


"Apakah Guru Duma juga mengetahui Ibunda, jika Kitab itu hilang?"


"Belum....aku belum mengatakanya padanya."


"Kalau begitu siapa tahu Guru Duma lah yang telah mengambil Kitab Mayapada itu."


"Yang kau katakan itu benar Pangeran, karena aku tidak melihatnya dari tadi." Kata Ratu Mayang.


"Baiklah, sebaiknya saya mencari Guru Duma sekarang "


"Tidak usah Pangeran, karena saya tahu di mana Guru Duma berada saat ini." Kata Ratu Mayang sambil mengeluarkan tongkat ajaib.


Kemudian Pangeran Hakim keluar dari kamar ibundanya dan pergi menemui Haris. Sementara Ratu Mayang mengeluarkan tongkatnya dan memanggil Guru Duma melalui sebuah kaca ajaib yang berbentuk oval.


Perlahan Ratu Mayang mengangkat tongkat itu kemudian dia arahkan kekaca yang ada didepannya. Setelah itu sebuah sinar keluar dari ujung tongkat itu dan didalam kaca terlihat Guru Duma sedang memarahi dayang Tawang.


Guru Duma seperti mendengar jika namanya disebut oleh Ratu Mayang, kemudian dengan cepat mengambil tongkatnya dan berjalan kekamar Ratu Mayang.


"Apakah kau tadi memanggilku Mayang?"


"Benar guru. Saya memanggilmu dan ingin menanyakan apakah kau melihat Kitab Mayapada?"


"Kenapa kau tanyakan itu padaku? Bukankah kitab itu ada bersamamu?"

__ADS_1


"Benar Guru. Tapi Kitab itu saat ini tidak ada di perpustakaan kita. Aku memanggilnya berulang kali namun hasilnya nihil. Kitab itu tidak mau muncul saat dipanggil dan saat saya tanyakan kepada Pangeran Hakim, ternyata Pangeran juga tidak mengambil Kitab Itu. Aku jadi merasa bahwa seseorang mungkin sudah menyelinap dan masuk kedalam kamarku." Kata Ratu Mayang dengan geram.


__ADS_2